OTODRIVER - Model mobil apakah yang paling lama bertahan di lini produksi dan bahkan setelah lebih dari 90 tahun tetap diproduksi dengan nama yang sama?
Jawabannya adalah Chevrolet Suburban. Label ini sudah mulai eksis dari 1935 sebagai model kendaraan penumpang yang dijual secara umum.
Hingga 91 tahun kemudian, 12 generasi label Suburban masih eksis dan tetap berada di bawah kendali Chevrolet dan juga masih berada di bawah payung General Motors (GM).
Menurut Gmauthority.com, sejarah dimulai pada 1933, di mana sebuah prototipe kendaraan sasis tangga di kelas ½ ton. Model ini awalnya dirancang sebagai kendaraan angkut tentara dan juga pegawai pemerintah AS, seperti National Guard dan Civilian Conservation Corps.
Bodinya masih menggunakan bahan kayu dan dirancang mampu angkut 8 orang. Dari sisi mesin ia menggunakan mesin 6 silinder berkapasitas 3.400 cc dan dikawinkan dengan transmisi manual 3 percepatan. Mesin ini jenis yang cukup melekat dengan Chevy dan sohor disebut sebagai Stovebolt engine.
Dari model inilah, baru di 1935 model sipilnya mulai diproduksi dan dijual luas. Model awal mobil hadir dengan karoseri kayu (wood coach) ini pun kemudian diganti menjadi steel body yang lebih awet dan kokoh, setahun setelah model ini diluncurkan.
Tradisi mobil dengan bodi besi ini kemudian menjadi standar bagi generasi-generasi seterusnya.
Kesuksesan Chevrolet pada Suburban, sepertinya menarik perhatian GMC. Brand yang masih satu payung dengan Chevrolet ini pun melakukan rebadge dengan menghadirkan GMC Suburban tepat saat generasi II Chevrolet Suburban diperkenalkan pada 1941.
Duet dengan GMC ini bertahan hingga tahun 2000. Di mana kemudian GMC mengganti nama Suburban dengan Yukon XL dan Yukon Denali XL sebagai versi mahalnya. Walau pakai nama lain tapi pada dasarnya Yukon tetaplah rebadge dari Suburban.
Sebelumnya, di 1999, Cadillac memperkenalkan Escallade yang tak lain adalah rebadge dari Suburban namun hadir lebih mewah.
Nama Suburban
Mengenai penamaan, masih mengutip dari Gmauthority, label Suburban ini diambil lantaran ditargetkan sebagai kendaraan untuk melayani kebutuhan mobilitas antar kota dan pinggiran kota (Suburban) dengan membawa beban banyak.
Pada awal mobil ini punya nama lebih panjang yakni Suburban Carryall.
Nama Suburban, sebenarnya bukan melulu monopoli GM. Pada 1949, Plymouth menggunakan versi stationwagon dari sedannya DeLuxe. Plymouth pada akhirnya berhenti menggunakan nama Suburban pada 1978 di mana model terakhir ini adalah sosok versi stationwagon dari Fury.
Sejauh ini tidak diketahui adanya perselisihan antara GM dan Chrysler Group terkait nama ini. Jalopnik mengungkapkan karena saat itu nama Suburban juga banyak digunakan oleh brand lain seperti Studebaker, Dodge dan Nash untuk produk stationwagon, khususnya pada tahun 40 hingga 60-an.
Motortrend mengabarkan bahwa pada akhirnya Chevrolet baru mendaftarkan dan mendapatkan hak merek dagang eksklusif atas nama "Suburban" pada tanggal 7 Januari 1988.
Urban Legend Transportasi Indonesia
Pada era 50 hingga awal 80-an, Chevrolet Suburban dikenal sebagai salah satu moda transportasi massal. Salah satunya adalah perusahaan travel 4848 yang kala itu banyak menggunakan sebagai armada melayani trayek Jakarta-Bandung.
Seperti dikutip harian Pikiran Rakjat, Mei-1959 angkutan Suburban merupakan transportasi mewah di jamannya. Penumpang dijemput di rumah dan diantarkan sampai alamat tujuan. Saat itu tarifnya Rp 70 per penumpang dan pemesanan harus dilakukan sehari sebelumnya.
Inilah salah satu urban legend di dunia transportasi di Indonesia. (SS)
