Selain menyebabkan 27 orang meninggal dunia, ada pula yang pernah menjajal bus pariwisata tersebut dan memberi kesan yang baik.
5 tahun yang lalu
Damri bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menghadirkan angkutan antarmoda Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di kawasan wisata Jogja.
Layanan bus ini dapat dimanfaatkan baik untuk rombongan umum atau komunitas pesepeda yang ingin merasakan sensasi gowes di luar kota.
Seperti yang dilakukan Damri dengan membuka sederet layanan transportasi di beberapa titik pariwisata pekan lalu.
Program Cikobis ini merupakan hasil kerja sama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis, Sumber Jaya dan Makikan.
Setelah viral foto Bu Tejo dari film pendek Tilik, kini foto Ade Londok yang jadi spanduk di bus wisata. Seperti dilakukan oleh agen wisata Berdikari Strongtour asal Jogjakarta.
Adalah PO Beebuzz yang mengadakan kegiatan bertajuk Nyok Ngopi di Bus.
Rute tersebut di antaranya Ciledug-Jogja, Bogor-Jogja dan Tangerang-Jogja. Seluruhnya akan memulai perjalanan dari arah Jabodetabek pada Jumat 15 Agustus.
Meski jelas-jelas bus ini dibangun di atas sasis King Long berikut bodinya, namun yang tertera justru ala-ala bus lokal Indonesia.
Dalam rute ini, bus patas Nusantara akan mengantarkan penumpang dari Kudus menuju Jogja melalui Semarang dan Magelang atau sebaliknya, dengan armada full AC.
Bukan tanpa sebab ada bus konvoi menuju Pangandaran. Karena bus-bus tersebut merupakan milik anggota Ikatan Perusahaan Otobus Bandung (IPOBA) yang menggelar kegiatan di era new normal.
Jumlah penumpang hanya boleh terisi hingga 50% saja dan konfigurasi Avante H8 pas dengan konsep sosial distancing yang diterapkan pemerintah
6 tahun yang lalu
Salah satu yang menjadi kegiatan utamanya adalah serah terima unit baru, yaitu bus Hino RK260 dari karoseri Laksana.
Bali memang dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Tak heran jika banyak perusahaan yang bergerak di bidang wisata membuka cabang. Salah satunya Hiba Utama.
Dalam pengembangan tersebut Menhub mengalokasikan dana sebesar Rp 2,9 triliun untuk infrastuktur dan pelayanan transportasi di lima destinasi pariwisata superprioritas.