Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Ternyata Pikap Listrik Tetap Menghasilkan Emisi

Emisi yang muncul di era kendaraan listrik, lebih kepada pembangkit listrik secara umum, yang menjadi sumber daya utamanya
Berita
Sabtu, 18 April 2020 12:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Hal yang paling digadang-gadang dengan hadirnya kendaraan bermotor listrik termasuk kehadiran pikap dan truk, berkaitan erat dengan isu lingkungan, yakni tanpa emisi.

Tak sedikit yang mengatakan bahwa kendaraan listrik merupakan kendaraan bebas emisi. Namun pada kenyataannya tidak demikian, kendaraan-kendaraan pelahap setrum ini tetap saja mengeluarkan emisi.

“Sejauh ini benar adanya jika mobil listrik merupakan mobil paling ramah lingkungan dengan emisi paling bersih. Namun ada variabel yang menyebabkan mobil listrik tetap menghasilkan emisi,” terang Agus Purwadi, Ketua Tim Mobil Listrik Nasional (Molina) beberapa waktu silam.

“Emisi datang dari mobil itu berupa debu karet yang berasal dari gesekan antara aspal dan ban. Sedangkan yang terbesar berasal dari tempat pembangkit daya listrik, yang menjadi tempat pembuat daya untuk diisikan ke dalam baterai mobil,” ungkap akademisi Institut Teknologi Bandung ini.

BACA JUGA

Lebih jauh lagi, Agus mengatakan bahwa kehadiran mobil listrik erat hubungannya dengan jenis pembangkit listrik yang mensuplai kebutuhan penyetruman. Jika menilik kondisi Indonesia yang sebagian besar pembangkit listriknya mengandalkan bahan bakar batu bara, maka polusi yang dihasilkan oleh pabrik pun relatif lebih besar dibandingkan jenis pembangkit tenaga nuklir.

“Sebersih apapun jenis pembangkit listriknya, tetap saja ada emisi yang dihasilkannya. Namun lebih terkendal, terkonsentrasi pada satu tempat saja dan tidak tersebar di berbagai tempat di jalanan,” tutupnya.

Tetapi, yang terpenting, ketika era kendaraan listrik sudah menjadi umum, 'polutan bergerak' yang biasanya berasal dari knalpot kendaraan, sudah tak ada lagi.


Tags Terkait :
Emisi Kendaraan Listrik EV
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Maxus Mifa 9 Hadir di GIIAS 2026, MPV Listrik Premium dengan Definisi Baru Quiet Luxury

Maxus Mifa 9 hadir di GIIAS 2026 sebagai MPV listrik premium dengan konsep quiet luxury. Harga Maxus Mifa 9 OTR Jakarta Rp958 juta dilengkapi baterai 90 kWh dan fitur kabin mewah.

2 hari yang lalu


Berita
MG Hadirkan Dua SUV Elektrifikasi di GIIAS 2026, MGS5 EV dan ZS Hybrid+

MG Motor Indonesia menghadirkan dua pilihan SUV elektrifikasi di ajang GIIAS 2026, yakni MGS5 EV sebagai mobil listrik murni dan MG ZS Hybrid+ yang mengusung teknologi full hybrid.

2 hari yang lalu


Berita
GALERI: Hyundai Neira EV Di GIIAS 2026 (17 FOTO)

Hyundai Motor Indonesia memanfaatkan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk memperkenalkan Neira, sebuah MPV listrik tujuh penumpang.

1 minggu yang lalu

Berita
Lexus ES 350e dan ES 350h Meluncur di GIIAS 2026, Ini Harganya

Harga Lexus ES 350e dan ES 350h GIIAS 2026 diumumkan Lexus Indonesia. ES 350h Luxury Rp1,299 miliar dan ES 350e Luxury Rp1,480 miliar OTR Jakarta.

1 minggu yang lalu


Truk
Segera Dibangun SPKLU Untuk Kendaraan Niaga Di Rest Area

Salah satu tujuannya untuk meningkatkan pemakaian kendaraan niaga non fosil.

2 minggu yang lalu


Pikap
Ini Harga dan Skema Cicilan Toyota New Hilux 2.8 Diesel 4x4 Dan New Hilux Battery EV AWD

Varian EV ada garansi baterai 8 tahun atau 160.000 kilometer.

3 minggu yang lalu


Berita
Teknologi DM BYD Bikin Level Baru, Irit 65 Km/L, dan Lebih Efisien dari 60-70% dari Kendaraan Konvensional!

Teknologi DM BYD mencapai efisiensi 65 km/l dengan motor listrik sebagai penggerak utama. Sistem plug-in hybrid ini memangkas konsumsi bahan bakar 60-70% dibandingkan kendaraan konvensional.

1 bulan yang lalu


Bus
Kemenhub Dorong Organda Terus Perluas Elektrifikasi Armada

Tapi biaya pengadaan kendaraan komersial tenaga listrik di Indonesia masih sangat tinggi

1 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Masih Simpan Dua Model EV Terbaru, Hyundai Raih 2.000-an SPK Di GIIAS 2026

Ada optimisme dari Hyundai bahwa kehadiran EV terbaru tetap ditunggu konsumen

12 jam yang lalu


Berita
Muncul di GIIAS 2026, ORA 5 Bukan Sekadar ORA 03 yang Dibesarkan

Debut GWM ORA 5 di GIIAS 2026 memperkenalkan SUV listrik dengan dimensi lebih besar dari ORA 03. Model ini memiliki panjang 4.471 mm dan wheelbase 2.720 mm.

14 jam yang lalu


Berita
Mazda CX-30 Jadi Rakitan Indonesia, In This Economy Harga Anjlok Rp86,5 Juta

Harga Mazda CX-30 CKD Indonesia kini Rp499 juta OTR Jakarta setelah dirakit lokal, turun Rp86,5 juta dari harga impor sebelumnya dengan penyesuaian spesifikasi tertentu.

15 jam yang lalu


Bus
PO Haryanto Incar Sasis Dan Bodi Bus Yang Usia Pakainya Lebih Panjang

Untuk optimalisasi operasional unit bus dan peningkatan frekuensi keberangkatan

17 jam yang lalu


Berita
Changan Nevo Q05 Pro vs Max, Bedah Perbedaan Rp50 Juta Antara Keduanya

Changan Nevo Q05 Pro vs Max perbedaan harga Rp50 juta diulas secara detail, dengan varian Max menawarkan velg 18 inci, power tailgate, dan panoramic roof sementara performa motor listrik tetap sama.

18 jam yang lalu