OTODRIVER - Geely terus memperluas teknologi pengisian cepat untuk mobil listriknya. Pabrikan asal China ini telah mengoperasikan stasiun fast charging 12C di lima kota di China, sebagai respons terhadap teknologi flash charging milik BYD.
Dikutip dari National Business Daily, stasiun pengisian bernama Smart Charging C12 tersebut sudah tersedia di Hangzhou, Shanghai, Ningbo, Jiaxing dan Xi’an.
Teknologi ini menawarkan daya puncak hingga 2.250 kW pada setiap konektor. Geely mengklaim sistem tersebut mampu mengisi baterai kendaraan listrik dari 10 hingga 70 persen hanya dalam 4 menit 30 detik.
Sementara untuk pengisian dari 10 hingga 97 persen, waktu yang dibutuhkan hanya 8 menit 40 detik.
Saat ini, teknologi tersebut dapat digunakan oleh beberapa model listrik dari Geely Group, khususnya Zeekr 001 dan Lynk & Co 10.
Zeekr 001 menggunakan baterai ternary NMC bertegangan 783,3 volt. Sedangkan Lynk & Co 10 dibekali baterai berkapasitas 95 kWh dengan tegangan 772,8 volt.
Keduanya mampu menerima daya pengisian hingga 1.100 kW. Angka tersebut setara dengan sistem pengisian 12C, atau daya pengisian yang mencapai 12 kali kapasitas baterai.
Menariknya, Geely juga membekali Smart Charging C12 dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Sistem ini menggunakan algoritma prediksi kenaikan temperatur baterai yang diklaim mampu memperkirakan perubahan suhu internal baterai hingga 30 detik sebelumnya.
Informasi tersebut kemudian digunakan untuk mengatur distribusi daya pengisian secara dinamis. Geely mengklaim teknologi ini dapat menjaga temperatur maksimum baterai di bawah 65 derajat Celsius sekaligus memperpanjang usia siklus baterai hingga lebih dari 20 persen.
Stasiun tersebut memiliki kemampuan hingga 1.500 volt dan 1.500 ampere. Dengan konfigurasi ini, dua mobil dapat melakukan pengisian secara bersamaan dengan daya masing-masing mencapai 1 MW.
Geely mengembangkan teknologi tersebut bersama perusahaan teknologi asal China, StepOne. Sistem AI yang digunakan disebut berasal dari large model yang dikembangkan kedua perusahaan dan menjadi dasar dari fitur AI Charging pada Smart Charging C12.
Tak berhenti di sana, Geely juga tengah mengembangkan arsitektur kelistrikan 1.000 volt untuk mempercepat proses pengisian. Pabrikan ini menargetkan waktu pengisian 10-80 persen bisa ditekan hingga di bawah 5,5 menit.
Ke depannya, mobil listrik Geely berpotensi memanfaatkan daya pengisian hingga 2.250 kW, sesuai kemampuan infrastruktur Smart Charging C12.
Untuk memperluas ekosistemnya, Geely berencana membangun 15.000 stasiun Smart Charging dengan total 50.000 konektor di seluruh China pada 2027. (AW)
