OTODRIVER – Mesin V6, V8, V10, bahkan V12 dan V16 menjadi mesin yang jamak digunakan mobil. Walau pun V16 menjadi mesin yang langka, karena umumnya digunakan pada mobil super mewah di era 30-an dan juga mobil eksotik modern seperti Buggati Tourbillon yang memang sangat ekslusif. Tapi coba bandingkan dengan mobil dengan mesin V4. Maka jumlah V16 justru jauh lebih banyak.
Padahal, secara teori V4 punya kelebihan menarik. Karena empat silinder dibagi menjadi dua bank, mesin ini bisa dibuat lebih pendek dibanding mesin empat silinder segaris atau inline-four (I4).
Lalu kenapa tidak populer?
Jawabannya justru ada pada I4 itu sendiri.
Mesin I4 sudah cukup sederhana, kompak dan murah dibuat. Hanya ada satu cylinder head dan satu rangkaian valvetrain. Sementara V4 konvensional membutuhkan dua cylinder head dan konstruksi yang lebih rumit.
Road & Track mencatat, penggunaan V4 pada mobil produksi memang sangat terbatas. Beberapa nama yang pernah menggunakannya antara lain Lancia dan Ford.
Menariknya, V4 memang lebih pendek, tetapi lebih lebar. Padahal ruang mesin mobil modern umumnya masih cukup untuk menempatkan I4.
Artinya, pabrikan harus membuat mesin yang lebih rumit demi mendapatkan keuntungan dimensi yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Bukan berarti V4 jelek
Justru V4 punya beberapa kelebihan teknis. Crankshaft-nya lebih pendek sehingga berpotensi lebih kaku dan kompak.
Lancia bahkan pernah memanfaatkan karakter ini. Lancia Fulvia menggunakan V4 dengan sudut antarbank hanya sekitar 13 derajat. Desainnya sangat kompak dan menjadi salah satu contoh V4 paling menarik dalam sejarah mobil.
Ford juga pernah memiliki Taunus V4 yang kemudian digunakan Saab pada beberapa model, termasuk Saab 95, 96 dan Sonett.
Bahkan di era modern, Porsche 919 Hybrid menggunakan mesin V4 2,0 liter turbo untuk balap ketahanan. Porsche menyebut mesin tersebut sebagai bagian dari sistem hybrid yang dirancang untuk mendapatkan performa tinggi dengan packaging yang kompak.
Jadi masalahnya bukan V4 tidak bagus.
V4 hanya kalah masuk akal dibanding I4 untuk kebanyakan mobil jalan raya.
Dan ketika jumlah silinder naik menjadi enam, ceritanya berbeda. V6 menawarkan keuntungan packaging yang jauh lebih besar dibanding mesin enam silinder segaris.
Itulah sebabnya V6 bertahan, sementara V4 lebih banyak menjadi catatan menarik dalam sejarah otomotif. (SS)
Mobil yang Pernah Menggunakan V4
Model | Mesin | Catatan |
Lancia Fulvia | V4 1.1–1.6 liter | V4 narrow-angle |
Ford Taunus | V4 1.2–1.7 liter | Dipakai sejak 1960-an |
Saab 95/96 | Ford V4 1.5–1.7 liter | Menggantikan mesin dua-tak |
Saab Sonett | Ford V4 | Mobil sport Saab |
Porsche 919 Hybrid | V4 2.0 turbo | Mobil balap Le Mans |
