Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Sama-Sama Bisa Dicolok, Ini Beda PHEV dan REEV

Perbedaan PHEV dan REEV: PHEV hybrid paralel gabungkan mesin bensin-motor listrik, REEV mesin hanya generator untuk motor listrik. Kondisi di Indonesia-China.
Berita
Jumat, 20 Maret 2026 11:30 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Wuling Darion punya versi PHEV (Foto : Otodriver/)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Kendaraan hybrid menjadi satu bagian yang cukup dinamis dalam pengembangannya. 

Jenis mobil Plug-in Electric Vehicle disebut-sebut sebagai transisi antara dunia ICE (internal cumbostion engine) dan BEV (battery electric vehicle) yang paling ideal saat ini.

PHEV pada awalnya dapat didefinisikan sebagai sebuah mobil hybrid yang dibekali baterai lebih besar (dibanding HEV) dan baterainya bisa dicharge. 

Dengan demikian ia mampu berjalan dengan mode listrik murni dengan jarak lebih jauh. Diharapkan mobil ini mampu memberi efisiensi yang lebih baik

Chery Tiggo 8 CSH (Foto : Chery)

BYD tercatat sebagai pionir bagi PHEV ini yang dimulainya melalui BYD F3DM pada 2008. 

Secara umum, kinerja sistem PHEV ini menganut sistem hybrid pararel alias memadukan kinerja mesin dan motor listrik sebagai penggerak kendaraan.

BACA JUGA

Dalam perkembangannya, sistem plug-in ini lantas berkembang. Kemunculan Chevrolet Volt pada 2011 yang menyuguhkan sistem baru, yakni sebuah mobil yang dilengkapi dengan mesin dan motor listrik. 

Ia disebut sebagai Range Extender Electric Vehicle (REEV) atau bisa juga disebut sebagai Extender Range Electric Vehicle (REEV). 

Walau punya prinsip yang bisa dikatakan sama, yakni dibekali baterai lebih besar dan bisa dicharge, akan tetapi punya prinsip kerja yang beda, di mana mesin bensin hanya berlaku sebagai generator saja dan mobil sepenuhnya digerakkan melalui motor listrik (electric driven).

BAIC BJ40e (Foto : adit)

Mengutip dari Wanchengev, dikatakan bahwa sistem EREV ini dinilai lebih baik dalam transisi penggunaan ICE ke BEV. 

Salah satunya karena memberikan pengalaman dan karakter berkendara serasa mobil listrik murni.

Walau ada perbedaan pada sumber penggeraknya, namun ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa REEV bisa juga disebut sebagai sebuah PHEV dengan sistem pengerak hybrid series. 

Plug-in Hybrid di Indonesia

Plug-in Hybrid menjadi teknologi yang masuk Indonesia setelah teknologi hybrid (HEV). 

Untuk plug-in hybrid pararel Toyota masuk sebagai pioneer dengan Prius walau hanya sebatas perkenalan teknologi saja.

Dalam perkembangannya sampai saat ini beberapa produsen China, seperti Chery dan Wuling sudah menjual produk PHEV (pararel hybrid) di Indonesia.

Sebaliknya, belum satupun pabrikan yang menawarkan REEV untuk pasar di Indonesia. Kendati ada rencana untuk memboyongnya. 

Salah satunya adalah BAIC yang berencana membawa BAIC BJ40e yang merupakan REEV yang dibangun di atas arsitektur sasis tangga.

Perkembangan Plug-in Di China

Jika melihat perkembangan yang ada saat ini, banyak pabrikan China yang memperkenalkan REEV. Bahkan populasinya pun berimbang dengan versi PHEV pararel.

Saat ini sebagian industri otomotif negeri tirai bambu mengganggap REEV sebagai next step dari PHEV dengan sistem pararel. 

Carnewschina menyebut bahwa pasar telah menerima edukasi dari penggunaan BEV dan telah merasakan keunggulannya dengan kehalusan berkendara, torsi yang spontan dan kesenyapan. 

Dan disebutkan bahwa edukasi tentang mobil listrik murni telah berhasil dan pasar sudah cukup nyaman dengan keunggulan sebuah mobil setrum murni. Akan tetapi tetap saja Range Anxiety masih menjadi momok.

Di negeri Tiongkok, saat ini REEV dianggap sebagai jembatan paling ideal dalam transisi ICE to EV. Bahkan REEV disebut sebagai BEV tanpa range anxiety. (SS) 


Tags Terkait :
Hybrid PHEV REEV
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Kerja Keras Changan Sebagai Merek Baru Di Indonesia

Changan bisa dikatakan merupakan merek yang masih seumur jagung di Indonesia.

1 hari yang lalu


Berita
Masih Bingung Perbedaan REEV Dengan PHEV? Ini Penjelasannya

Changan Deepal S05 resmi melantai di Indonesia. Sebagai mobil REEV, apa saja keunggulannya?

1 hari yang lalu


Berita
Strategi Changan Tebar Jala Melalui Deepal S05 BEV dan REEV

Changan Deepal S05 REEV pertama di Indonesia hadir dengan pilihan BEV dan REEV untuk mengatasi range anxiety serta mendukung transisi mobilitas berkelanjutan.

1 hari yang lalu


Berita
Changan S05 REEV Bakal Lebih Mahal Dari Versi BEVnya

Harga Changan S05 REEV vs BEV diperkirakan lebih mahal untuk varian REEV, dengan estimasi Rp 500 jutaan berdasarkan data pasar Thailand.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Changan Deepal S05 Dijual Mulai Rp 500 Jutaan, Intip Spesifikasinya

Setelah beberapa kali diperlihatkan ke khalayak ramai, kini Changan merilis harga resmi Deepal S05. Berikut detail harga dan spesifikasinya.

1 jam yang lalu


Truk
Isuzu Krawang Plant Sudah Produksi 300.000 Unit Sejak 2015

Jumlah produksi tahunan sudah mencapai 45 ribu unit.

4 jam yang lalu


Mobil Listrik
Kia Bakal Pamer Mobil Listrik Rakitan Lokal di GIIAS 2026, Ini Bocorannya

Pasar mobil listrik akan kembali mendapatkan opsi baru, bukan dari produsen China, namun datang dari brand Korea Selatan.

5 jam yang lalu


Berita
SPY SHOT: Smart #2, Titisan ForTwo Versi Terbaru

Smart #2 versi listrik murni kini memasuki tahap validasi fisik global menjelang debut model produksinya di Paris Motor Show pada Oktober 2026.

11 jam yang lalu


Berita
Geely Nekat Hadikan SUV ICE Turbo di Era EV dan Hybrid, Ini Alasannya

Berbeda dengan merek-merek mobil terkini yang gencar menawarkan mobil elektrifikasi, Geely justru baru saja menghadirkan sebuah SUV dengan mesin bensin konvensional.

12 jam yang lalu