OTODRIVER – Punya mobil listrik itu ternyata bukan cuma soal bebas dari antrean SPBU. Ada satu fitur yang jadi keunggulan mobil listrik atau mobil dengan elektrifikasi (khususnya PHEV), yakni Vehicle-to-Load alias V2L.
Pengertian singkatnya, V2L adalah teknologi yang memungkinkan daya dari baterai mobil listrik dialirkan ke perangkat elektronik eksternal lewat port khusus atau adaptor tambahan. Dengan demikian, mobil akan jadi catu daya bagi perangkat-perangkat yang diaktifkan dengan aliran setrum itu.
GMC Terradyne Concept
Sebelum masuk ke cara kerjanya, ada baiknya kita mundur sejenak ke asal-usul ide ini. Menurut catatan WETOX, konsep menjadikan kendaraan sebagai sumber daya listrik portabel ternyata sudah muncul jauh sebelum era mobil listrik yang ada saat ini. Konsep ini pertama kali diperkenalkan lewat mobil konsep GMC Terradyne yang debut di ajang North American International Auto Show (NAIAS) tahun 2000.

Namun, konsep itu baru benar-benar terwujud secara nyata satu dekade kemudian. Pada 2010, Nissan memperkenalkan teknologi "Leaf to Home", yang menjadikan Nissan Leaf sebagai mobil listrik pertama di dunia yang mendukung pengisian daya dua arah (bidirectional charging) menggunakan standar CHAdeMO.
Dua tahun berselang, giliran Mitsubishi Motors menyusul dengan teknologi serupa pada 2012, juga mengandalkan standar CHAdeMO yang sama, melalui model Outlander PHEV.
Dengan demikian, Jepang menjadi pelopor dalam mengadopsi konsep V2X (Vehicle-to-Everything) secara luas.

Mengapa hal ini justru muncul dulu di Jepang?
Salah satunya adalah kondisi Jepang yang cukup rentan terhadap bencana gempa bumi. Budaya kesiapsiagaan bencana yang sudah mengakar kuat di negara tersebut mendorong fitur ini untuk direalisasikan. Fitur ini pun terbukti sangat berguna saat terjadi gempa atau bencana alam lain yang memutus pasokan listrik dari jaringan utama.

BEV dan PHEV
Namun ternyata tidak semua mobil dengan elektrifikasi dapat memberikan layanan V2L.
Menurut Royal Automobile Club of Victoria, Australia, penggunaan V2L bisa dilakukan pada mobil BEV atau PHEV. Sedangkan untuk HEV tidak dirancang untuk hal ini.
Mobil HEV hanya dibekali dengan baterai berkapasitas kecil dan sistemnya dirancang untuk regenerative braking plus bantuan tenaga ke mesin bensin, bukan sebagai cadangan daya untuk perangkat luar.
Sedangkan BEV dan PHEV punya baterai yang jauh lebih signifikan sehingga jauh lebih ideal untuk mengaktifkan fitur ini. (SS)











