OTODRIVER - Nissan Juke, menjadi salah satu mobil yang dianggap unik dari segi desainnya dan model ini pernah dijajakan di Indonesia 2011 silam.
Mobil ini mencolok dengan fascia yang punya wajah mirip kodok dan buritan dengan garis-garis tajam. Bukan sesuatu yang lumrah dijumpai.
Bisa dikatakan bahwa desain Juke adalah sesuatu yang tidak gampang dicerna namun harus diakui bahwa tampilannya memang mencuri fokus.
Hanya saja pada generasi II yang muncul pada 2019 dan sayangnya Indonesia tidak mendapatkan jatah untuk mobil tersebut.
Padahal banyak yang berpendapat bahwa Juke gen II punya model yang lebih soft dan bisa ditelan dari sisi selera orang Indonesia.
Tapi mungkin sudah jadi tugas Juke yang seolah diberi tugas untuk hadir sebagai mobil dengan desain berani.
Nissan sepertinya bakal meneruskan ‘keberanian berdesain’ ini pada Juke generasi III yang punya tampilan mencolok.
Model konsep dari Juke Gen III ini hadir dengan kelir hijau. Dan tidak seperti model generasi pertamanya yang identik dengan garis membulat, model gen III ini justru didominasi garis-garis tajam dan bersudut tegas.
Wujud lampunya tak lagi laksana mata kodok, namun sudah bertransformasi menjadi wujud persegi tujuh. Tampilan wajahnya ini sedikit banyak mengingatkan pada wajah BYD Atto 1.
Mengutip dari motor1, Juke baru ini tak akan lagi dijejali dengan mesin bakar dan akan berpenggerak tenaga listrik. Produksi mobil ini akan dilakukan di Nissan di Sunderland Inggris dan berbagi tempat dengan Leaf.

Mobil ini berbasis pada platform CMF-EV atau AmpR Medium yang digunakan oleh Renault Scenic E-Tech, Alpine A390, dan Nissan Ariya, lalu dijadwalkan akan diluncurkan secara global pada musim semi tahun depan.
Nissan belum merilis spesifikasi akhir untuk Juke, dan juga belum merilis foto interior crossover tersebut.
Namun, mereka telah meluncurkan desain eksterior lengkapnya dan tampilannya berbeda dari model Nissan lainnya.
Bahkan, desainnya sangat mencolok sehingga lebih mirip mobil konsep daripada mobil yang akan dijual kepada publik.
Kembali pada desain Juke. Meskipun tak lagi bergenre desain membulat, namun Nissan tetap membubuhkan konsistensi desain bagi mobil ini. Gagang pintu belakang tetap ditempatkan di pilar C
Seperti Leaf yang ada saat ini, Nissan Leaf EV baru akan mendukung teknologi vehicle-to-grid. Paket baterai kemungkinan akan meniru Nissan Leaf, artinya dapat ditawarkan dengan paket 52 kWh dan 75 kWh.
Namun diinformasikan, bahwa kehadiran Juke baru ini tak langsung menjadikan Juke Gen II langsung disunsetkan.
Nampaknya Nissan akan memproduksi dua-duanya sebagai opsi untuk mendapatkan sistem penggerak yang lebih beragam. (SS)












