Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

EPIC Journey : Makassar-Toraja 350 Km, Kabin Veloz Hybrid Nyaman

Epic Journey Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0 berlanjut dari Makassar ke Pare-Pare, Sidrap hingga Toraja. Kali ini tim mencoba memahami cara kerja hybrid sembari merasakan kenyamanan kabin Veloz.
Berita
Rabu, 23 September 2026 10:30 WIB
Penulis : Ahmad Biondi
Epic Journey Sulawesi (Foto : Otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Epic Journey Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0 yang dibawakan trio Fitra Eri, Ridwan Hanif, dan Om Mobi memasuki episode kedua. Kali ini berjalan hingga Toraja melewati Pare Pare dan Sidrap dengan jarak tempuh mencapai 338 km.

Obrolan dibuka dengan membahas salah satu hal yang langsung terasa ketika menggunakan Toyota Veloz Hybrid adalah karakter berkendaranya yang nyaman. Kabin dirancang untuk membawa keluarga, dengan ruang yang memungkinkan orang dewasa tetap mendapatkan posisi duduk yang nyaman hingga baris paling belakang.

Akomodasi menjadi salah satu nilai penting bagi sebuah MPV. Selain membawa penumpang, kendaraan keluarga juga kerap digunakan untuk membawa koper, barang belanjaan, perlengkapan anak, hingga berbagai kebutuhan selama perjalanan.

Toyota Veloz Hybrid menawarkan kabin dan ruang bagasi yang luas di kelasnya. Fleksibilitas interior tersebut membuat mobil ini tidak hanya relevan untuk aktivitas harian, tetapi juga perjalanan luar kota maupun kegiatan bersama keluarga.

BACA JUGA

Kenyamanan semakin terasa karena karakter kabinnya yang senyap. Saat melaju, dukungan motor listrik membuat perpindahan tenaga terasa lebih halus sehingga penumpang dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman.

Epic Journey Sulawesi (Foto : Otodriver/Awie Ananta)

Ground clearance 205 mm, lebih siap menghadapi kondisi jalan Indonesia

Sepanjang perjalanan dari Makassar ke Pare-Pare memang kebanyakan melewati jalan dengan kontur rata dan permukaan halus serta sesekali jalan kasar, namun dengan ground clearance 205 mm. Angka tersebut memberikan ruang yang cukup ketika mobil melewati berbagai kondisi jalan dalam penggunaan sehari-hari maupun perjalanan luar kota.

Dimensi kendaraan juga tetap berada pada ukuran yang sesuai untuk penggunaan di berbagai kondisi jalan. Artinya, Veloz Hybrid masih dapat digunakan sebagai kendaraan harian di perkotaan, sekaligus memiliki kemampuan jelajah yang mendukung kebutuhan roadtrip seperti pada kesempatan ini.

Hal menarik lainnya adalah keberadaan ban cadangan (spare tire). Fitur ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat berguna ketika terjadi kondisi darurat seperti ban mengalami kerusakan atau kebocoran saat perjalanan jauh dan berada jauh dari fasilitas perbaikan.

Motor listrik membuat akselerasi lebih halus dan responsif

Kemudian karakter berkendara Toyota Veloz Hybrid terasa berbeda dibandingkan MPV bermesin bensin konvensional. Salah satu penyebabnya adalah dukungan motor listrik pada sistem hybrid Toyota. Motor listrik mampu memberikan dorongan sejak awal kendaraan bergerak, sehingga respons akselerasi terasa lebih halus dan responsif.

Dalam kondisi stop and go di perkotaan, karakter ini terasa membantu. Mobil dapat bergerak dengan lebih tenang tanpa harus selalu mengandalkan mesin bensin.

Sementara ketika membutuhkan tenaga lebih besar, sistem hybrid dapat mengombinasikan kerja mesin bensin dan motor listrik. Kombinasi tersebut membuat pengalaman berkendara terasa lebih natural, sekaligus membantu menjaga efisiensi penggunaan energi.

Memahami cara kerja Hybrid Toyota

Teknologi hybrid Toyota memiliki sejarah panjang dan dikembangkan Toyota sebagai salah satu pionir teknologi hybrid di industri otomotif. Salah satu bagian penting dalam sistem Hybrid Toyota adalah Power Split Device (PSD). Sistem ini memungkinkan tenaga dari mesin bensin dan motor listrik dikelola secara efisien sesuai kondisi berkendara.

