OTODRIVER – Meskipun tren penjualan mobil baru nasional tahun 2025 masih belum menggembirakan, namun Daihatsu di rentang peiode Januari–Desember 2025 tetap membukukan penjualan ritel sebanyak 137.835 unit.
Adapun kontributor utama yang menyumbang lebih dari 80 persen penjualan ritel Daihatsu berasal dari tiga model andalan, yakni Gran Max series di segmen Commercial Low, Sigra dan Ayla di segmen LCGC (Low Cost Green Car), Terios di segmen SUV Medium.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan Daihatsu sebagai Sahabat mobilitas harian maupun bisnis. Pencapaian ini menjadi penguat konsistensi Daihatsu dalam mempertahankan posisi nomor 2 penjualan otomotif nasional selama 17 tahun berturut-turut. Kepercayaan ini memotivasi kami untuk terus menghadirkan produk dan layanan berkualitas demi menghadirkan kebahagiaan bagi pelanggan,” urai Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, dalam keterangan resminya.
Pada segmen mobil penumpang LCGC Daihatsu, penjualan Sigra dan Ayla sepanjang 2025 mencapai 47.901 unit.
Capaian itu sekaligus mengukuhkan dominasi Daihatsu di segmen pasar LCGC Indonesia sebagai pilihan utama masyarakat dengan pangsa pasar sebesar 36,6 persen.
Sementara itu pada segmen SUV Medium, Terios mencatat penjualan 15.557 unit dan berada di jajaran 2 besar SUV Medium favorit dengan pangsa pasar sekitar 12 persen.
Terios juga menjadi model terlaris di segmen SUV Medium dengan harga hingga Rp300 juta dengan pangsa pasar sekitar 45 persen.
Untuk segmen Commercial Low, Gran Max series tetap menjadi favorit Sahabat Bisnis dengan penjualan 61.871 unit dan memimpin pasar di segmen tersebut dengan pangsa pasar 65 persen.
Secara rinci, Gran Max Pick Up membukukan 43.199 unit (pangsa pasar sekitar 58 persen di segmen Pick Up Low), serta Gran Max Mini Bus 18.672 unit (pangsa pasar sekitar 92 persen di segmen Semi Commercial).
Secara keseluruhan, Daihatsu juga menempati posisi utama sebagai merek kendaraan paling diminati di segmen harga hingga Rp300 juta dengan pangsa pasar 32,5 persen. (EW)
