OTODRIVER – Chery dikabarkan tengah mengembangkan teknologi baterai solid-state yang memungkinkan kendaraan elektrik (Electric Vehicle/EV) mencapai jarak tempuh lebih dari 1.500 km, lebih jauh dari mobil listrik yang ada di pasaran saat ini.
Sebagaimana dikutip dalam publikasi Drive pada Kamis, produsen kendaraan asal China ini menyatakan bahwa prototipe baterai solid-state mereka saat ini telah mencapai kepadatan energi 400 watt-jam per kilogram dan ditargetkan mencapai 600 watt-jam per kilogram untuk iterasi selanjutnya.
Sebagai gambaran, kepadatan energi baterai lithium-ion yang saat ini ada di pasaran sekitar 250 hingga 300 watt-jam per kilogram.
Chery menyampaikan bahwa teknologi baterai solid-state yang sedang dikembangkan akan bisa meningkatkan jangkauan kendaraan listrik menjadi lebih dari 1.500 kilometer, lebih jauh daripada mobil listrik mana pun yang ada di pasaran saat ini.
Baterai solid-state itu merupakan bagian dari jajaran 'Rhino' barunya, yang juga akan mencakup paket baterai untuk mobil hybrid (Seri H) yang dijanjikan mampu menempuh jarak hingga 2.000 km dan kendaraan listrik dengan baterai lithium-ion biasa (Seri E).\
Chery menyampaikan bahwa teknologi baterainya dirancang untuk mendukung hingga 5.000 siklus pengisian daya, dan mampu menambah jarak tempuh 500 km dalam delapan menit, meskipun belum jelas apakah ini berlaku untuk baterai lithium-ion atau solid-state.
Jajaran baterai baru Chery akan diuji dalam kondisi nyata. Pengujian akan dilakukan dalam kondisi suhu tinggi dan rendah, paparan garam, simulasi tabrakan, benturan di bawah bodi, dan perendaman air. Sebagian besar pengujian akan dilakukan secara virtual. (AB)
