OTODRIVER - Jamur kaca menjadi bagian yang mengganggu secara fungsi dan estetika. Sebenarnya kurang tepat disebut jamur kaca, bercak putih atau lapisan kusam yang menempel pada permukaan kaca.
Bercak ini terbentuk dari akumulasi mineral air, kotoran, dan sisa air hujan yang mengering. Sering disebut sebagai water spot atau kerak air.
Bercak ini muncul karena kelembaban tinggi dan endapan mineral yang tidak segera dibersihkan.
“Apabila dibiarkan berlarut-larut, bercak ini akan semakin berlapis dan menebal. Akibatnya semakin sulit dibersihkan,” tutur Saiful, detailing freelance yang fokus melayani panggilan rumahan dan showroom ini.
“Akan lebih baik jika dilakukan saat lapisan kerak masih tipis dan belum berlapis,” sambung pria yang akrab disapa Ipul ini.
Ipul pun menjelaskan apabila lapisan water spot yang belum berlapis-lapis bisa dibersihkan dengan bahan-bahan rumah yang harganya ramah di kantong.

“Bisa menggunakan pasta gigi yang kemudian digosok dengan kain microfiber, atau bisa juga menggunakan cuka apel dicampur air dengan perbandingan 1:1 dan bisa gunakan kain lembut atau microfiber untuk mengosoknya,” sambung Ipul.
Tapi jika water spot sudah sangat tebal dan berlapis, maka obat-obat yang digunakannya pun beda. Butuh produk water spot remover ataupun kompon khusus untuk kaca.
“Dan biasanya harus dengan cara dipoles. Hal ini jadi riskan saat diterapkan pada kaca depan. Harus hati-hati dan paham betul mengenai hal ini, kalo tidak kaca malah akan glare atau silau saat kena sinar,” jelasnya.
Ipul menyarankan untuk membersihkan jamur kaca ini secara rutin setiap 2-4 bulan sekali, tergantung dengan kondisi. Bisa dilakukan dengan bahan-bahan rumahan atau pun bahan yang dibeli di toko,". (SS)








