Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Pelek Bukan Hanya Harus Cantik, Namun Juga Berkualitas

Pelek orisinal merupakan jaminan sendiri untuk kenyamanan dan keamanan
Berita
Senin, 12 Juli 2021 06:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Modifikasi merupakan salah satu upaya untuk mempercantik penampilan sebuah mobil. Pelek merupakan salah satu elemen yang menunjang tampilan mobil dari sisi luar adalah pelek. 

Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa pilihan pelek yang beredar di pasaran yaitu pelek orisinal yang biasa disebut pelek ori, ada juga pelek replika, dan pelek TW.  Dua jenis pelek yang disebutkan terakhir banyak diburu orang di Indonesia lantaran punya harga cukup terjangkau.

Nah, apa itu pelek replika dan TW?

Pelek replika merupakan pelek yang diproduksi semirip mungkin dengan pelek aslinya, mulai dari model, logo, hingga nama pelek itu sendiri. Sedangkan pelek TW adalah penyebutan lain dari pelek replika, imbuhan kata TW merupakan singkatan dari Taiwan yang sohor sebagai negeri pembuat pelek replika.

Sedangkan pelek orisinal sendiri adalah pelek yang dari sisi desain, nama, logo dibuat oleh brand itu sendiri. Tidak ada unsur duplikasi karena hasil desain dan produksi tim internal masing-masing. Build quality nya juga tentu lebih terjamin. Jenis pelek ini bisa merupakan copotan dari orisinil bawaan mobil namun bisa juga dari brand aftermarket.

Sebagai pengingat, pelek bisa menjadi penunjang penampilan, namun tentunya harus aman. Artinya mutu dan kualitas pelek harus dimasukkan sebagai prioritas utama.

“Pelek itu salah satu komponen yang menunjang keamanan dan keselamatan penumpang di dalam mobil. Makanya proses pembuatan pelek tidak bisa dilakukan sembarangan, semuanya harus diperhitungkan secara matang,” ucap Hendra Wijaya Direktur Marketing HSR Wheel (09/07). “Percuma saja penampilan keren, tapi mengorbankan sisi keamanan,” sambungnya.

“Pelek replika biasanya memiliki harga yang lebih murah dibandingkan pelek orisinalnya. Logikanya, pelek orisinallebih mahal karena melibatkan banyak proses. Mulai dari proses konsep desain, riset bahan, pengujian kekuatan, hingga proses produksi. Tahap-tahap ini sangat memakan waktu dan biaya. Sedangkan replika hanya menduplikasi desain pelek orisinal dan diproduksi kembali dengan metode casting agar menekan harga yang lebih murah,” sambung Hendra

“Demi menekan biaya, biasanya pelek replika cenderung kompromi di bahan, metode produksi, quality control, dan finishingnya kurang rapi dibandingkan pelek asli.” imbuhnya Hendra.

Sangat direkomendasikan untuk menggunakan pelek orisinal baik itu copotan maupun aftermarket. Semua produk ori tersebut telah memiliki standar kualitas seperti SNI ,JWL ataupun VIA.

Seperti halnya brand HSR yang mengibarkan benderanya sebagai pembuat pekek aftermarket orisinal asal Indonesia. Brand memiliki desain asli yang khusus dibuat oleh tim R&D HSR Wheel.

“HSR Original kita terbagi beberapa series, mulai dari Myth Series, NX Series, Boroko Series, Invation Series, RAI-S Series, dan sebentar lagi akan keluar FE Series. Beberapa diproduksi dengan metode casting, dan beberapa lainnya metode forging. Dari segi harga, tentu saja jenis casting memiliki harga yang lebih murah dibanding forged. Karena proses pembuatannya sendiri sudah berbeda,” tutupnya.


Tags Terkait :
HSR Pelek Made In Indonesia
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
HSR Wheel Meriahkan GIIAS 2022, Gelar Lelang Dan Undian

HSR pamerkan berbagai inovasi baru di GIIAS 2022

3 tahun yang lalu


Berita
Pelek Forged Jadi Pilihan Bos HSR Wheel, Canggih Dan Juga Ekslusif

Pelek forged merupakan pelek paling canggih dan terkuat

3 tahun yang lalu


Berita
Jalanan Sumatera Jadi Ajang Pengujian Kualitas Dan Kekuatan Pelek Aftermarket Lokal

Pengujian pelek di Sumatera ini akan lewati 8 kota

4 tahun yang lalu

Berita
HSR Wheel Siapkan Pelek RAI-S3 Untuk Driffter Nasional

Pelek istimewa ini diberikan sebagai hadiah ulang tahun Akbar Rais, sang driffter

4 tahun yang lalu


Berita
Pelek Bukan Hanya Harus Cantik, Namun Juga Berkualitas

Pelek orisinal merupakan jaminan sendiri untuk kenyamanan dan keamanan

4 tahun yang lalu


Tips
Pelek Aftermarket Ini Mungkin Pas Untuk Raize-Rocky

HSR siap pelek modifikasi untuk Raize dan Rocky

4 tahun yang lalu


Berita
HSR Wheel Sediakan Pelek Istimewa Untuk Perantik Mobil-Mobil Korting PPnBM

Bikin tambah keren mobil-mobil relaksasi PPnBM

4 tahun yang lalu


Berita
HSR Wheel Hadirkan Pelek Gaya JDM Berlabel Boroko Series

HSR Wheel hadirkan 9 pelek bergaya JDM yang dikemas sebagai Boroko Series

4 tahun yang lalu


Terkini

First Drive
Mitsubishi Xpander HEV Tidak Akan Meluncur Di Indonesia Tahun Ini

Kapan rilis Mitsubishi Xpander HEV di Indonesia? Tak tahun ini. Hybrid 2026 fokus XForce HEV dan Destinator MHEV, Xpander HEV mungkin 2028 dengan gen 2.

6 jam yang lalu


Berita
Toyota Siapkan Rival Ford Raptor. Dilabeli Sebagai TRD Hammer

Toyota siapkan TRD Hammer sebagai rival Ford Raptor berbasis Tundra. Mesin V6 twin-turbo hybrid 3.4L capai 437 hp, respons terhadap Ram TRX.

7 jam yang lalu


Berita
Mudik In Style 2026 : Perfoma Audi Q8, Mampu Melupakan Kekurangannya

Harga Audi Q8 RS 55 TFSI di Indonesia Rp 2,83 miliar. Performa V6 340 hp dan quattro unggul di Mudik in Style 2026, meski BBM boros 5,6 km/liter.

8 jam yang lalu


Berita
Mudik in Style 2026 : Empat Alasan Xpeng G6 Pro Dipakai Sebagai Mobil Libur Lebaran

Alasan Xpeng G6 Pro dipilih Mudik in Style 2026: suspensi nyaman, efisiensi SUV listrik, arsitektur 800V fast charging, dan desain dewasa.

9 jam yang lalu


Berita
Bocoran EV Lamborghini Sebelum Dirilis Ke Pasaran

Lamborghini masih terus mengembangkan model bertenaga listrik murni yang dijadwalkan meluncur setelah 2030.

11 jam yang lalu