Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Gagang Pintu Retractable Akan Dilarang Pada Mobil Buatan Tiongkok

Desain konvensional dianggap lebih aman saat terjadi kecelakaan, serta lebih kuat di cuaca ekstrem.
Berita
Senin, 8 September 2025 10:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Gagang pintu model pop-out disebut regulator otomotif Tiongkok juga berpotensi menimbulkan arus pendek akibat tetesan air hujan (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Regulator di Tiongkok dikabarkan akan segera melarang adopsi fitur gagang pintu tersembunyi, fully retractable, di semua kendaraan yang dibuat dan diedarkan. Alasan yang dikemukakan adalah didapatinya potensi malfungsi yang berbahaya saat kondisi darurat. 

Seperti dikutip dari laman Carnewschina, saat ini regulator dan seluruh institusi teknis serta perwakilan industri otomotif Cina sedang intensif membahas soal itu. 

Secara prinsip, tanpa mengurangi kreativitas desain, model gagang pintu yang semi-retractable dan yang konvensional adalah desain yang akan disetujui boleh diadopsi di sebuah model kendaraan. Hal ini juga akan berlaku pada semua jenis kendaraan bertenaga listrik. 

Betapa seriusnya persoalan ini, aturan baru soal larangan desain gagang pintu yang tersembunyi itu dikebut harus bisa selesai pada bulan September ini. 

BACA JUGA

Pelaksanaannya akan diberi jeda penyesuaian selama satu tahun untuk meudian harus dijalankan secara efektif pada bulan Juli tahun 2027. 

Dalam proses pembahasan soal isu yang sama juga disentuh isu lain soal fitur automatic unlocking mechanism yang harus berfungsi di segala kondisi darurat seperti saat kecelakaan. Tujuannya untuk menghilangkan potensi penumpang terjebak di dalam kendaraan saat kondisi berbahaya. 

Ada catatan dari China Insurance Safety Index (C-IASI), saat uji tabrak, gagang pintu model pop-out punya persentase bisa dibuka sebesar 67 persen. Berbanding dengan 98 persen pintu dengan model mekanis yang bisa dibuka setelah uji tabrak. 

Bergegasnya regulator otomtoif di Tiongkok soal gagang pintu itu juga berdasarkan masukan dari pembeli mobil di sana soal tidak maksimalnya fungsi gagang pintu tersembunyi. 

Ada sejumlah temuan di Tiongkok, fitur pengunci pintu elektronik tidak bisa terbuka saat kondisi darurat (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Nilai plus gagang pintu tersembunyi

Sebenarnya dipilihnya desain tersembunyi untuk gagang pintu itu karena adanya manfaat dari soal aerodinamika serta reduksi bobot. 

Berdasarkan data dari pabrikan mobil Negeri Tirai Bambu itu, jika ada reduksi sebesar 0.01 Cd (Coefficinet drag) atau diisitilahkan sebagai hambatan angin bisa mengurangi konsumsi energy. 0,6 kWh per 100 kilometer. 

Dari segi bobot komponen, pemakaian modul konvensional rata-rata akan menambah beban 7-8 kilogram di bobot keseluruhan dari mobil.

Persoalan soal gagang pintu ini memang tak sesederhana yang dibayangkan. Pilihan gagang pintu yang berfungsi secera elektronik ternyata tiga kali lebih mahal nilainya dibandingkan gagang pintu konvensional. 

Begitu juga soal durabilitasnya, diperoleh data bahwa ada 12 persen mobil listrik di Cina yang beredar dengan catatan kerusakan pada model gagang pintu otomatis tersebut. (EW)

Fitur pengunci pintu mekanis sudah harus diaplikasi di semua produk mobil baru asal Tiongkok di tahun 2027 (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Tags Terkait :
EV Pintu
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Crash Test
Ferrari Luce Bakal Jadi Mobil Termahal di Dunia Yang Diuji Tabrak Euro NCAP

Ferrari Luce EV supercar pertama yang direncanakan menjalani uji tabrak Euro NCAP, menandai langkah baru keselamatan bagi supercar listrik Ferrari.

1 hari yang lalu


Berita
Keputusan Tepat Lamborghini Batalkan Produksi EV, Melihat Ferrari Luce Dihujat

Kemunculan mobil listrik perdana Ferrari menimbulkan banyak hujatan.

1 hari yang lalu


Mobil Listrik
Perang Minion, Komparasi Dimensi dan Spek Wuling Air EV vs Changan Lumin vs DFSK Seres E1 vs VinFast VF3

Komparasi spesifikasi Wuling Air ev vs VinFast VF3 vs Changan Lumin vs Seres E1 mencakup dimensi, baterai, motor listrik, serta harga keempat mobil listrik mini tersebut.

4 hari yang lalu


Mobil Listrik
Pro Dan Kontra Ferrari Luce Yang Lahir Dari Mantan Desainer iPhone

Pro dan kontra Ferrari Luce dibahas melalui desain hasil karya mantan desainer Apple Jony Ive, performa 1.035 hp, serta tanggapan media yang beragam.

6 hari yang lalu


Terkini

Berita
Hyundai i20 Generasi Terbaru Siap Dirilis, Gunakan Bahasa Desain Layaknya Santa Fe

Hyundai i20 generasi terbaru desain Santa Fe terungkap lewat teaser resmi. Model ini tampil dengan siluet boxy dan fascia depan baru menjelang debut global bulan depan.

38 menit yang lalu


Berita
Ford Berminat Bikin Sedan Lagi, Dikembangkan Dari Mustang

Eksekutif Ford mengungkapkan kemungkinan pengembangan Ford Mustang 4 pintu untuk memperluas opsi model dengan biaya yang efisien.

1 jam yang lalu


Berita
Volvo Perkenalkan Gagang Pintu Shark Fin, Tetap Keren dan Bikin Mobil Jadi Lebih Efisien

Volvo memperkenalkan gagang pintu shark fin pada EX60 untuk mendukung efisiensi aerodinamika. Desain minimalis ini diklaim lebih simpel, aman, dan intuitif digunakan.

1 jam yang lalu


Berita
BMW Pakai AI Untuk Menghasilkan Lebih Banyak Data Hasil Crash Test

Tingkat keamanan sebuah mobil sudah bisa tergambar sejak proses desain.

5 jam yang lalu


Berita
Sudah Tes Jalan, Chery J6T EREV Siap Mengaspal di Indonesia

Chery J6T EREV test jalan Indonesia terpantau di tol Trans Jawa. Unit EREV ini menggunakan mesin 1.5 turbo sebagai generator dan berpeluang meluncur di pasar domestik.

6 jam yang lalu