Ini Yang jadi Tantangan Emplementasi EV di Indonesia

Ini Yang jadi Tantangan Emplementasi EV di Indonesia

Mungkin tak ada yang menyangka jika era mobil listrik di Indonesia telah hadir lebih cepat dari yang pernah diduga. Sejumlah pabrikan otomotif mulai berani memasarkan kendaraan listrik, baik itu yang mengasup teknologi hybrid ataupun listrik murni.

Jika dilihat dari arah perkembangan trend dunia, maka ke depannya mobil full elektrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) yang akan jadi finalnya. Apabila hal itu terjadi maka diperkirakan Indonesia akan masuk dalam trend tersebut.

Namun tentu itu bukan hal yang mudah dalam emplementasinya. Setidaknya terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan baik itu dalam tingkat infrastruktur maupun industri.

Hal ini diungkapkan Hari Setiapraja, Kepala Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi (BT2MP) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam webinar yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Otomotif (Forwot) dan Forum Wartawan Industri (Forwin), Kamis (26/11).

Setidaknya ada terdapat tujuh tantangan yang dihadapi Indonesia menuju era mobil listrik.

Suplai Listrik

Listrik merupakan elemen terpenting yang menggerakkan mobil setrum. Saat ini Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah berkomitmen untuk menyuplai kebutuhan listrik untuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

Ketersedian Charging Station

Pengisian listrik alias charging station merupakan sebuah keharusan dan akan jadi tulang punggung untuk keberadaan mobil listrik.

Pengadaan charging station ini pun harus selaras dengan penyebaran populasi mobil listrik. Tanpa kehadiran depot-depot pengisian listrik ini mustahil mobil listrik akan jadi hal yang menarik dan diterima oleh pasar secara luas.

Teknologi Baterai dan Fast Charging

Penguasaan teknologi baterai dan pengisian cepat (fast charging) merupakan hal mutlak. Ke depan kebutuhan akan baterai semakin besar dan membutuhkan baterai yang semakin kompak, tahan lama namum bertenaga tinggi. Dengan penguasaan teknologi maka akan banyak inovasi perkembangan baterai yang mempengaruhi berbagai hal seperti harga yang lebih kompetitif dan performa yang lebih baik.

Regulasi Teknis dan Keuangan

Walau diprediksikan harga mobil listrik akan semakin terjangkau di waktu yang akan datang, namun pada kenyataannya saat ini banderol mobil listrik jauh melampaui mobil bermesin konvensional.

Agar mobil listrik ini menarik maka dibutuhkan berupa stimulus regulasi dan keuangan yang menjadi daya tarik orang beralih ke mobil listrik.

Pengolahan Limbah Baterai

Pada suatu ketika limbah baterai kendaraan listrik akan menjadi momok baru jika tidak dipersiapkan dari dini. Baterai-baterai bekas ini mengandung limbah beracun yang harus dikelola secara benar dan professional. Artinya proses daur ulang harus masuk dalam mata rantai kehadiran mobil listrik.

Industri Komponen

Sehubungan dengan adanya komponen baterai yang tidak bisa didaur ulang, tidak menutup kemungkinan membuka peluang munculnya industri komponen baru. Salah satu tugasnya mengolah limbah dari baterai bekas.

Keberlanjutan Ekosistem Kendaraan Listrik

Ekosistem mobil listrik harus dibuat, dipelihara dan dikembangkan. Mobil listrik bisa dikatakan sebagai salah satu revolusi yang mampu mengubah wajah industri otomotif.  Perlu diingat bahwa mobil listrik akan berkembang dengan sangat pesat di masa depan dan itu perlu up date dalam berbagai hal yang mendukungnya.

 

Simak Video : OD Flash: TMS 2019 Jadi Arena Meluncurnya Beragam Mobil Baru dan Masa Depan

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com