OTODRIVER - Honda Super One untuk pasar Indonesia dihargai Rp438 juta, sudah sold out untuk pemesanan tahap pertama.
Mobil listrik yang satu itu nyata-nyata dibangun dengan insporasi sebuah Honda City Turbo II, sebagaimana diutarakan oleh sang desainer, Eiichi Nakajima.
Nakajima-san, secara resmi berstatus Designer, Product Design Studio, Automobile Design Development Office, Design Center, Honda R&D Co., Ltd.
Seperti dikutip dari laman Response, diakui juga bahwa pihak Honda tidak semata membuat desain retro. Alasannya sederhana, desain yang hanya membawa karakter lama cuma bisa dimengerti oleh mereka yang lahir di era Honda City Turbo II.
Untuk itu, berbagai unsur yang kekinian juga sangat diperhatikan oleh tim Honda saat meramu beragam factor dalam sudut pandang desain Super One.
Secara prinsip, desain baru atas Honda City Turbo II harus bisa dipahami oleh konsumen lintas generasi. Dimana salah satu unsur yang perlu dipertahankan dalam setiap proses desain Super One adalah tetap bisa mewarisi unsur fun. Baik daeri isi visual maupun saat dikendarai.
Eiichi Nakajima secara lugas menerangkan bahwa tadinya tim desain yang dipimpinnya sempat sangat tertarik dengan karakter retro, bodi membulat, ada banyak aura film klasik bertema science fiction, kontur mobil ala GT Car, sampai karakter mengendarai mainan.
Namun ternyata, proses desain seperti itu tidak dilanjutkan, alasannya sederhana, mobil jadi tidak terlihat realistis untuk jadi produk massal.
Tim desain yang berisi para insinyur berusia 20-an tahun sampai usia 50 tahunan itu kemudian mengambil perspektif baru dimana mobil reinkarnasi itu harus nampak besar meski berbodi kecil.
Hal itu kentara pada desain bemper depan serta bonnet yang tidak lagi melandai seperti pada Honda City Turbo II. Tarikan garis itu kemudian berlanjut ke area samping mobil hingga ke bagian buritan.
Unsur yang praktis dalam berbagai hal juga berujung pada munculnya desain semua pintu, kaca, sampai detail di kabin.
Siluet mobil yang diagonal termasuk salah satu terobosan desain yang semakin menguatkan kesan bahwa Super One merupakan mobil yang menyenangkan saat dikendarai dalam arti yang sebenarnya.
Menyenangkan saat dikendarai, Kembali diakui oleh Nakajima-san, tidak sesederhana yang dibayangkan untuk bisa mewujudkan dalam bentuk yang nyata.
Body roll yang wajib minim, menjadi salah satu tantangan yang harus ditundukkan agar unsur fun tidak malah hilang.
Tantangan itu kemudian menyasar soal desain sekaligus tata letak baterai di bagian bawah mobil yang kemudian berhasil menghadirkan karakter flat saat Super One bermanuver.
Faktor body roll yang kecil itu kemudian dihubungkan secara simultan atas semua detail di setiap bagian Honda Super One. (EW)
