Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Mobil Listrik Bukan Satu-Satunya Cara Kurangi Emisi Karbon

Biofuel dan bahan bakar sintetis, disebut sebagai e-fuel, sedang dikembangkan untuk memungkinkan peralihan dari penggunaan kendaraan bermesin bakar
Berita
Kamis, 2 Juni 2022 11:00 WIB
Penulis : Gemilang Isromi Nuar


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Meningkatnya jumlah produsen mobil yang memproduksi mobil listrik untuk beralih dari bensin dengan upaya pemeliharaan lingkungan, dinilai bukan jalan satu-satunya untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh industri mobil. Menurut pandangan dari asosiasi otomotif Italia, teknologi lain dapat membantu mendekarbonisasi industri mobil serta memenuhi target emisi yang sama sambil mempertahankan pelaku industri.

“Saya mengacu pada kontribusi nyata bahwa biofuel dan bahan bakar sintetis, serta hidrogen, dapat memberikan cara itu,” kata kata Ketua Asosiasi Industri Otomotif ANFIA, Paolo Scudieri, dikutip dari Reuters pada Rabu (31/5).

Biofuel dan bahan bakar sintetis, disebut sebagai e-fuel, sedang dikembangkan untuk memungkinkan peralihan dari penggunaan kendaraan bermesin bakar daripada beralih secara besar-besaran ke kendaraan listrik baterai (BEV).

Komisi Eropa sendiri, telah mengusulkan pengurangan 100 persen emisi CO2 pada 2035 untuk industri. Target tersebut, yang merupakan bagian dari paket kebijakan perubahan iklim yang diluncurkan tahun lalu.Parlemen Eropa akan mengadakan debat yang membahas sejumlah kebijakan iklim, termasuk rencana untuk secara efektif melarang mobil bermesin bakar bensin pada tahun 2035.

BACA JUGA

Negara-negara yang sebagian besar listriknya berasal dari sumber intensif CO2 seperti batu bara dan gas, termasuk Indonesia, mobil listrik tetap mengeluarkan emisi CO2 namun lebih kecil dibanding jumlah emisi CO2 mobil bertenaga bensin. Hitungannya, mobil listrik menghasilkan 1,07 kilogram CO2 per kilowatt-jam listrik yang digunakan. Untuk mobil listrik dengan baterai 80 kWh, jumlah CO2-nya mencapai 85,6 kilogram.


Tags Terkait :
Mobil Listrik Emisi Karbon CO2
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Seperempat Dari Populasi Volvo EX30 Di Indonesia Terkena Recall Karena Baterai

Recall Volvo EX30 Indonesia baterai: Seperempat dari 85 unit tahun 2024 terdampak cacat produksi modul sel yang berpotensi panas berlebih. Volvo hubungi konsumen.

1 hari yang lalu


Berita
BYD Atto 3 Selamat Dihantam Rudal, Simak Faktanya

Sebuah BYD Atto 3 mendadak jadi sorotan dunia pada 1 Maret 2026.

1 hari yang lalu


Berita
China Siapkan Bahan Baterai Dari Plastik, Siap Gantikan Kobalt dan Lithium

China kembangkan baterai EV polimer gantikan kobalt lithium. Tahan suhu -70°C hingga 80°C, aman saat ditusuk, fleksibel, dan berkelanjutan dengan 250Wh/kg.

1 hari yang lalu


Berita
Mengenal Thermal Runaway pada Mobil Listrik, Pentingnya Edukasi dan Perawatan Baterai

Thermal runaway biasanya terjadi akibat kebocoran baterai yang menyebabkan pelepasan energi besar dalam waktu singkat.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Toyota Land Cruiser FJ Resmi Meluncur Di Thailand. Harganya Lebih Murah Dari Fortuner

Hanya tersedia dengan mesin bensin saja

12 jam yang lalu


Berita
Toyota Produksi Lagi Dasbor Supra MK4 Melalui GR Heritage Parts

Toyota kembali memproduksi sparepart mobil lawasnya melalui GR Heritage Parts

14 jam yang lalu


Tips
Perhatikan Tanda-Tanda Munculnya Microsleep Saat Mengemudi

Paksa untuk tidur sebentar untuk memulihkan kesadaran serta konsenterasi

19 jam yang lalu


Bus
Transjakarta Tambah Jam Operasional Dini Hari Saat Arus Balik

Bus layanan khusus itu hubungkan terminal Pulo Gebang dengan terrminal pendukung di sebagian besar wilayah Jakarta

21 jam yang lalu


Berita
Perhatikan Dua Waktu Puncak Arus Balik Ke Wilayah Jabodetabek Dari Arah Timur

Bisa jadi pertimbangan untuk melakukan perjalan kembali dengan lebih leluasa.

21 jam yang lalu