Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Nissan Akan Diet Bobot Dan Konsumsi BBM Di Masa Depan

Semua Nissan di masa depan akan mempunyai bobot ringan, dan efisiensi BBM tinggi. Teknologinya langsung diambil dari motorsport.
Berita
Senin, 1 Februari 2016 08:00 WIB
Penulis : Jeffry Yanto Sudibyo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Persaingan bisnis dan regulasi yang makin ketat semakin menghantui para pembuat mobil. Mereka harus menghadirkan kendaraan berteknologi muktahir dengan efisiensi bahan bakar menjadi perhatian utama, jika ingin bertahan hidup. 

Salah satu yang sangat sadar hal ini adalah Nissan. Ke depannya mereka akan sangat intensif membuat seluruh kendaraan mereka mempunyai bobot lebih ringan dengan penggunaan material pilihan, serta efisiensi bahan bakar bakal digenjot lebih hebat lagi. Nissan menamakan program ini 'Lightweighting Program', teknologinya menggunakan pengalaman mereka di motorsport saat ini.

"Selama 12 bulan ke depan kami berjanji akan membawa revolusi, agar merek kami tampil dengan inovasi menggairahkan. Program ini adalah bentuk komitmen kami untuk mengembangkan mobil masa depan yang makin ramah lingkungan dan menguntungkan penggunanya," ujar David Moss, Vehicle design & development Nissan, seperti dilansir Carscoops (31/1).

Kenapa Nissan perlu melakukan penurunan bobot pada seluruh line-upnya nanti? " Kita tahu mobil-mobil masa depan harus lebih ringan, lebih kuat dan lebih efisien. Bobot ringan sendiri akan menambah efisiensi serta memperbaiki pengendalian. Itu sebabnya kami meluncurkan program ini. Kami bekerjasama dengan peneliti dan industri dari Inggris. Ini bertujuan untuk menghasilkan proses manufaktur baru yang akan merevolusi industri," tambahnya.

BACA JUGA

Sebagai catatan, Nissan sudah mulai mengarahkan teknologi masa depannya pada satu line-up SUV terbarunya yakni Nissan X-Trail, yang mengalami penurunan bobot keseluruhan mencapai 90 kg dan Nissan Qashqai dengan penurunan 40 kg.


Tags Terkait :
Nissan X-trail Qashqai
J

Jeffry Yanto Sudibyo

Reporter

Reporter

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Kenali Dua Metode Kinerja Hybrid Paling Dasar Ini

Pada dasarnya mobil hybrid dibagi menjadi dua metode kerja yakni series hybrid dan pararel hybrid.

6 hari yang lalu


Berita
Tiga Model Nissan Yang Irit, Bisa Saingi Mobil Listrik Saat Ini

Tiga model Nissan e-Power irit BBM saingi mobil listrik: Kicks (24,8 km/l), Serena (19-22 km/l), X-Trail (23,2 km/l) dengan pengalaman EV.

1 bulan yang lalu

Daftar Harga
Daftar Harga NISSAN Terbaru (Maret 2026)

Baru-baru ini Nissan menghadirkan anyar andalannya di Indonesia, yakni All New Nissan X-Trail.

2 bulan yang lalu


Berita
Nissan Perkenalkan Navara Terbaru Di IIMS 2026

Belum dibuka pemesanan tapi peminatnya sudah bisa daftar tanpa booking fee.

3 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Komparasi Spesifikasi Lepas E4 vs Aion UT vs MG S5

Persaingan kendaraan listrik di Indonesia semakin menarik dengan hadirnya Lepas E4 sebagai SUV listrik kompak bergaya modern.

16 menit yang lalu


Berita
Aurus Senat Pesaing Maybach, Sedan Rusia Tunggangan Vladimir Putin

Bisa dilengkapi proteksi untuk hadapi lontaran roket maupun granat.

10 jam yang lalu


Berita
Tiga BMW M Diluncurkan Serentak, Model Station Wagon Dibanderol Rp 2 Miliaran

BMW meluncurkan tiga model terbaru dari divisi performance M. Tiga model serentak diluncurkan yang terdiri dua coupe yakni M2 dan M2 CS, serta M3 Touring yang berwujud station wagon.

12 jam yang lalu


Berita
BAIC T1 Sudah Tiba di Indonesia, Simak Spesifikasinya Sebelum Dijual

BAIC T1 merupakan model terbaru yang segera dijual BAIC Indonesia. Lihat spesifikasinya.

16 jam yang lalu


Berita
Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor DKI Jakarta Masih Sampai Agustus

Tidak perlu membayar denda bunga keterlambatan.

17 jam yang lalu