Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Ini Kata ‘Bapak Nissan GT-R’ Soal Model Penerusnya

Esensi sebuah mobil sport yang menyenangkan saat dikendarai jangan sampai hilang
Berita
Rabu, 24 September 2025 09:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Hiroshi Tamura, orang yang paling bertanggung jawab dalam terciptanya Nissan GT-R (Foto :Nissan)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER- Nissan GT-R memang sudah masuk masa pensiun setelah 18 tahun dipasarkan dan sukses menjadi salah satu produk ikonik dari industri otomotif Jepang. 

Seiring itu juga, kehadiran Nissan GT-R tak bisa dipisahkan dari sosok Hiroshi Tamura. Saat ini jabatan resminya adalah Chief Product Specialist di Nismo Business Office yang berlokasi di kota Yokohama. 

Peran pria kelahiran 1962 itu atas kelahiran GT-R saat ia dapat penugasan tahun 1997 ke Product Planning Department. Di posisi yang  baru inilah Tamura-san mulai bersentuhan dengan proyek membangun mobil sport yang kelak bernama GT-R. 

Menurutnya seperti dikutip dari laman Nissan-Global, menghadirkan mobil yang juga punya julukan R35 itu muncul di periode tahun 2001. Waktu itu, pria yag tahun 2012 berkarier di unit Nismo ini mengumandangkan kepada timnya untuk tidak lagi memikrikan soal aplikasi mesin enam silinder dan transmisi manual.

BACA JUGA

Bukan karena ia tidak punya respek terhadap mesin RB26DET yang legendaris serta pemakaian tramsisi manual yang banyak jadi modul ikonik mobil sport Jepang. Namun dipemikirannya bagaimana menghadirkan model baru selepas era Nissan Skyline R34 yang menurutnya harus punya karakter baru yang sama sekali berbeda. 

Tamura-san di tahun 1997 terlibat aktif dalam membuat produk penerus Nissan Skyline R34 (Foto : Nissan)

Waktu itu alumnus Tokyo Metropolitan University itu berpandangan kalau model baru sedan sport Nissan itu akan mengadopsi mesin ukurannya lebih compact, serupa mesin-mesin tengah, dan bertransmisi otomatik. 

Disebutkannya pula kalau ide adopsi transmisi otomatik itu karena ia pernah melihat konsep transmisi itu dengan fitur kopling ganda di sebuah kertas kerja pada awal tahun 2000. Tentu saja ide ini saat itu seperti tidak lazim dalam membuat mobil sport bagi sebuah pabrikan Jepang. 

Namun Hiroshi Tamura berkeyakinan bahwa opsi tersebut benar adanya. Hal itu bukan sekadar keyakinan, ia melihat sejumlah mobil eksotis asal Italia di periode itu bertransmisi otomatik dan nyata bisa mendulang kesuksesan. 

Bukan hanya sukses besar, beragam testimoni dari pemilik mobil-mobil Italia itu juga mengungkapkan kepuasaanya akan kinerja transmisi tanpa pedal kopling itu.

Sketsa awal Nissan GT-R yang kemudian rilis perdana tahun 2007 (Foto : Nissan)

Mobil yang asyik dibawa ngebut dan jalan harian

Dari berbagai proses yang tak jarang sangat rumit, sebuah GT-R hadir dengan dua karakter khas. Tamura-san menyebut dua huruf yaitu GT, punya makna soal kenyamanan dan menjanjikan impresi berkendara yang maksimal. 

Huruf R sendiri punya makna high performace. Jadi karakter mobil yang bermutu kendara tertinggi ala mobil balap sekaligus bisa dikemudikan lebih hakus saat dibawa melintasi rute harian. 

Pria yang juga pernah berkarier di unit pengembangan aksesori Nissan, Autech, ini menegaskan bahwa Nissan GT-R merupakan mobil yang bisa memikat para petrolhead antar benua untuk meyakini bahwa mobil dengan mesin 3.800 turbo ganda berkode VR38DETT V6 itu memang sebuah produk yang spesial. 

Sejurus kemudian juga diutarakan bawah Nissan GT-R dengan laburan warna Wangan Blue (Bayside Blue) dan Millenium Jade lebih spesial di matanya. 

Berkaitan dengan berakhirnya masa edar GT-R, Hiroshi Tamura mengingatkan bahwa GT-R pernah hadir sebagai mobil yang bisa menciptakan kebahagiaan bagi pembesutnya.

Kendati ia saat ini tidak punya wewenang langsung lagi berkaitan soal product planning namun kembali diingatkannya, kekuatan penting GT-R yang mungkin akan dihadirkan lagi dengan versi terbaru nanti adalah soal performa mesin supaya selalu diperhatikan dengan cermat. (EW)

Mesin VR38DETT V6 jadi salah satu kunci sukses Nissan GT-R selama 18 tahun (Foto : Nissan)

Tags Terkait :
Nissan Gtr
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Berita
Nissan GT-R Ternyata Masih Belum Pensiun?

Tapi mungkin versi 2025 adalah model terakhirnya

2 tahun yang lalu


Berita
Ini Kata ‘Bapak Nissan GT-R’ Soal Model Penerusnya

Esensi sebuah mobil sport yang menyenangkan saat dikendarai jangan sampai hilang

10 bulan yang lalu


Berita
Sayonara Nissan GT-R R35!

Nissan GT-R akan menyudahi kiprahnya pada tahun 2024 ini.

2 tahun yang lalu


Berita
Nissan Buka Jasa Restorasi Skyline Klasik. Biayanya 3x Lipat Skyline Baru.

Nissan Skyline lawas akan direstorasi total

5 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Alasan Toyota Belum Minat Terjunkan PHEV di Indonesia

PT Toyota Astra Motor (TAM) tampaknya masih melihat teknologi hybrid sebagai pilihan elektrifikasi yang paling sesuai untuk pasar Indonesia.

1 jam yang lalu


Berita
Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE Hadir di GIIAS 2026: Performa, Kenyamanan, dan Teknologi Elektrifikasi dalam Satu Paket

Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE masih menjadi andalan Nissan di segmen SUV pasar Indonesia. Simak keunggulannya.

2 jam yang lalu


Berita
Toyota Buka Peluang Avanza Berpenggerak Hybrid

PT Toyota Astra Motor (TAM) membuka peluang menghadirkan varian hybrid pada salah satu produk MPV andalannya, Avanza.

3 jam yang lalu


Berita
Isuzu Perkuat Layanan Aftersales di GIIAS 2026, Fokus Jaga Operasional Armada

Isuzu menghadirkan sejumlah layanan terintegrasi, mulai dari solusi perawatan proaktif, ketersediaan suku cadang, perluasan jaringan layanan, hingga pemanfaatan teknologi.

4 jam yang lalu


Berita
Biaya Harian Wuling Aira ev Lebih Hemat DibandingLCGC? Ini Perbandingannya dengan Honda Brio, Toyota Agya, dan Daihatsu Ayla

Menghitung perbandingan penggunaan harian Aira ev dengan LCGC yang ada di Indonesia saat ini. Mana yang lebih hemat?

17 jam yang lalu