Mobil Listrik Lebih Tahan Banjir

Mobil Listrik Lebih Tahan Banjir

Mobil listrik akan menjadi masa depan transportasi darat, tak terkecuali di Indonesia. Tak hanya transportasi pribadi juga termasuk transportasi masal seperti bus kota.

Kendaraan full elektrik akan menjadi tujuan final dari segala perkembangan yang ada saat ini. Sedangkan kendaraan hybrid akan menjadi tahapan dalam perjalanan menuju era BEV (Battery Electric Vehicle).

Untuk BEV, bisa dikatakan bahwa Jakarta akan menjadi kota pertama yang punya komunitas kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini berdasarkan kesiapan infrastruktur yang ada pada saat ini.

Tapi perlu diingatkan bahwa Jakarta sendiri punya masalah kronis yang datang hampir setiap tahun yakni banjir. Nah, apakah mobil listrik ini aman digunakan untuk menembus banjir?

Berdasarkan kutipan dari thedriven.com, sistem kendaraan listrik relatif aman digunakan untuk menerjang banjir. Sejauh perangkat baterai dan motor listriknya sepenuhnya tersegel baik sehingga terisolasi dari air dan tidak sampai masuk ke dalam sistem.

Salah satu persyaratan yang harus dimiliki oleh Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) adalah memiliki International Protection (IP) rating system. Yakni rating mengenai ketahanan perangkat terhadap kebocoran air. Semisal IP65 yang menjelaskan mampu melindungi baterai dan motor listrik dari debu dan air bertekanan rendah.

Pada IP grade yang lebih tinggi perangkat baterai dan motor listrik bahkan mampu bertahan pada air bertekanan tinggi sekalipun. Bahkan grade tertinggi yakni IP68, merupakan grade yang digunakan pada kapal selam.

Tentunya dalam penggunaannya, BEV tidak akan seekstrem digunakan seperti kapal selam. Jadi memang ada batasan pemakaian yang dianjurkan. Sejauh kendaraan masih bisa berjalan, kemungkinan akan aman, namun jika sempat terendam akan menimbulkan potensi kerusakan yang disebabkan oleh temperatur baterai yang memungkinkan resiko pengembunan.

Lalu apakah ada resiko tersetrum?

Sejauh tidak ada kerusakan berat karena benturan yang menyebabkan sistem pada baterai dan motor listrik bocor, kondisi tersebut tidak akan terjadi. Selain itu terdapat sistem pemutus otomatis yang disebut ground-fault detection system yang menjadi salah satu safety feature pada BEV. Sistem kelistrikan akan total terputus, begitu sensornya mendeteksi adanya kebocoran.

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com