Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Honda Memohon Pemerintah Thailand Ringankan Pajak Kendaraan CBU

Honda meminta pemerintah Thailand mempertimbangkan pengurangan pajak impor untuk mobil yang diproduksi di Jepang.
Berita
Selasa, 18 Agustus 2026 08:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo
Melihat speisfikasi dan penampilan Honda Fit saat ini seharusnya sudah bisa masuk lagi ke pasar Indonesia (Foto : Otodriver/undefined)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Honda meminta pemerintah Thailand mempertimbangkan pengurangan pajak impor untuk mobil yang diproduksi di Jepang. Kebijakan ini dinilai dapat membuka peluang bagi Honda untuk menghadirkan lebih banyak model berstatus Completely Built Up (CBU) ke Negeri Gajah Putih.

Dikutip dari Autolifethailand, Presiden sekaligus CEO Honda Automobile (Thailand), Koji Iwanami, mengatakan Honda memiliki sejumlah model produksi Jepang yang ingin dipasarkan di Thailand. Namun, tingginya pajak impor membuat harga mobil tersebut sulit bersaing dengan produk lainnya.

Honda Freed (Foto : Otodriver)

Honda pun berharap mobil produksi Jepang mendapatkan perlakuan pajak yang lebih ringan. Jika pajak impor diturunkan, sejumlah model seperti Honda Jazz dan Freed berpeluang dipasarkan di Thailand.

Menurut Iwanami, memproduksi kedua model tersebut secara lokal juga bukan pilihan yang mudah. Pasalnya, pabrik Honda di Prachinburi saat ini hampir mencapai kapasitas maksimal, yakni sekitar 110.000 unit per tahun.

BACA JUGA

Fasilitas tersebut memproduksi Honda City sedan dan hatchback, Civic, Accord, HR-V, serta CR-V. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik Thailand, produksinya juga diekspor ke lebih dari 70 negara.

Honda menilai pengurangan pajak impor mobil Jepang tidak akan mengurangi lapangan pekerjaan ataupun mengganggu bisnis pemasok lokal. Sebaliknya, Honda justru berencana meningkatkan kapasitas pabrik Prachinburi menjadi 150.000 unit per tahun dan memproduksi hingga delapan model di fasilitas tersebut.

Namun, Honda sebenarnya pernah memiliki dua pabrik di Thailand. Pada 2024, pabrikan asal Jepang ini memutuskan menghentikan produksi di fasilitas Ayutthaya dan mengalihfungsikannya menjadi pabrik komponen.

Keputusan tersebut diambil setelah produksi Honda di Thailand mengalami penurunan. Dari sebelumnya mencapai 228.000 unit pada 2019, produksinya turun menjadi sekitar 150.000 unit. Penjualan domestik Honda juga berada di bawah 100.000 unit selama empat tahun berturut-turut.

Bagaimana dengan Indonesia?

Situasi di Indonesia memiliki pendekatan yang sedikit berbeda. Mobil yang didatangkan dalam kondisi utuh atau Completely Built Up (CBU) pada dasarnya dikenakan bea masuk dan sejumlah pungutan pajak sesuai dengan asal kendaraan serta skema perdagangan yang berlaku.

Hal ini membuat negara asal produksi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan harga mobil CBU di Indonesia. Selain bea masuk, kendaraan impor juga dapat dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), serta Pajak Penghasilan (PPh) impor sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk kendaraan elektrifikasi, pemerintah Indonesia juga memiliki sejumlah skema insentif yang membuat struktur perpajakannya berbeda dengan mobil bermesin pembakaran internal. Insentif tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat harga beberapa mobil listrik impor bisa lebih kompetitif dibandingkan mobil konvensional yang sama-sama berstatus CBU.

Dengan demikian, persoalan yang dihadapi Honda di Thailand sebenarnya memiliki kemiripan dengan kondisi di Indonesia. Harga mobil CBU sangat dipengaruhi oleh struktur pajak, asal produksi, serta fasilitas perdagangan yang diterapkan pemerintah.

Saat ini, beberapa model Honda yang dipasarkan di Indonesia juga didatangkan langsung dari Jepang. Di antaranya Honda StepWGN, CR-V, dan SuperONE. (AW)


Tags Terkait :
Honda CBU
A

Aditya Widiutomo

Jurnalis

Memulai karier sebagai drifter, lantas menekuni jurnalistik otomotif dan review mobil sejak 2017. Walau sering mereview...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Honda Memohon Pemerintah Thailand Ringankan Pajak Kendaraan CBU

Honda meminta pemerintah Thailand mempertimbangkan pengurangan pajak impor untuk mobil yang diproduksi di Jepang.

2 minggu yang lalu


Berita
MG ZS Hybrid Plus, Pendobrak Pasar SUV Hybrid

Harga MG ZS Hybrid+ Rp299,9 juta untuk 1.000 unit pertama. SUV hybrid compact ini dilengkapi mesin 1.5L, transmisi 3-speed DHT, dan fitur ADAS lengkap.

1 bulan yang lalu


Berita
Honda Prelude Laris Manis, Stok 2026 Habis Dipesan

Honda Prelude telah resmi dijual di tanah air. Namun jatah untuk tahun 2026 sudah habis dipesan konsumen.

7 bulan yang lalu


Berita
Krisis Chip Semikondutor Honda Hentikan Pabriknya Di China dan Jepang, Bagaimana Dengan Indonesia?

Krisis semikonduktor ini merupakan efek domino dari perselisihan antara Belanda dan Tiongkok mengenai tata Kelola produsen chip

8 bulan yang lalu


Terkini

Van
Chery Membuat Van Tenaga Listrik Yang Dinamakan Delivan

Dalam pemasarannya akan masuk kawasan Eropa terlebih dahulu.

3 jam yang lalu


VIDEO: Crash Test Leapmotor B05 (Euro NCAP)

Leapmotor B05 kembali membuktikan keselamatannya.

Berita | 3 jam yang lalu


Berita
Beberapa Unit Tesla Model Y Alami Ambles Suspensi Belakang

Tesla Model Y L, SUV enam penumpang yang diproduksi di Gigafactory Shanghai, China, tengah menjadi sorotan.

4 jam yang lalu


Berita
Zeekr 7X Bakal Gendong Baterai 85 kWh dan Tenaga Hampir 500 Hp

Zeekr 7X bakal mendapat pembaruan signifikan. Begini spesifikasinya.

5 jam yang lalu


Berita
Hasil Riset Audi, Konsumen Kaya Tetap Mau Mobil Yang Berisik

Pihak Audi akan membuat kompromi produk dengan mesin fosil dan sistem plug-in hybrid.

6 jam yang lalu