Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Kehabisan Baja, Toyota Akan Stop Produksi Seminggu

Toyota mengumumkan penghentian produksi selama seminggu akibat kehabisan bahan baku baja. Bagaimana dengan Indonesia?
Berita
Senin, 1 Februari 2016 17:40 WIB
Penulis : Fitra Eri


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Hari ini (1/2) Toyota mengumumkan berita mengejutkan. Seperti dikutip Reuters, mulai 8-13 Februari mendatang, Toyota akan menghentikan produksi mereka di Jepang akibat kehabisan bahan baku baja.

Habisnya stok bahan baku pembuat mobil itu ternyata diakibatkan ledakan yang terjadi pada pabrik besi milik supplier-nya. Dengan demikian Toyota untuk sementara tidak bisa membuat sasis, mesin dan transmisi. Tapi mereka tak menjelaskan secara spesifik model apa saja yang akan terkena.

Seperti kami beritakan beberapa hari lalu, sebagai produsen mobil terlaris di dunia, di 2015 secara rata-rata Toyota menjual 1 unit mobil tiap 3 detik. Artinya penutupan pabrik selama seminggu akan lumayan mengganggu distribusinya di pasar.

Lantas bagaimana dengan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang memproduksi Kijang Innova, Fortuner, Etios, Yaris dan Vios? Saat kami hubungi, Teguh Trihono selaku External  Affairs Division Head TMMIN menyatakan Indonesia tidak terpangaruh. "Pengaturan ini hanya berlaku untuk produksi mobil Toyota di Jepang saja" ucap Teguh.

BACA JUGA

Hal itu juga didukung pernyataan Toyota Motor Corporation. "Produksi akan kami lanjutkan 15 Februari. Penghentian ini tak ada pengaruh ya ke produksi Toyota di luar Jepang," jelas Toyota dalam rilisnya. Dari sekitar 10 juta Toyota yang terjual setahun, Jepang memproduksi 4 juta unit. Setiap hari pabrik di Jepang ini memproduksi 13.600 unit di Desember 2015 lalu. Artinya penghentian seminggu ini akan membuat Toyota tak memproduksi lebih dari 90 ribu unit.

Sehubungan kejadian ini, Toyota juga menyatakan bakal mencari alternatif supplier baja lainnya, agar produksi tak berhenti bila ada keadaan tak terduga seperti ini.


Tags Terkait :
Toyota Toyota Motor Company Toyota Astra Motor
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Toyota Konversi Mobil Lawas AE86 Jadi Listrik dan Hidrogen

Presiden Toyota Akio Toyoda mengatakan remodeling mobil yang ada perlu dieksplorasi sebagai opsi untuk mencapai tujuan nol emisi karbon pada tahun 2050.

3 tahun yang lalu


Berita
Toyota Produksi Lagi Dasbor Supra MK4 Melalui GR Heritage Parts

Toyota kembali memproduksi sparepart mobil lawasnya melalui GR Heritage Parts

1 bulan yang lalu


Berita
Merasakan Sensasi Toyota JDM Di TOKYO

Toyota ajak jurnalis rasakan mobil JDM legendaris di Jepang. Dari Supra, AE86 hingga GR Family, semuanya tunjukkan DNA sejati Toyota.

6 bulan yang lalu


Berita
Mesin Toyota AE86 Akan Dibuat Lagi Oleh Toyota Gazoo Racing

Produksi ulang dengan teknologi industri otomotif saat ini

7 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Harga Mobil Diesel Seken Lunglai, Ambrol Hingga Puluhan Juta

Harga solar non subsidi menginjak harga Rp 30 ribuan/liter. Bencana bagi pasar mobil diesel bekas

1 jam yang lalu


Berita
Eksistensi Jetour Hadir Di Auto China 2026, Menjadi Brand Yang Lebih Kuat

Jetour tak sekadar datang ke Auto China 2026 dengan deretan mobil baru. Tapi ada ini...

2 jam yang lalu


Bus
Pakai Cara Pabrikan Tiongkok, Produsen Bus Listrik India Ini Rilis Model Terbaru

Mayoritas proses desain sampai perakitan dilakukan dalam satu atap.

12 jam yang lalu


Berita
Indomobil Expo 2026, Sambut Akselerasi Era EV

Indomobil Expo 2026, fokus pada mobil listrik

13 jam yang lalu


Berita
Ketuk Palu! Mobil Listrik Tetap Dapat Insentif Pajak Dan Tetap Bebas Ganjil Genap

Pemprov DKI Jakarta tetap mempertahankan insentif berupa pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) bagi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

17 jam yang lalu