OTODRIVER – Ferrari resmi memperkenalkan 849 Testarossa, supercar terbaru yang menggantikan SF90 Stradale sekaligus menghidupkan kembali salah satu nama paling legendaris dalam sejarah pabrikan asal Maranello. Namun, kebangkitan nama Testarossa bukan berarti Ferrari menghadirkan kembali desain ikonik model tahun 1984.

Sebelum hadirnya F40, Enzo, hingga LaFerrari, Ferrari Testarossa merupakan salah satu ikon terbesar yang pernah dimiliki Maranello. Diluncurkan pada 1984, supercar bermesin 4,9 liter flat-12 ini dikenal lewat desain karya Pininfarina dengan sirip udara horizontal (side strakes) yang menjadi ciri khasnya. Testarossa juga melejit sebagai ikon budaya pop setelah tampil dalam serial Miami Vice, berbagai film, dan video game, menjadikannya salah satu Ferrari paling dikenang sepanjang masa.

Itulah mengapa Ferrari kembali menggunakan nama Testarossa pada model terbarunya. Namun, alih-alih menghadirkan desain retro, Ferrari memilih menghidupkan makna di balik nama tersebut. Berasal dari istilah Testa Rossa atau "kepala merah" yang pertama kali digunakan pada mobil balap Ferrari 500 TR tahun 1956, nama legendaris itu kini kembali hadir pada 849 Testarossa sebagai simbol babak baru performa Ferrari di era elektrifikasi.
Meski mengusung nama Testarossa, Ferrari menegaskan bahwa 849 Testarossa bukan reinterpretasi desain model 1984. Supercar ini hadir sebagai berlinetta bermesin tengah-belakang dengan teknologi plug-in hybrid (PHEV) yang mengusung bahasa desain modern, terinspirasi dari mobil balap Ferrari era 1970-an dan dikembangkan untuk memenuhi tuntutan performa serta aerodinamika masa kini.

V8 Twin-Turbo Dipadukan Tiga Motor Listrik
Ferrari 849 Testarossa mengusung sistem plug-in hybrid yang menggabungkan mesin V8 twin-turbo 3.990 cc dengan tiga motor listrik. Mesin pembakaran internal menghasilkan 830 cv, sementara sistem elektrifikasi menyumbang tambahan 220 cv, sehingga total output mencapai 1.050 cv.
Ferrari menyebut peningkatan tenaga tersebut mencapai 50 cv lebih besar dibandingkan SF90 Stradale, tanpa penambahan bobot secara signifikan. Selain itu, mobil ini mampu melaju dalam mode listrik murni (eDrive) hingga 25 kilometer berkat baterai berkapasitas 7,45 kWh.

Performa Lebih Buas
Dengan bobot kering hanya 1.570 kg, Ferrari mengklaim rasio bobot terhadap tenaga terbaik yang pernah dicapai pada model seri ini, yakni 1,5 kg/cv.
Angka performanya pun impresif:
- Tenaga maksimum: 1.050 cv
- Torsi mesin: 842 Nm
- 0–100 km/jam: kurang dari 2,3 detik
- 0–200 km/jam: 6,35 detik
- Kecepatan maksimum: lebih dari 330 km/jam
Aerodinamika Dikembangkan dari Dunia Balap
Ferrari melakukan pengembangan besar pada sektor aerodinamika. Desain baru menghadirkan downforce hingga 415 kg pada kecepatan 250 km/jam, meningkat 25 kg dibandingkan SF90 Stradale, sekaligus meningkatkan efisiensi pendinginan sekitar 15 persen.
Peningkatan tersebut dicapai melalui penggunaan spoiler aktif baru, diffuser belakang, vortex generator, hingga desain buritan twin-tail yang terinspirasi mobil balap Ferrari 512 S.

Desain Modern, Bukan Nostalgia Testarossa 1984
Berbeda dari yang mungkin dibayangkan banyak penggemar, Ferrari tidak menghadirkan kembali garis-garis khas Testarossa 1984, seperti kisi-kisi samping yang ikonik.
Sebaliknya, Ferrari Styling Centre di bawah arahan Flavio Manzoni mengembangkan bahasa desain baru yang memadukan arsitektur modern, inspirasi mobil balap Ferrari era 1970-an, serta elemen aerodinamika aktif.
Bagian depan mengadopsi fascia horizontal yang mengingatkan Ferrari 12Cilindri dan F80, sementara bagian belakang mengusung konsep twin-tail lengkap dengan spoiler aktif yang terintegrasi.

