OTODRIVER - Sejak tahun 2002 kolaborasi antara tiga pabrikan besar yaitu SAIC, Luizhou Wuling, dan General Motors. Fakta strategis yang disepakati di Tiongkok itu punya kerangka kolaborasi jangka panjang di berbagai hal berkaitan dengan desain sampai produksi kendaraan niaga, mobil penumpang, sampai mobil listrik.
Kolaborasi itu tidak hanya untuk dunia otomotif di Tiongkok, tapi juga ke sejumlah titik produksi di sejumlah negara.
Salah satu contohnya, keberadaan pusat produksi Wuling di Indonesia yang bernama PT SGMW Motor Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, yang beroperasi dengan penerapan sistem produksi global General Motors.
Sejumlah model hasil produksi di Tiongkok diekspor ke beberapa negara dengan label Chevrolet juga. Skema kolaborasi itu juga yang mendorong dilakukan kurasi intensif atas Wuling Bingo Pro untuk menjadikannya sebagai mobil listrik di pasar Amerika Serikat.
Dikutip dari Laman ev.com, pihak General Motors berniat untuk merilis produk tersebut dengan opsi nama Chevrolet Joy. Diarahkan untuk mengisi pasar mobil listrik di Amerika Serikat, Amerikat Selatan, dan negara lainnya.

Tetap masuk ke segmen entry level
Persiapan intensif atas Chevrolet Joy dilakukan pihak General Motors dengan orientasi konsumen mobil listrik segmen entry level.
Selain untuk melengkapi portofolio produk kendaraan non fosil, upaya meramu Joy sebagai produk mobil listrik bagi konsumen pemula juga jadi upaya sekuat tenaga untuk merespon semakin masifnya kehadiran mobil listrik di pasar otomotif global.
Karena selain Joy, setidaknya ada dua model lagi dari Chevrolet yang disiapkan untuk mengikuti jejak dari Joy yaitu Spark dan Captiva. Keduanya akan mewakili model crossover bertenaga non fosil dari raksasa otomotif Amerika Serikat itu.
Untuk nama Joy sendiri sebenarnya bukan nama baru, setidaknya sudah ada mobil Chevrolet Joy dan wilayah pemasarannya di area Amerika Selatan.
Produk yang platform awalnya bernama GM4200 tersebut memang sejak mula diposisikan sebagai kendaraan segmen entry level. Nama-nama tenar yang kemudian muncul dari platform yang sama itu antara lain; Opel Corsa, Daewoo Matiz, Opel Tigra, maupun Buick Sail.
Wuling Binguo Pro sendiri merupakan hatchback listrik dengan dua varian berdasarkan paket versi baterai LFP; 31.9 kWh dan 37.9 kWh. Masing-masing diklaim dengan standar CLTC bisa menempuh jarak maksimal 330 kilometer dan 403 kilometer.
Komposisi dimensinya; panjang 4.050 mm, lebar 1.758 mm, tinggi 1.580 mm, dan wheelbase 2.560 mm. Harganya Di Tiongkok mulai 56.800 Yuan atau sekitar Rp150 jutaan. (EW)











