Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Menerka Daya Akomodasi Hyundai Stargazer Berdasarkan Saudaranya KIA Carens

KIA Carens resmi diperkenalkan di Indonesia.
Berita
Selasa, 15 Maret 2022 08:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

KIA Carens resmi diperkenalkan di Indonesia. Perlu diingat, Carens merupakan mobil yang disinyalir berbagi basis dengan saudaranya, yakni Hyundai Stargazer. Namun saat artikel ini disusun Stargazer sendiri belum melakukan debutnya secara resmi.

Memang saat ini belum bisa menerka bentuk, fitur, ataupun harga dari Hyundai Stargazer jika melihat dari saudaranya KIA Carens. Tetapi, yang bisa diperkirakan adalah daya akomodasi Stargazer yang diperkirakan akan mirip dengan KIA Carens.

Kami sudah melakukan pengetesan di KIA Carens. Untuk duduk di baris keduanya tentu terasa sangat lapang baik headroom maupun legroom. Jika diisi oleh tiga orang penumpang di bangku baris kedua ini tentu tidak akan menimbulkan masalah dan terasa masih sangat nyaman.

Yang cukup mengejutkan ialah baris ketiganya. Jika Anda memiliki postur tubuh di atas 170 cm, rasanya baris ketiga ini masih sangat masuk akal untuk Anda tempati. Legroom masih terasa lapang dan istimewanya headroom juga tidak terbatas.

Tidak hanya itu, ketiga bangku baris ketiga dibuka, Anda juga masih bisa menyimpan barang yang cukup banyak di ruang bagasinya.

Jadi, sebagai kesimpulan, Hyundai Stargazer akan menjadi MPV dengan ruang akomodasi yang baik jika merujuk pada saudaranya KIA Carens yang sudah diperkenalkan di Indonesia. MPV ini mampu menampung 7 orang penumpang dengan baik di dalam kabinnya dengan kapasitas angkut bagasi yang tidak terkorbankan.


Tags Terkait :
Hyundai Stargazer
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Kia Segera Produksi MPV Di Cikarang, Gunakan Basis Stargazer

Kia produksi MPV B-Segment basis Stargazer di Cikarang mulai Q2 2027. Kandungan lokal 80%, tuning suspensi khusus, dan rencana ekspor ke ASEAN.

1 hari yang lalu

Berita
Hyundai Sediakan 250 Mobil Pengganti Untuk Servis Menginap Bengkel Resmi

Hyundai Premium Courtesy Car Program sediakan 250 mobil pengganti untuk servis menginap di bengkel resmi Hyundai, termasuk general service >1 hari dan body repair.

1 minggu yang lalu


Berita
Hyundai Stargazer Facelift Hadir Di Thailand, Tanpa Embel-Embel Cartenz

Harga Hyundai Stargazer facelift Thailand mulai 719.000 baht (Rp300 jutaan) varian Trend hingga 799.000 baht Smart, tanpa emblem Cartenz.

4 minggu yang lalu


Berita
Hyundai Punya Program Sewa Pakai Bagi Konsumen Perorangan

Banyak pilihan model mulai dari EV sampai ICE.

1 bulan yang lalu


Terkini

Tips
Konsumsi BBM Dengan RON Lebih Rendah Dipandu Buku Manual

Pabrikan Hyundai dan Toyota tekankan RON minimal buku manual mobil sebagai panduan konsumsi BBM aman, hindari risiko mesin di tengah harga naik.

2 jam yang lalu


Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

3 jam yang lalu


Berita
Girboks Manual Masih Punya Potensi, KIA Agendakan Kehadiran Carens Manual

KIA Sales Indonesia agendakan KIA Carens transmisi manual Indonesia untuk daerah pegunungan dan pelosok. Varian manual tawarkan harga lebih kompetitif.

18 jam yang lalu


Berita
GWM Buka Dealer Ke 18 Di Kawasan PIK

GWM membuka dealer ke-18 di kawasan PIK, Jakarta Utara, dioperasikan PT Wahana Wirawan. Dealer GWM PIK hadir dengan fasilitas 3S lengkap untuk sales, service, dan sparepart.

19 jam yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

19 jam yang lalu