Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Beberapa Alasan Yang Membuat Harga Hyundai Ioniq 5 Di Mark Up Oknum Dealer

Sempat viral beberapa waktu lalu calon konsumen Hyundai yang mengeluhkan pemesanan Ioniq 5 yang tak kunjung datang. Konsumen malah ditawari membayar lebih mahal Rp 50 juta untuk lebih cepat.
Berita
Rabu, 29 Maret 2023 13:30 WIB
Penulis : Ahmad Biondi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Sempat viral di media sosial terkait keluhan konsumen Hyundai yang membeli Ioniq 5 karena menunggu begitu lama. Mobil listrik tersebut inden cukup lama, tetapi unit bisa dipercepat jika harga yang dibayarkan oleh konsumen lebih mahal dari normalnya.

Adapun masalah ini dialami langsung oleh musisi dari band Seringai, Sammy Bramantyo, menceritakan pengalaman buruknya di media sosial saat akan membeli Ioniq 5. Disebutkan bahwa indennya cukup panjang dengan estimasi enam bulan. Namun, hingga bulan ke-10 masih belum juga diterima mobilnya.

Melalui akun Instagram pribadinya (@sam_bram), ia membagikan pengalaman tidak menyenangkan dengan pihak diler ketika harus menunggu IONIQ 5 pesanannya yang tak kunjung datang.

“Gue inden IONIQ 5 udah masuk bulan ke-10, yang janjinya cuma 6-bulan. Belum dapat-dapat sampai sekarang,” bunyi unggahan Instagram story Sammy dikutip Kamis (23/3).

Seperti belum cukup, Sammy dibuat terheran-heran dengan ulah, yang disebutnya oknum diler atau sales Hyundai yang menjanjikan unitnya datang lebih cepat jika mau membayar mahar lebih.

“Tapi kalau gue nambah Rp 50 juta, barangnya bisa langsung ada akhir bulan di showroom,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, salah satu tenaga penjual di dealer Hyundai mengatakan, “Kalau permainan seperti itu di dealer kami tidak ada, mana berani kami. Tapi hal seperti itu dilakukan karena memang ketersediaan unit sedikit berbanding terbalik dengan permintaan yang tinggi. Dealer kemungkinan melakukannya karena ingin menutupi biaya operasional,” ucapnya.

Untuk memperkuat informasi tersebut, OtoDriver telah mencoba menghubungi Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Makmur. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada respons.

Pada kesempatan terpisah, Makmur pernah menyatakan mulai meningkatkan kapasitas produksi IONIQ 5 guna memenuhi permintaan konsumen yang masih inden dan mengantisipasi lonjakan pembelian menyusul pemberian bantuan dari pemerintah.

“Antisipasi yang sudah kita lakukan ada menambah produksi empat kali lipat dibanding tahun lalu. Sekarang lebih fleksibel, kemarin bisa inden sampai setahun sekarang sudah berkurang,” jelasnya belum lama ini.

Sampai sejauh ini, tenaga penjual yang kami hubungi memang mengeluhkan stok barang yang sulit didapat. “Memang Ioniq 5 CKD rasa CBU, susah sekali stoknya. Tiga bulan ini kami hanya mendapatkan 1 unit,” tambahnya.


Tags Terkait :
Hyundai Ioniq 5
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Hyundai Ioniq 9 Fenomenal, Ini Spesifikasinya

Spesifikasi Hyundai Ioniq 9: SUV listrik flagship berdimensi 5.060 x 1.980 mm, baterai 110,3 kWh tempuh 620 km WLTP, tenaga hingga 430 tk, serta fitur ADAS modern.

1 hari yang lalu


Berita
Penjualan Mobil Listrik Melonjak, Perminataan Ban Michelin Juga Ikut Naik

Lonjakan penjualan mobil listrik di Indonesia mulai memunculkan efek domino ke berbagai sektor industri pendukung

1 hari yang lalu


Berita
Komparasi Dimensi Dan Spesifikasi Teknis Suzuki e-Vitara vs BYD Selion 7, vs Hyundai Ioniq 5

Pasar SUV listrik di rentang harga Rp 700 jutaan kini semakin ramai.

1 hari yang lalu

Berita
Hyundai Luncurkan Program Subscribe di IIMS 2026, Langganan Ioniq 5 Mulai Rp15 Juta per Bulan

Hyundai luncurkan program Subscribe di IIMS 2026. Langganan Hyundai Ioniq 5 Rp15 juta per bulan mencakup servis, asuransi, dan fleksibilitas durasi.

1 hari yang lalu


Berita
Beberapa Keunggulan Changan Deepal S07, Lawan BYD Sealion 7 Di Pasar Indonesia

Changan Deepal S07 merupakan SUV listrik yang bersaing dengan BYD Sealion 7 untuk pasar Indonesia. Simak beberapa keunggulannya.

1 hari yang lalu


Berita
Fitur ADAS Xpeng G6 Canggih Di Luar Nalar

Xpeng menjadi salah satu merek baru yang hadir di Indonesia. Fitur mereka tergolong canggih untuk model di segmennya.

1 hari yang lalu

Berita
Honda Super-One Meluncur Di Singapura, Harganya Horror

Mobil ini dijajakan di Singapura di angka S$178.999 atau setara dengan Rp 2,3 miliar.

1 hari yang lalu


Berita
Holiday In Style 2025, Hyundai Ioniq 5 N Jadi Mobil Paling Kencang

Hyundai ioniq 5 N menjadi pilihan Aditya Widiutomo pada ajang libur tahunan Holiday In Style 2025/2026.

1 hari yang lalu


Terkini

Tips
Waspada, Ini Wilayah Lelah Yang Rawan Kecelakaan Di Tol Trans Jawa

Ingat, microsleep tanda awal kelelahan ringan tapi bisa mematikan dampaknya

3 jam yang lalu


Berita
Asuransi Astra Ikut Mengamankan Pemudik Dengan Cara Ini

Disediakan beragam paket perlindungan kesehatan pemudik, proteksi kendaraan, sampai bantuan darurat di jalan.

6 jam yang lalu


Berita
Berjualan Di Indonesia, Leapmotor Bawa Bekal Brand China Dengan Pertumbuhan Paling Cepat

Leapmotor siap berjualan di Indonesia. Mereka datang dengan bekal sebagai produsen otomotif Tiongkok dengan pertumbuhan yang sangat besar dari 2019-2025.

22 jam yang lalu


Berita
Mudik In Style 2026: Suka Duka Berlibur Dengan Mercedes-Benz GLB 200 AMG Line

Review mudik Mercedes-Benz GLB 200 AMG Line di Mudik In Style 2026: handling presisi, kabin mewah 7-seater, tapi noise ban dan sunroof kurang optimal. Harga Rp1,29 miliar.

23 jam yang lalu


Berita
BYD Seal 08 Segera Meluncur, Simak Bocoran Spesifikasinya

BYD Seal 08 siap meluncur Q2 2026 dengan spesifikasi BYD Seal 08 unggul: baterai Blade 2.0 LFP >1.000 km CLTC, flash charging 400 km/5 menit, desain fastback, dan hybrid DM-i.

1 hari yang lalu