OTODRIVER – Pernah memperhatikan dua lubang kecil di bumper depan mobil lawas yang bisa menyemprotkan air ke lampu utama? Fitur bernama headlamp washer ini dulu banyak ditemukan, terutama pada mobil-mobil Eropa. Kini keberadaannya semakin jarang, bahkan pada sejumlah mobil premium.
Padahal, perangkat ini bukan sekadar aksesori pemanis. Fungsinya cukup penting, yaitu membersihkan permukaan kaca atau mika lampu depan dari debu, lumpur, dan kotoran yang dapat mengganggu pancaran cahaya.
Mengutip Classic & Sports Car, Chevrolet sudah menawarkan headlamp washer pada 1968. Ini menjadi salah satu catatan awal penggunaan perangkat tersebut pada mobil produksi. Sistemnya menyemprotkan cairan bertekanan melalui nozzle yang bisa keluar-masuk.
Menariknya, penerapan pada Chevrolet itu hanya sekitar empat tahun setelah patennya disetujui pada Januari 1964. Paten tersebut diajukan General Motors pada 28 Juli 1961 dengan Samuel C. Pollock dan John W. Yee tercatat sebagai penemunya.
Sementara itu, di Eropa, Saab memperkenalkan sistem pembersih lampu depan pada model 99 pada 1970. Setahun kemudian, pabrikan Swedia ini menjadikannya perlengkapan standar. Saab kemudian juga menambahkan wiper kecil agar pembersihan lebih maksimal.
Popularitasnya Memudar di Era LED
Seiring perkembangan teknologi pencahayaan, penggunaan headlamp washer mulai berkurang. Salah satu faktornya adalah hadirnya lampu LED yang lebih efisien.
Dalam dokumen pembahasan UNECE WP.29 tahun 2015, sistem pembersih lampu masih diwajibkan untuk lampu LED dengan fluks cahaya di atas 2.000 lumen. Sebaliknya, lampu LED di bawah ambang tersebut tidak diwajibkan. Ambang inilah yang memberi ruang bagi mobil berlampu LED untuk tidak lagi dilengkapi headlamp washer.
Meski begitu, penggunaan LED tidak otomatis membebaskan kendaraan dari kewajiban memasang headlamp washer. Semuanya tetap bergantung pada spesifikasi lampu dan regulasi yang berlaku.
Tak Sepenuhnya Ditinggalkan
Meski semakin jarang, headlamp washer belum sepenuhnya ditinggalkan. Perangkat ini masih dipakai pada sejumlah mobil modern yang membutuhkannya, baik karena spesifikasi teknis maupun regulasi.
Lampu LED bahkan punya tantangan tersendiri di negara empat musim. Berbeda dengan halogen dan HID, LED memancarkan radiasi inframerah yang jauh lebih sedikit ke arah depan, sehingga permukaan lensanya cenderung lebih dingin. Akibatnya, salju dan es yang menempel justru lebih sulit mencair dengan sendirinya.
Artinya, teknologi LED tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan membersihkan lampu depan. Kotoran tetap bisa mengurangi intensitas dan mengubah distribusi cahaya.
Pada akhirnya, headlamp washer kini lebih merupakan fitur yang dipasang berdasarkan kebutuhan teknis dan regulasi, bukan lagi perlengkapan yang otomatis hadir pada mobil kelas menengah ke atas. (SS)
