Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Perkasa, Truk Nasional Yang Layu Sebelum Berkembang

Perkasa pantas dikatakan sebagai produk nasional, selain mengantongi 90% kandungan lokal juga melakukan lisensi pada berbagai komponennya.
Berita
Minggu, 22 Maret 2020 11:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Indonesia  punya pasar truk potensial dan juga pasar bus yang terus berkembang. Kondisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Texmaco Group untuk mencoba peruntungan bermain di segmen yang satu ini.

PT. Wahana Perkasa Auto Jaya (WPAJ) anak perusahaan grup Texmaco pun muncul dengan memperkenalkan truk Perkasa di pasar Indonesia. Hebatnya pabrikan tersebut tidak melakukan langkah rebrand, namun benar-benar merangkai produknya dengan melakukan lisensi pada komponen yang digunakannya. Artinya apa yang dilakukannya merupakan upaya untuk menghasilkan kendaraan nasional Indonesia.

Pada pertengahan 1998, produk perdana Perkasa dikenalkan di tanah air dengan produk pertamanya berupa truk, sebagai produk nasional. Klien pertama tak lain adalah pemerintah untuk memenuhi kebutuhan militer ataupun polisi yang digunakan sebagai kendaran militer (ranmil) dan kendaraan taktis (rantis).

Secara kualitas, tak perlu dikhawatirkan. Truk ini mengasup berbagai komponen dan teknologi yang diambil dari pabrikan yang bonafit.

Mesin Perkasa menggunakan dapur pacu lisensi dari Styer dan Cummins. Tetapi yang sempat digunakan adalah yang berlisensi Styer dengan seri WD 612 dan WD 602. Sedangkan Cummins baru digunakan sebatas pada kendaraan prototipe saja.

Untuk transmisi dipilih produk Jerman, ZF yang juga sudah dilisensi dan dibuat di Indonesia, sementara gardan sebagian dipasok oleh Eaton dari Amerika dan juga Styer. Proses produksi bagian ini pun sudah melalui lisensi.

Khusus untuk kabin, Perkasa mendapatkan lisensi dari DAF Belanda dan sasis dari Leyland, Inggris. Tak heran jika kemudian Perkasa dengan percaya diri melakukan klaim bahwa produknya tersebut mengantongi tingkat kandungan lokal hingga 90%.

Di atas kertas, truk ini punya spesifikasi di atas rival sekelasnya dari Jepang pada saat itu.

Sebagian dari truk ini pun berhasil dijual pada umum dan menurut berbagai sumber, hasilnya pun cukup menggembirakan dan memuaskan pelaku pasar saat itu.

Namun nampaknya dewi fortuna belum betah menaungi brand nasional ini. Perkasa merupakan merek yang lahir pada saat terjadi krisis besar, pada 1998 yang meluluhlantakkan ekonomi nasional. Salah satu merosotnya penjualan Perkasa disebabkan oleh situasi pasar yang belum pulih daya belinya, ditambah perusahaan pembuat truk tersebut, terbelit persoalan finansial.

Pada 2004, menjadi kiprah terakhir Perkasa di Indonesia. Produk yang harusnya bisa jadi kebanggaan bangsa ini harus layu sebelum berkembang.


Tags Terkait :
Perkasa Truk Texmaco
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Truk
Mengenang Truk Perkasa, Salah Satu ‘Embrio’ Kendaraan Nasional

Pernah jadi harapan cerah dari kelompok usaha Texmaco

1 tahun yang lalu


Truk
Bukan Tow Mater, Truk Tua Ford Ini Raja Balap Pikes Peak

Ford F1 berjuluk Old Smokey F1 yang digarap oleh bengkel Chuckles Garage dari Santa Rosa, California-Amerika Serikat. Tak tanggung, truk buatan 1949 ini dibangun untuk menghadapi balap time trial.

5 tahun yang lalu


Berita
Perkasa, Truk Nasional Yang Layu Sebelum Berkembang

Perkasa pantas dikatakan sebagai produk nasional, selain mengantongi 90% kandungan lokal juga melakukan lisensi pada berbagai komponennya.

6 tahun yang lalu


Truk
Toyota 52-3TD45, Si Kecil Bertenaga Gahar Penarik Beban

Performanya memang dibuat untuk perkasa meski tak bisa melaju cepat

8 bulan yang lalu


Truk
Hino Kuatkan Kolaborasi Dengan Karoseri Serta Tingkatkan TKDN

Saat ini TKDN sudah mencapai 57,26 persen.

9 bulan yang lalu

Pikap
TAD Turangga, Kendaraan Lapis Baja TNI-AU Berbasis Ford F-550

Sudah dipakai oleh pihak militer Indonesia sejak tahun 2018

1 tahun yang lalu


Truk
Jenis-Jenis Karoseri Truk Tambang Versi Mercedes-Benz

Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) mengenalkan mengenai keunggulan produk truk mereka di area tambang, apa saja jenis dan kegunaannya?

1 tahun yang lalu


Truk
Handover di GIIAS 2023, Pesanan 30 Unit Quester CDE 250 Euro5

Disinyalir telan investasi Rp 21 miliar

2 tahun yang lalu


Terkini

Bus
Indonesia Stop Impor Solar Bulan Juli 2026, Akan Diganti B50

Indonesia stop impor solar Juli 2026 diganti B50. Pemerintah akan menerapkan biodiesel 50 persen berbasis sawit mulai 1 Juli 2026 untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

39 menit yang lalu


Tips
Lampu Sein Jadi Bahasa Manuver Aman Di Jalan

Cara menggunakan lampu sein yang benar untuk manuver aman di jalan dijelaskan Training Director SDCI. Pahami jarak dan timing yang tepat saat berbelok, menyalip, atau keluar dari parkir.

13 jam yang lalu


Berita
Chery Resmikan Dealer Besar dan Terlengkap di Bandung

Chery resmikan dealer 3S Pasteur Bandung bersama Andalan Motors untuk memperkuat jaringan di Jawa Barat dengan fasilitas lengkap bagi kendaraan ICE, hybrid, dan EV.

14 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Ayla Tetap Jadi Andalan di Segmen Mobil Murah Indonesia

Harga Daihatsu Ayla 2025 berkisar Rp140 juta hingga mendekati Rp200 juta. Model ini tetap menjadi andalan Daihatsu di segmen LCGC berkat efisiensi bahan bakar dan platform DNGA.

15 jam yang lalu


Berita
BYD Minta Warganet Kasih Masukan Nama Untuk Sedan Mewah Terbaru Mereka

BYD minta nama sedan mewah terbaru kepada warganet melalui pemungutan suara di Weibo, dengan Great Han sebagai kandidat teratas untuk model BEV flagship.

16 jam yang lalu