Setelah Kona Electric, Giliran Chevrolet Bolt Kena Recall

Setelah Kona Electric, Giliran Chevrolet Bolt Kena Recall

Mobil listrik tentu memiliki sejumlah keuntungan dibandingkan mobil konvensional. Akan tetapi, tentu ada resiko yang tidak bisa dihindarkan.

Risiko itu ada pada mobil Chevrolet. Dikutip dari carscoops.com (15/11), GM dan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat mengumumkan recall yang mempengaruhi 50.932 unit mobil listrik Chevrolet Bolt model tahun 2017-2019.

Menurut NHTSA paket sel baterai pada mobil listrik itu berpotensi berasap dan terbakar secara internal. Risiko terburuknya, api menyebar ke seluruh kendaraan dan menyebabkan kebakaran. Potensi itu terjadi jika mobil listrik diparkir di dalam garasi atau di dekat rumah.

Situasi ini sangat kritis sehingga pemilik diminta untuk parkir di luar dan jauh dari rumah, sampai masalah teratasi.

NHTSA melaporkan terjadi lima kali kebakaran mobil listrik ini akibat masalah tersebut. Insiden ini telah menyebabkan dua orang cedera dan satu kendaraan yang terbakar merembet ke rumah.

GM akan memperbarui perangkat lunak, sementara mereka terus menyelidiki penyebab dari masalah tersebut. Pembaruan perangkat lunak akan tersedia pada 17 November.

Untuk Chevrolet Bolt tahun 2017 dan 2018, pemilik diberi tahu untuk mengubah setelah charge mobil listrik dan menggunakan opsi Hill Top Reserve. Untuk model 2019, pemilik diinstruksikan untuk mengubah pengaturan charging dan mengaktifkan "Target Charge Level at 90%.".

Sebelumnya Hyundai juga mengumumkan recall beberapa mobil listriknya. Mobil listrik Hyundai Kona menggunakan baterai dari LG Chem Ltd. LG Chem mengatakan penyebab pasti dari kebakaran tersebut belum diketahui. Percobaan pemeragaan yang dilakukan bersama dengan Hyundai tidak menyebabkan kebakaran, sehingga kebakaran tidak dapat dikaitkan dengan sel baterai yang rusak.

 
 

Bagikan

Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com