Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Honda: Masyarakat Takut Beli Mobil Listrik Karena Resale Value Dan Update Teknologi Yang Sangat Cepat

Mobil listrik kini telah naik daun di Indonesia.
Berita
Jumat, 19 Juli 2024 17:45 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo
Honda - GIIAS 2024


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Mobil listrik kini telah naik daun di Indonesia. Namun tak bisa dipungkiri juga bahwa cukup banyak calon konsumen masih ragu untuk membeli.

Bahkan hal ini pun tak disanggah Yusak Billy selaku Sales, Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM). Ia menyebut ada beberapa faktor yang membuat masyarakat Indonesia masih ragu membeli mobil listrik.

Honda - GIIAS 2024

“Karena kalau yang kami pelajari saat ini kenapa konsumen tidak mau membeli mobil listrik, menurut survey internal kami, yang pertama adalah infrastrukturnya belum baik, yang kedua adalah resale value-nya belum bagus, itu juga kami baca-baca dari berita. Satu tahun pemakaian ketika dijual itu turunnya berapa persen turunnya,” jelas Yusak Billy saat presentasi produk Honda e:N1 dan Honda Stepwgn di ajang GIIAS 2024, Kamis (18/7).

Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa Billy ini menjelaskan bahwa banyak calon konsumen yang wait and see karena teknologi perkembangan mobil listrik begitu cepat.

BACA JUGA

“Kemudian teknologi yang ter-update. Jadi teknologi (mobil listrik) ini berkembang terus dan konsumen berpikir tidak lama lagi akan ada teknologi baru lagi, itu berdasarkan survey kami,” tambahnya.

Alasan resale value-lah yang membuat Honda masih meriset skema seperti apa yang cocok untuk menjual mobil listrik e:N1 nantinya.

“Mengenai resale value yang ditakutkan dan dikhawatirkan, ini pertimbangan kami saat meluncurkan (e:N1). Metode penjualannya  skemanya akan seperti apa yang cocok untuk tahun depan. Ini kami masih pelajari terus," tutup Billy. (AW).


Tags Terkait :
Honda Mobil Listrik Giias
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Rekomendasi Mobil Seken Untuk Mudik Lebaran, Harga Mulai Rp 100 Juta Hingga Rp 1 Miliar

Mobil bergenre SUV dan MPV begitu dominan dicari calon konsumen yang ingin mudik ke kampung halaman. Lihat harga pasaran sekennya.

8 bulan yang lalu


Berita
NGK: Busi Iridium Untuk Yang Peduli Soal Efisiensi Performa Mesin

Sekaligus lebih ramah lingkungan

9 bulan yang lalu


Berita
Xpander Jadi Salah Satu Mobil Bekas Dengan Harga Bertahan

“Baru beli sudah pikir untuk dijual”, ini adalah rangkaian kata-kata yang seringkali ditemui khususnya untuk sebagian orang Indonesia saat memutuskan untuk membeli sebuah mobil.

10 bulan yang lalu


Berita
Pasar LMPV Sepanjang Tahun 2024 Tetap Seru, Ini Urutan Jawaranya

Di penghujung tahun ini, tepat kiranya kita untuk mengetahui siapakah yang menjadi jawara LMPV di sepanjang 2024.

11 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Changan Akan Hadirkan Produk DI IIMS 2026 Meskipun Tanpa Insentif Mobil Listrik

Targetkan buka 20 dealer baru tahun ini

34 menit yang lalu


Berita
Dari Insiden CV Joint Lepas L8, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Insiden rusaknya CV joint Lepas L8 saat media test drive Driving Control Challenge. Apa yang sebenarnya terjadi?

11 jam yang lalu


Berita
MG Bakal Bawa Line Up Baru Sepanjang 2026, PHEV Jadi Fokus Utama

Tidak hanya membawa line up baru. MG bakal punya beberapa pilihan powertrain untuk pasar Indonesia.

13 jam yang lalu


Berita
Mercedes-Benz Rayakan 140 Tahun, Ulas Fakta Sejarah dan Kiprah di Indonesia

Perayaan 140 tahun Mercedes-Benz di Indonesia ulas sejarah Benz Patent Motorwagen 1886, mobil pertama RI 1894, pabrik CKD Bogor, dan evolusi S-Class.

17 jam yang lalu


VIDEO: MG S5 EV (ASEAN NCAP)

MG S5 EV telah menjalani crash test.

Crash Test | 19 jam yang lalu