Teknologi Elektronik Semakin Pintar
849 Testarossa juga memperkenalkan generasi terbaru sistem kontrol elektronik Ferrari melalui Ferrari Integrated Vehicle Estimator (FIVE).
Teknologi ini bekerja bersama ABS Evo, e4WD, brake-by-wire, hingga berbagai sistem dinamika kendaraan untuk meningkatkan akurasi distribusi pengereman, traksi, dan respons kendaraan di berbagai kondisi berkendara.
Interior Lebih Ergonomis
Masuk ke kabin, Ferrari merancang ulang tata letak interior agar lebih ergonomis. Tombol mekanis Engine Start tetap dipertahankan sebagai ciri khas Ferrari, sementara konektivitas kini semakin lengkap melalui Apple CarPlay, Android Auto, pengisian daya nirkabel, hingga sistem MyFerrari Connect untuk memantau kendaraan dari jarak jauh.
Ban Lebar dengan Velg 20 Inci
Untuk menyalurkan tenaga hingga 1.050 cv, Ferrari membekali 849 Testarossa dengan ban berukuran 265/35 R20 di depan dan 325/30 R20 di belakang. Kombinasi ini dipadukan dengan velg berukuran 20 inci, dengan lebar 9,5 inci di depan dan 11,5 inci di belakang. Konfigurasi tersebut dirancang untuk memberikan cengkeraman optimal, menjaga stabilitas saat akselerasi, sekaligus meningkatkan performa menikung pada kecepatan tinggi.
Ferrari juga mengembangkan ban ini bersama sejumlah produsen ternama, seperti Michelin, Pirelli, dan Bridgestone. Pilihan yang tersedia meliputi Michelin Pilot Sport Cup2, Pirelli P Zero R, hingga Bridgestone Potenza Sport, yang masing-masing disesuaikan dengan karakter berkendara, mulai dari penggunaan jalan raya hingga performa di sirkuit.

Paket Assetto Fiorano untuk Pecinta Sirkuit
Bagi pelanggan yang menginginkan performa maksimal di lintasan, Ferrari menyediakan paket Assetto Fiorano. Paket opsional ini memangkas bobot kendaraan sekitar 30 kg melalui penggunaan material serat karbon dan titanium, sekaligus menghadirkan penyempurnaan pada aerodinamika, suspensi, serta ban khusus untuk penggunaan di sirkuit.
Dengan kombinasi tenaga lebih dari 1.000 cv, teknologi hybrid generasi terbaru, dan penggunaan kembali namaTestarossa, Ferrari 849 Testarossa menjadi salah satu model paling penting dalam lini produk Ferrari saat ini. Mobil ini tidak hanya melanjutkan tongkat estafet SF90 Stradale, tetapi juga menandai babak baru evolusi supercar plug-in hybrid dari Maranello.

Program Perawatan Asli 7 Tahun
Selain menghadirkan performa dan teknologi terbaru, Ferrari juga mempertahankan komitmennya terhadap layanan purnajual. Setiap pembelian 849 Testarossa dilengkapi Program Perawatan Asli (Genuine Maintenance) selama tujuh tahun, yang mencakup seluruh perawatan berkala sesuai jadwal servis di jaringan dealer resmi Ferrari di seluruh dunia. Program ini dirancang untuk memastikan kendaraan tetap berada dalam kondisi performa dan keamanan optimal, bahkan juga tersedia bagi pemilik Ferrari bekas.
Khusus untuk model plug-in hybrid (PHEV), Ferrari turut menyediakan dua program purnajual tambahan, yakni Warranty Extension Hybrid dan Power Hybrid. Melalui Warranty Extension Hybrid, pemilik dapat memperpanjang garansi hingga tahun kedelapan, termasuk penggantian paket baterai tegangan tinggi (High Voltage Battery/HVB) tanpa biaya tambahan. Sementara itu, program Power Hybrid memberikan perlindungan komponen utama sistem hybrid hingga tahun ke-16, sekaligus mencakup penggantian baterai HVB tanpa biaya tambahan mulai tahun ke-16.
Dengan demikian, 849 Testarossa tidak menawarkan servis gratis selama 16 tahun. Ferrari memberikan program perawatan berkala selama tujuh tahun, sementara perlindungan hingga tahun ke-16 merupakan layanan opsional yang secara khusus mencakup komponen sistem hybrid melalui program Warranty Extension Hybrid dan Power Hybrid. (NA)
#ferrari #ferrari-849-testarossa #mobil-terbaru-ferrari-di-indonesia










