Saat ini, baik bus tingkat Murni Jaya dan Laju Prima tengah dalam tahap inspeksi di garasi pusat Hiba Utama di Klender, Jakarta Timur.
5 tahun yang lalu
Keduanya menjalin kerja sama untuk pengembangan kendaraan niaga listrik dari bermacam sumber tenaga yang diumumkan pekan lalu.
Ironisnya, insiden ini terjadi di saat yang bersamaan dengan dinas perdana Rubya menjadi armada antarkota antarprovinsi.
Bus anyar tersebut digarap oleh karoseri Tentrem asal Malang.
Perjalanan pertama bus yang dinamai Rubya itu, akan dimulai hari ini, Senin (2/11) dengan jalur Seri L.
Pekan lalu, bus berwarna hitam-hijau tersebut dirilis dari karoseri.
Alih-alih meniru tampilan dari bodi Legacy SR-2 dari karoseri Laksana, kini makin banyak bus yang jadi inspirasi.
Pabrikan asal Tiongkok, BYD Auto Industry diajak Hino untuk pengembangan kendaraan listrik bertenaga baterai. Setelah bekerjasama dengan Toyota untuk truk Fuel Cell Hybrid.
Kali ini milik PO Sinar Jaya dikabarkan terbakar sekitar pukul 03.38.
E-bus AC sepanjang 12 meter disediakan oleh perusahaan Olectra yang berbasis di Hyderabad, India.
Terlihat foto bus berwarna biru yang tengah dalam proses pengerjaan detail interiornya sebelum dipasang panel bodi dan kaca-kacanya.
Kini sudah lebih dari 100 unit telah diproduksi untuk pelanggan di pasar Uni Emirat Arab (UEA). Diekspor sebagai kendaraan CBU.
Untuk memadamkan bus ini, dikerahkan lima unit truk pemadam kebakaran.
Bus ini pesanan PT Medan Bus Trans selaku operator TMD
Bukan hanya dari segi keselamatan saja, tetapi juga dengan adanya peraturan ODOL ini, sebuah kendaraan komersial menjadi lebih sehat.