Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Ban Mercedes-Benz E350 EQ Boost Tetap Bisa Melaju Walau Bocor

Jika konsumen meminang Mercedes-Benz E350 EQ Boost maka otomatis ban yang didapat adalah Michelin Primacy 3 Zero Pressure (ZP).
Berita
Minggu, 24 Februari 2019 14:00 WIB
Penulis : Danu P Dirgantoro


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Sejumlah model Mercedes-Benz Indonesia dipastikan memakai Michelin sebagai ban bawaannya alias OEM (Original Equipment). Salah satu model yang menggunakannya adalah Mercedes-Benz E350 EQ Boost yang belum lama diluncurkan.

Jika konsumen meminang Mercedes-Benz E350 EQ Boost maka otomatis ban yang didapat adalah Michelin Primacy 3 Zero Pressure (ZP). Sesuai namanya, ban ini disebut punya keunggulan yang cukup istimewa.

Dengan Teknologi Michelin ZP, di saat terjadi pecah ban bocor, memungkinkan sedan E350 EQ Boost tetap dapat melaju hingga jarak 80 km, walau ban tersebut sudah kehilangan semua udaranya.

Primacy 3 ZP yang baru dipatenkan ini dilengkapi dengan pola tapak khusus, yang dapat mengoptimalkan cengkeraman pada permukaan jalan basah dan kering serta memberikan jarak pengereman yang lebih pendek. Kombinasi ini memberikan keunggulan daya handling optimal, daya cengkeram, serta ketahanan sesuai standar dan spesifikasi Mercedes Benz.

"Seluruh ban yang digunakan sebagai ban standar kendaraan Mercedes-Benz Indonesia ditujukan untuk menunjang performa mobil penumpang keluaran Mercedes Benz. Disamping itu, dengan tren pertumbuhan penjualan berkapasitas 1.500 cc ke atas yang terus meningkat, kami optimistis kerjasama ini akan mendorong peningkatan kebutuhan konsumen terhadap ban yang memiliki tingkat keamanan dan performa tertinggi,” ujar Fritz Mueller, President Director Michelin Indonesia.


Tags Terkait :
Mercedes-Benz E350 EQ Boost Michelin Ban
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Jelang Mudik 2026, DCVI Siapkan 12 Titik Mercedes-Benz Bus Lebaran Rescue

Didukung mekanik dengan kompetensi yang tersertifikasi standar global

1 hari yang lalu


Bus
DCVI Kerahkan Bengkel Siaga 24 Jam Di Masa Nataru 2025

Bengkel siaga punya misi untuk menciptakan rasa aman bagi operator sekaligus penumpang

1 hari yang lalu


Truk
Daimler Truck Dan Toyota Gabungkan Mitsubishi Fuso-Hino, Siap Jadi Raksasa Di Asia

Sinergi raksasa di masa yang sulit

5 bulan yang lalu


Truk
Spare Part Truk Mercy Versi Murah Dirilis Ke Pasaran

Untuk menjaga loyalitas dan tingkat kepuasan operator, hadir spare part murah yang diberi nama TruckParts by Mercedes-Benz Truck.

8 bulan yang lalu


Terkini

First Drive
Mitsubishi Xpander HEV Tidak Akan Meluncur Di Indonesia Tahun Ini

Kapan rilis Mitsubishi Xpander HEV di Indonesia? Tak tahun ini. Hybrid 2026 fokus XForce HEV dan Destinator MHEV, Xpander HEV mungkin 2028 dengan gen 2.

4 jam yang lalu


Berita
Toyota Siapkan Rival Ford Raptor. Dilabeli Sebagai TRD Hammer

Toyota siapkan TRD Hammer sebagai rival Ford Raptor berbasis Tundra. Mesin V6 twin-turbo hybrid 3.4L capai 437 hp, respons terhadap Ram TRX.

5 jam yang lalu


Berita
Mudik In Style 2026 : Perfoma Audi Q8, Mampu Melupakan Kekurangannya

Harga Audi Q8 RS 55 TFSI di Indonesia Rp 2,83 miliar. Performa V6 340 hp dan quattro unggul di Mudik in Style 2026, meski BBM boros 5,6 km/liter.

6 jam yang lalu


Berita
Mudik in Style 2026 : Empat Alasan Xpeng G6 Pro Dipakai Sebagai Mobil Libur Lebaran

Alasan Xpeng G6 Pro dipilih Mudik in Style 2026: suspensi nyaman, efisiensi SUV listrik, arsitektur 800V fast charging, dan desain dewasa.

7 jam yang lalu


Berita
Bocoran EV Lamborghini Sebelum Dirilis Ke Pasaran

Lamborghini masih terus mengembangkan model bertenaga listrik murni yang dijadwalkan meluncur setelah 2030.

9 jam yang lalu