OTODRIVER - Perjalanan Epic Journey akhirnya berlanjut hingga Toraja. Setelah sebelumnya bermalam di Parepare, kali ini rombongan bertolak menghabiskan 150 km lagi, menuju tujuan akhir.
Selama perjalanan, banyak sekali yang dirasakan. Karena Veloz Hybrid tidak sekadar menawarkan teknologi elektrifikasi. Mobil ini dikembangkan dengan pendekatan yang menyesuaikan kebutuhan keluarga Indonesia, mulai dari efisiensi, kepraktisan penggunaan, hingga kemampuan menghadapi beragam karakter jalan.
Irit Bukan Hanya dalam Kondisi Tertentu
Salah satu daya tarik utama Veloz Hybrid adalah efisiensi bahan bakarnya. Teknologi hybrid yang digunakan memungkinkan mobil mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik sesuai kondisi berkendara.
New Veloz Hybrid EV menggunakan mesin 1.500 cc 2NR-VEX dengan sistem Series-Parallel Hybrid yang dikendalikan Toyota Hybrid System (THS). Sistem ini memanfaatkan mesin bensin, motor listrik, generator, Power Control Unit, serta Power Split Device untuk mengatur distribusi tenaga secara otomatis.
Dalam kondisi berhenti maupun lalu lintas stop-and-go, misalnya, motor listrik dapat mengambil peran sehingga mesin bensin tidak selalu bekerja. Saat membutuhkan akselerasi lebih besar atau ketika melewati tanjakan, mesin bensin dan motor listrik dapat bekerja bersama.
Artinya, efisiensi tidak hanya bergantung pada satu kondisi berkendara. Sistem hybrid Toyota dapat menyesuaikan sumber tenaga berdasarkan kebutuhan kendaraan.
Toyota mencatat Veloz Hybrid mampu menghasilkan efisiensi lebih dari 40 persen dibandingkan Veloz bermesin bensin. Sementara dalam pengujian media GridOto di rute dalam kota, konsumsi bahan bakarnya tercatat 28,9 km/liter.
Karakter tersebut membuat Veloz Hybrid relevan untuk penggunaan harian, baik ketika digunakan menghadapi kemacetan perkotaan maupun saat membawa keluarga bepergian keluar kota.
Self-Charging, Tidak Perlu Mengubah Kebiasaan Berkendara
Kepraktisan menjadi aspek lain yang ditawarkan Veloz Hybrid. Berbeda dengan mobil listrik murni yang membutuhkan pengisian baterai dari sumber listrik eksternal, sistem hybrid Veloz bersifat self-charging. Energi listrik untuk baterai dapat diperoleh dari sistem kendaraan, termasuk melalui regenerative braking.
Dengan demikian, pemilik tidak perlu mencari charging station atau menyediakan perangkat pengisian khusus di rumah hanya untuk menjalankan mobil.
Konsep tersebut membuat transisi menuju kendaraan elektrifikasi terasa lebih sederhana. Pengemudi cukup mengisi bahan bakar seperti mobil konvensional, kemudian sistem hybrid bekerja secara otomatis sesuai kondisi perjalanan.
Inilah salah satu pendekatan Toyota dalam menghadirkan teknologi elektrifikasi yang tidak mengharuskan konsumen mengubah kebiasaan berkendara secara drastis.
Dikembangkan untuk Kebutuhan Indonesia
Keunggulan Veloz Hybrid juga tidak bisa dilepaskan dari statusnya sebagai produk yang diproduksi secara lokal di Indonesia. Toyota melakukan pengembangan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen dan karakter penggunaan kendaraan di tanah air.
Sejak awal, Veloz memang diarahkan sebagai MPV keluarga yang memiliki dimensi relatif kompak tetapi tetap mampu menyediakan kabin 7-penumpang. Konsep tersebut kemudian diteruskan pada versi hybrid.
Veloz Hybrid memiliki panjang 4.475 mm, lebar 1.750 mm dan wheelbase 2.750 mm. Dimensi tersebut memberikan ruang kabin yang lapang tanpa membuat mobil menjadi terlalu besar untuk penggunaan perkotaan.
Fun fact-nya, aspek kepraktisan kendaraan untuk kehidupan masyarakat Indonesia bahkan menjadi bagian dari pertimbangan pengembangan, termasuk bagaimana mobil dapat mengakomodasi kondisi rumah dan garasi masyarakat.
Hasil akhirnya adalah sebuah MPV yang relatif compact dari sisi ukuran, tetapi tetap menawarkan ruang yang cukup untuk kebutuhan keluarga.
Konsep ini penting karena mobil keluarga di Indonesia harus mampu menjalankan banyak peran sekaligus. Pada hari kerja digunakan untuk aktivitas sehari-hari, sementara akhir pekan dapat berubah menjadi kendaraan untuk membawa seluruh keluarga, barang bawaan, maupun perjalanan antarkota.
Efisiensi dan Durabilitas Diuji Lintas Indonesia
Menariknya, Toyota tidak hanya berbicara mengenai efisiensi dan keandalan Veloz Hybrid melalui spesifikasi di atas kertas. Pembuktian dilakukan melalui ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa.
Pada perjalanan pertama, Veloz Hybrid EV menempuh lebih dari 7.700 km dari Mandalika, Lombok, menuju Medan, Sumatera Utara. Perjalanan berlangsung selama 47 hari, melewati empat pulau, 14 provinsi, dan 45 kota. Rutenya mencakup jalan tol, perkotaan, pedesaan, hingga jalur pegunungan.
Dalam perjalanan tersebut, Toyota menyebut Veloz Hybrid mampu mencatat efisiensi sekitar 40-50 persen lebih irit dibandingkan varian konvensional.
Pengujian kemudian dilanjutkan melalui Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0: Jelajah Sulawesi. Dimulai dari Kendari dan berakhir di Manado, ekspedisi kedua menempuh sekitar 6.500 km dengan karakter jalan dan medan yang berbeda.
Jika digabungkan, kedua ekspedisi tersebut membuat Veloz Hybrid telah menempuh lebih dari 14.200 km di berbagai wilayah Indonesia.
Full Hybrid 7-Seater yang Dekat dengan Kebutuhan Keluarga
New Toyota Veloz Hybrid EV pada akhirnya membawa pendekatan yang cukup jelas: teknologi full hybrid dibuat lebih mudah dijangkau tanpa menghilangkan karakter dasar sebuah MPV keluarga.
Dengan harga mulai Rp303 juta dalam program “Hybrid EV untuk Semua”, konfigurasi tujuh penumpang, sistem self-charging hybrid, konsumsi bahan bakar yang efisien, serta pengujian lintas berbagai wilayah Indonesia, Veloz Hybrid diposisikan Toyota sebagai most affordable 7-seater full hybrid MPV di Indonesia.
Bagi keluarga yang ingin masuk ke era elektrifikasi tetapi tetap menginginkan cara penggunaan mobil yang familiar, kombinasi tersebut menjadi salah satu pendekatan yang ditawarkan Toyota.
Pada akhirnya, elektrifikasi tidak selalu berarti harus mengubah kebiasaan. Melalui Veloz Hybrid, Toyota mencoba membawa teknologi tersebut lebih dekat dengan rutinitas masyarakat Indonesia: tetap bisa membawa tujuh orang, tetap praktis untuk perjalanan jauh, tidak membutuhkan charging eksternal, namun menawarkan efisiensi yang lebih baik untuk penggunaan sehari-hari. (AB)
