BUS-TRUCK – Pekan (23/1) ini, kecelakaan yang melibatkan bus terjadi lagi di wilayah Kediri, Jawa Timur.
Keterangan dari pihak Polres Kediri, bus tersebut kehilangan kendali saat hendak mendahului kendaraan lain di sebuah persimpangan di bilangan Lirboyo.
Terlepas dari soal otoritas sebuah perusahaan otobus berkaitan dengan manajemen perjalanan serta tindakan preventif dari penegak hukum di lapangan, peran pramudi alias pengemudi bus juga punya peran sangat besar.
Namun, kejadian di Kediri tadi seperti mengeaskan untuk kesekian kalinya bahwa kecakapan pengemudi bus masih jadi bahaya laten di jalan raya. Seperti pernah diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal DPP Organda, Kurnia Lesani Adnan, yang menyebutkan bahwa pengemudi bus saat ini umumnya punya kecakapan dari perjalanan profesi saja.
Karena berdasarkan catatan Bus-Truck.id, disela perhelatan GIIAS 2024 (18/7) yang lalu, pria yang akrab dipanggil Sani itu mengungkapkan meskipun pada dasarnya sama-sama kendaraan niaga namun untuk mengemudikan bus dengan baik dan benar ternyata butuh penanganan yang berbeda jika dibandingkan mengemudikan kendaraan angkutan barang.
Penanganan yang berbeda itu salah satunya melalui pendidikan khusus mengemudi bus.
Kegiatan ini jadi sarana yang valid untuk meningkatkan kecakapan dalam mengemudikan bus.
Baca juga: Pengemudi Damri Dibekali Ilmu Pertolongan Darurat Buat Penumpang
Baca juga: Kata Pakar, Masih Banyak Pengemudi Bus Di Indonesia Yang Tidak Punya Skill Memadai
Bus listrik punya karakter performa serta handling yang berbeda jauh dibandingkan yang bermesin diesel (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Kesabaran dalam mengemudikan bus tidak bisa begitu saja muncul, lewat pendidikan khusus bisa jadi opsi mempercepat kesadaran itu (Foto : RRI.co,id)
Lebih paham soal safety dalam berkendara dan teknis kendaraan
Seperti diungkapkan oleh Mas Wahid yang ditemui langsung beberapa waktu lalu (18/1). Pemilik PO Pesona itu mengaku pernah mengirimkan sejumlah pramudi ke lembaga pelatihan mengemudi kendaraan komersial yang dikelola Hino Indonesia.
“Setelah dari pendidikan itu memang berbeda dalam praktek langsungnya di lapangan,” ujar pemilik nama lahir Muhammad Abdul Wahid itu.
Ia mencontohkan hal yang paling mudah terlihat yaitu awak kemudi armadanya tidak terpancing emosinya saat disalip kendaraan lain dengan manuver agresif.
Selain itu, usai mengikuti pelatihan mengemudi nyata membuat pengemudi tersebut lebih paham soal-soal teknis.
“Jadi semakin paham jarum putaran mesin di indikator yang warna hijau, mesin lebih terawat jadinya dan lebih bisa menghemat konsumsi bahan bakar,” urai Mas Wahid lagi.
Ia kemudian juga menyitir soal tes mengemudi bus yang pelajaran pertamanya adalah menjalankan bus pada posisi gigi satu tanpa injak pedal gas.
“Mesin bus kan torsinya besar, kalau paham soal tenaga mesin bus mestinya kerja mesin sendiri jadi terukur oleh si driver, ujung-ujungnya mesin jadi terawat,” pungkas pria yang mengawali kariernya sebagai content creator bidang otomotif itu. (EW)