Secara sederhana, pengemudi tidak perlu menentukan kapan mesin bensin harus menyala atau kapan motor listrik harus bekerja. Sistem akan mengatur distribusi tenaga secara otomatis berdasarkan kondisi kendaraan.

Dalam kondisi tertentu, mobil dapat bergerak menggunakan tenaga listrik. Ketika membutuhkan tenaga lebih besar atau kondisi berkendara berubah, mesin bensin dapat ikut bekerja. Pada saat deselerasi dan pengereman, energi kinetik juga dapat dimanfaatkan untuk mengisi kembali baterai melalui sistem regenerative braking.

Teknologi ini menjadi salah satu alasan mengapa penggunaan mobil hybrid tidak membutuhkan perubahan kebiasaan berkendara yang signifikan. Pengemudi cukup mengoperasikan kendaraan seperti mobil pada umumnya, sementara sistem hybrid bekerja secara otomatis di belakang layar.

Manfaatnya bukan hanya berkaitan dengan efisiensi bahan bakar. Sistem tersebut juga memberikan karakter berkendara yang lebih halus dan senyap, khususnya ketika kendaraan bergerak menggunakan tenaga listrik.

Saat tiba di Pare Pare. (Foto : Otodriver/Ahmad Biondi)

e-CVT bukan CVT konvensional

Masih dalam bahasan teknologi, salah satu istilah yang sering muncul pada mobil hybrid Toyota adalah e-CVT. Meski sama-sama menggunakan istilah CVT, mekanismenya berbeda dari CVT konvensional yang umum digunakan pada mobil bermesin bensin. Pada sistem hybrid Toyota, e-CVT bekerja bersama Power Split Device untuk mengatur hubungan antara mesin bensin, motor generator, dan motor penggerak.

Karena mekanismenya berbeda, e-CVT tidak bekerja dengan konsep sabuk dan pulley seperti CVT konvensional. Pengaturan tenaga dilakukan melalui sistem elektrifikasi dan planetary gear set sehingga distribusi tenaga dapat berlangsung secara halus.

Karakter tersebut turut memberikan respons yang konsisten ketika mobil berakselerasi. Pengemudi pun tidak perlu melakukan pengoperasian khusus karena seluruh proses pengaturan tenaga berlangsung secara otomatis.

Bagi pengguna, keuntungannya sederhana: berkendara terasa responsif, halus, dan tetap praktis.

Perawatan hybrid Toyota tidak perlu dikhawatirkan

Salah satu pertanyaan yang masih sering muncul ketika seseorang mempertimbangkan mobil hybrid adalah mengenai biaya dan kerumitan perawatan. Toyota memberikan dukungan melalui program T-Care, termasuk fasilitas bebas biaya servis berkala sesuai ketentuan program yang berlaku. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting karena pengguna dapat melakukan perawatan kendaraan di jaringan bengkel resmi Toyota.

Jaringan Toyota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia juga memberikan kemudahan ketika mobil digunakan untuk perjalanan antarkota.

Dengan demikian, keberadaan teknologi hybrid tidak serta-merta membuat pemilik harus melakukan perawatan yang jauh lebih rumit dibandingkan mobil konvensional. Sistem hybrid Toyota juga telah digunakan dalam jangka panjang di berbagai model Toyota sehingga teknologinya terus dikembangkan dan disempurnakan.

Efisiensi bertemu kenyamanan

Dalam penggunaan sehari-hari, keunggulan mobil hybrid tidak hanya terletak pada angka konsumsi bahan bakar. Pengalaman berkendara juga menjadi bagian penting.

Saat melaju perlahan di kawasan perkotaan, motor listrik dapat memberikan pengalaman berkendara yang senyap dan halus. Ketika membutuhkan akselerasi, mesin bensin dan motor listrik dapat bekerja bersama.

Karakter seperti ini membuat Toyota Veloz Hybrid menarik untuk digunakan dalam dua skenario sekaligus: perjalanan dalam kota yang membutuhkan efisiensi dan roadtrip yang membutuhkan kenyamanan serta fleksibilitas.

Pada Epic Journey kali ini, Toyota Veloz Hybrid tidak memiliki masalah ketika harus menempuh perjalanan jauh. (AB)


Tags Terkait :
A
Ahmad Biondi

Editor

Pria necis yang hobi olahraga ini sudah menjadi jurnalis otomotif sejak 2009. Berpengalaman menguji dan mereview banyak...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Artikel Terkait





Terkini

Terkini