OTODRIVER - Tidak seperti kebanyakan pabrikan Jepang yang nampak gamang menghadapi pergeseran era otomotif global, Hyundai nampaknya lebih bergegas dalam menghadapi tren kendaraan ke depan.
Salah satu tandanya muncul di ajang Hyundai Investor Day beberapa waktu lalu (26/8/2026), CEO Hyundai Motor Company, Jose Munoz, mencanangkan bahwa Hyundai akan merilis secara bertahap 100 produk baru sampai tahun 2030.
Itu bukan sekadar wacana, penegasan yang disampaikan Jose di Seoul, Kores Selatan, itu segera diwujudkan dengan proses rilis tujuh produk baru dalam delapan bulan ke depan.
Proses tersebut belum termasuk rencana masuk ke 18 segmen dan model yang baru sama sekali.
Dirincikan lagi oleh Jose, seperti dikutip dari laman resmi Hyundai, rencana strategis itu akan dilakukan secara global, sejumlah wilayah sudah mendaatkan jatah produk barunya sendiri.
Ada 58 produk baru untuk pasar Amerika bagian Utara, 49 model untuk pasar Korea Selatan, untuk kawasan Eropa dapat jatah 41 produk, India kebagian 26 produk, dan Tiongkok akan dihadirkan 22 produk.
Lebih detail lagi, setidaknya untuk pusat produksi Hyundai di India sudah siap peluncuran SUV bertenaga listrik yang masuk A-segment alias berdimensi compact.
Akan banyak SUV baru Hyundai yang akan dirilis
Sementara itu, dalam skema global product juga sudah siap dipasarkan SUV yang masuk kategori B-segment dengan identitas melekat pada panjang bodi mulai 3,7 meter sampai 4,2 meteran. Modelnya bisa berbentk sedan, SUV, sampai MPV.
Produk-produk dengan kategori B-segment juga jadi mayoritas kendaraan yang akan dijual untuk pasar Eropa.
Barisan kendaraan yang masuk tahap awal siap rilis adalah tiga model yang bertajuk All-New yaitu Elantra, Ioniq 3, dan Tucson, termasuk varian hibrida.
Termasuk juga produk unggulan berupa Santa Fe dengan spesifikasi EREV yang akan dipasarkan perdana untuk pasar Amerika Serikat terlebih dahulu. Klaimnya SUV hasil perakitan di Alabama, Amerika Serikat itu bisa melaju sejauh 965 kilometer dalam satu kali isi daya listrik.
Target ambisius Hyundai itu juga memasukkan sejumlah model yang masuk di segmen kendaraan komersial berupa pikap dan kendaraan angkut barang ringan lainnya. Termasuk juga bakal disediakan kendaraan yang memanfaatkan sasis konvensional.
Seratus produk baru sampai 2030 akan meingkatkan kapasitas produksi Hyundai secara global sampai 1,27 juta unit. Kembali Jose merincikanya; 500 ribu unit jadi target untuk pusat produksi di Amerika Serikat, 320 ribu unit akan dibuat di India, 250 ribu unit jadi target sejumlah pusat CKD Hyundai di sejumlah negara, dan fasilitas produksi di Korea Selatan sendiri akan dijatah 200 ribu unit. (EW)
