OTODRIVER - Kehadiran Xpeng di pasar Indonesia mulai menarik perhatian konsumen dari berbagai merek, termasuk pengguna mobil Jepang dan merek Eropa premium.
Namun, seberapa besar sebenarnya konsumen yang melakukan switching dari merek tersebut ke Xpeng?
Vice President Marketing Xpeng Indonesia, Hary Arifianto mengatakan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan data terkait profil konsumen Xpeng, termasuk mereka yang sebelumnya menggunakan mobil Jepang maupun Eropa premium.
“Saat ini kami sih masih mengumpulkan datanya. Belum ada informasi secara detil dan scientific (konsumen switching dari merek Jepang dan Eropa premium ke Xpeng),” ujar Hary ketika diwawancarai saat media drive Xpeng X9 di kawasan Tangerang Banten, Senin (31/8).
Menurutnya, pembahasan mengenai perpindahan konsumen tersebut sejauh ini masih berdasarkan temuan di lapangan. Xpeng belum memiliki data yang secara ilmiah dapat menunjukkan persentase konsumen yang berpindah dari merek tertentu.
“Diskusi ini masih banyak dilakukan secara operatif di lapangan tapi belum secara ilmiah,” lanjutnya.
Meski begitu, Hary mengungkapkan bahwa indikasi konsumen yang sebelumnya menggunakan mobil Jepang maupun Eropa premium lalu memilih Xpeng cukup terlihat.
“Lumayan banyak kalau data di lapangan,” ungkap Hary.
Hal ini menunjukkan bahwa Xpeng mulai dilirik oleh konsumen yang sebelumnya berada di segmen kendaraan Jepang maupun premium Eropa. Meski demikian, angka pastinya masih harus menunggu hasil pengumpulan dan pengolahan data konsumen yang dilakukan Xpeng Indonesia.
Dengan semakin banyaknya model yang ditawarkan serta penetrasi merek asal China di pasar Indonesia, menarik untuk melihat apakah fenomena switching tersebut akan menjadi tren yang semakin kuat ke depannya.
Saat ini, Xpeng menjadi salah satu merek asal Tiongkok yang menghadirkan model premium di Indonesia dilihat dari harga jualnya. Seperti X9 yang dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 1,190 miliar. (AW)
