Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Digugat Lantaran Poros Propeller Shaft X5 Patah, BMW Indonesia Masih Tunggu Proses Sidang

BMW Indonesia digugat secara hukum oleh konsumen akibat kerusakan yang terjadi pada mobil BMW X5 xDrive35i keluaran tahun 2015.
Berita
Jumat, 8 Oktober 2021 09:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

BMW Indonesia digugat secara hukum oleh konsumen akibat kerusakan yang terjadi pada mobil BMW X5 xDrive35i keluaran tahun 2015. PT BMW Indonesia dan juga PT Astra International selaku dealer digugat Rp 14,5 miliar oleh konsumen tersebut.

Kerusakan yang dialami yakni adanya dugaan patahnya poros propeller BMW X5 xDrive35i 2015 karena kerusakan atau cacat tersembunyi ini yang dipersoalkan oleh pihak penggugat.

Tetapi, saat ditemui hari ini, Kamis (7/10), Jodie O’Tania selaku Director of Communications, BMW Group Indonesia masih menunggu proses hukum yang bakal berlangsung.

“Semuanya kita akan menunggu sidang pada 18 Oktober mendatang. Kronologi dan investigasi pun kita tidak bisa mendahului prosesnya. Karena ini sudah masuk ke ranah hukum,” jelas Jodie saat ditemui saat peresmian dealer MINI di kawasan Senopati Jakarta Selatan.

Kendati demikian, Jodie memastikan bahwa seluruh produk BMW yang dipasarkan di Indonesia sudah memenuhi standarisasi global yang ada.

“Tapi yang bisa dipastikan adalah produk BMW group yang dipasarkan di Indonesia sudah melewati pengecekan sesuai dengan standar global. Karena kami merupakan perusahaan global tentunya,” tambahnya.

Menurut pihak penggugat, BMW X5 berkode bodi F15 ini memiliki cacat lantaran selang buangan air AC mengalirkannya ke poros propeller. Lama kelamaan poros ini mengalami korosi dan akhirnya patah seperti yang dialami oleh pihak penggugat.


Tags Terkait :
BMW X5
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Xiaomi Bikin Pusat Riset EV Di Eropa, Bosnya Mantan Desainer BMW

Xiaomi Auto resmikan pusat riset EV di Munich, Jerman. Dipimpin mantan desainer BMW Rudolf Dittrich, tim ahli kembangkan performa tinggi untuk YU7 GT.

1 hari yang lalu

Berita
BMW Indonesia Gelar Safety Driving Masterclass Sekaligus Informasi Program Ramadhan

BMW Indonesia gelar BMW Safety Driving Masterclass Indonesia 2026 di Pusdik Lantas Polri, ajak media uji teknik mengemudi aman BMW serta perkenalkan Ramadan Campaign untuk mudik.

1 bulan yang lalu


VIDEO: Crash Test BMW X3 (Euro NCAP)

BMW X3 telah berhasil menjalani tes tabrak alias crash test.

Crash Test | 6 bulan yang lalu


Berita
VW Bakal Suntik Mati Touareg, Fokus Jual Mobil Murah

Volkswagen dikabarkan bakal menyuntik mati SUV andalannya, yakni Touareg.

8 bulan yang lalu


Terkini

Tips
Konsumsi BBM Dengan RON Lebih Rendah Dipandu Buku Manual

Pabrikan Hyundai dan Toyota tekankan RON minimal buku manual mobil sebagai panduan konsumsi BBM aman, hindari risiko mesin di tengah harga naik.

6 jam yang lalu


Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

7 jam yang lalu


Berita
Girboks Manual Masih Punya Potensi, KIA Agendakan Kehadiran Carens Manual

KIA Sales Indonesia agendakan KIA Carens transmisi manual Indonesia untuk daerah pegunungan dan pelosok. Varian manual tawarkan harga lebih kompetitif.

22 jam yang lalu


Berita
GWM Buka Dealer Ke 18 Di Kawasan PIK

GWM membuka dealer ke-18 di kawasan PIK, Jakarta Utara, dioperasikan PT Wahana Wirawan. Dealer GWM PIK hadir dengan fasilitas 3S lengkap untuk sales, service, dan sparepart.

23 jam yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

1 hari yang lalu