OTODRIVER - BYD melalui merek premiumnya, Denza, sebelumnya telah mengumumkan penyegaran model tahun 2026 untuk MPV D9 dan shooting brake Z9 GT dengan teknologi pengisian cepat andalan mereka, Flash Charging.
Kini, kedua model tersebut resmi mulai hadir di dealer-dealer di seluruh Cina.
Baik Denza D9 maupun Z9 GT tersedia dalam pilihan tenaga listrik murni (EV) dan plug-in hybrid (PHEV). BYD juga mengonfirmasi bahwa pengiriman unit perdana sudah dimulai, ditandai dengan publikasi foto “pengiriman global” pertama di China yang memperlihatkan konsumen menerima kendaraan baru mereka.

Menariknya, seluruh varian D9 dan Z9 GT, tanpa memandang jenis penggerak maupun level trim, kini sudah mendukung teknologi Flash Charging milik BYD.
Teknologi ini diklaim mampu mengisi daya baterai dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu lima menit.
Bahkan pengisian dari 10 persen hingga 97 persen hanya membutuhkan sembilan menit, sementara pada suhu ekstrem minus 30 derajat Celcius prosesnya hanya lebih lambat sekitar tiga menit.
Untuk pasar China, Denza D9 dipasarkan dengan harga mulai 359.800 hingga 469.800 yuan, atau setara sekitar Rp 810 jutaan sampai Rp 1,05 miliar.
Varian EV menggunakan baterai LFP berkapasitas 115 kWh produksi BYD sendiri. Pada versi penggerak roda depan (FWD), motor listrik tunggal di depan menghasilkan tenaga 456 hp, dengan jarak tempuh hingga 800 km berdasarkan standar CLTC.
Sementara itu, varian AWD mendapat tambahan motor listrik 70 kW di belakang sehingga 550 hp. Konsekuensinya, jarak tempuh turun menjadi 750 km CLTC.
Untuk versi PHEV, seluruhnya hadir dengan sistem AWD sebagai standar. Sistem penggeraknya menggabungkan mesin 1.500 cc turbo bertenaga 154 hp di depan dengan motor listrik 268 hp, ditambah motor listrik belakang 60 hp.
Berkat platform hybrid terbaru BYD bernama “Heyuan”, Denza D9 PHEV kini dibekali baterai LFP lebih besar berkapasitas 66,5 kWh, yang memungkinkan mobil melaju hingga 401 km dalam mode listrik murni berdasarkan standar CLTC. (AW)











