Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Murni Jaya Siapkan Bus Double Decker Untuk Tol Trans Jawa

Saat ini, baik bus tingkat Murni Jaya dan Laju Prima tengah dalam tahap inspeksi di garasi pusat Hiba Utama di Klender, Jakarta Timur.
Bus
Rabu, 4 November 2020 11:00 WIB
Penulis : Ilham Pratama


Setelah Laju Prima, satu lagi anak perusahaan Hiba Group yang menyiapkan bus tingkat atau double decker, yakni PO Murni Jaya. Bus tersebut sama-sama mengandalkan bodi Legacy SR-2 Double Decker keluaran karoseri Laksana.

Saat ini, baik bus tingkat Murni Jaya dan Laju Prima tengah dalam tahap inspeksi di garasi pusat Hiba Utama di Klender, Jakarta Timur. Rencananya, kedua bus tersebut akan jadi armada antarkota dengan rute tol Trans Jawa, meski belum ditetapkan rutenya.

Menariknya, meski memiliki kembaran dari Laju Prima, namun bus milik Murni Jaya ini punya sasis yang berbeda lho. Ini karena yang digunakan pada bus ini adalah sasis Mercedes-Benz OC 500RF 2542. Sedangkan 'saudaranya' dari Laju Prima mengandalkan sasis Volvo B11R.

Secara spek, OC 500RF 2542 memiliki mesin turbo diesel 12.000 cc 6 silinder segaris. Tenaganya 422 PS di 1.900 rpm dan torsi puncak 1.900 Nm per 1.100 rpm.

BACA JUGA

Transmisinya otomatik 6-speed dengan primary retarder sebagai salah satu penunjang keselamatannya. Sebelumnya sasis ini marak dipakai sebagai bus double decker di Indonesia.

Beralih ke sisi eksterior, boleh dibilang bus Laju Prima dan Murni Jaya ini nyaris serupa. Bukan karena sama-sama dari Hiba Group, tapi dari tampilan livery dan warna dominasi abu-abu membuat kedua bus mirip.

Hanya logo nama perusahaan otobus keduanya saja yang membedakan. Padahal, secara umum kedua bus memiliki warna dan livery yang jauh berbeda. Di mana Murni Jaya identik dengan warna bus cokelat. Sedangkan Laju Prima dikenal dengan kelir putih bercorak elang dengan warna kuning-oranye-biru.


Tags Terkait :
PO Murni Jaya Bus Tingkat Bus Tingkat Murni Jaya Double Decker Laksana
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Ternyata Ini Maunya Penumpang Bus Double Decker…

Mereka bukan konsumen ‘mending-mending’

2 tahun yang lalu


Bus
Bus Tingkat Murni Jaya Layani Penumpang Reguler, Segini Harga Tiketnya

Pemberangkatan pagi dimulai pukul 06.00 dari terminal Jatijajar, Depok. Serta ada armada sore dengan keberangkatan pukul 16.30.

5 tahun yang lalu


Bus
Bus Tingkat PO Murni Jaya Jadi Perhatian di Jogjakarta

Di Jogjakarta, agenda road show bus bersasis Mercedes-Benz OC 500RF 2542 ini menyambangi beberapa terminal dari tanggal 29 November hingga Rabu (2/12).

5 tahun yang lalu


Bus
Tengok Detail Bus Tingkat Baru PO Garuda Mas, Ada TV Tiap Joknya

Sasisnya sama dengan armada Ultra High Deck dari PO Sudiro Tungga Jaya dan bus tingkat PO Murni Jaya.

5 tahun yang lalu


Terkini

Truk
Truk Listrik Volvo Laku 5.000 Unit Di Seluruh Dunia

Truk listrik Volvo terjual 5.000 unit di seluruh dunia, dikirim ke 50 negara dengan delapan model. Armada menempuh 170 juta km sejak 2019.

12 jam yang lalu


Bus
Pakai Cara Pabrikan Tiongkok, Produsen Bus Listrik India Ini Rilis Model Terbaru

Mayoritas proses desain sampai perakitan dilakukan dalam satu atap.

1 hari yang lalu


Pikap
Isuzu D-Max EV Mulai Dipasarkan Untuk Pasar Eropa

Isuzu D-Max EV mulai dipasarkan di Eropa. Spesifikasi Isuzu D-Max EV Eropa: tenaga 200 hp, baterai 66.9 kWh, torsi 347 Nm, range 263-335 km WLTP.

1 hari yang lalu


Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

3 hari yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

3 hari yang lalu