OTODRIVER – Hyundai akhirnya memberikan sinyal yang cukup jelas soal rencana mereka membuat pikap ukuran menengah. Model yang beberapa waktu ini menjadi bahan rumor itu dipastikan masuk dalam rencana produk Hyundai hingga 2030.
Mengutip dari Carscoops, kabar ini muncul dalam presentasi Investor Day Hyundai. Pabrikan asal Korea Selatan tersebut berencana meluncurkan lebih dari 100 model baru termasuk juga model penyegaran hingga 2030. Dari sinilah kemudian disebut, salah satunya pikap dengan sasis ladder frame.
Pikap ini disebut akan hadir dalam tiga tahun ke depan dan diposisikan untuk mengisi celah yang selama ini belum dimiliki Hyundai di pasar global.
Dengan demikian, kehadirannya akan langsung mengerucut sebagai rival nama-nama besar seperti Toyota Hilux, Ford Ranger, Mitsubishi Triton, dan Isuzu D-Max.
Rencana menghadirkan pikap sasis tangga memang tidak ditepis oleh Hyundai, termasuk kemungkinannya menggunakan platform yang punya keterkaitan dengan Kia Tasman.
Meski demikian, Hyundai belum mengonfirmasi hubungan teknis antara keduanya.

Kemungkinan Pakai Hybrid
Gavin Donaldson, Chief Operating Officer Hyundai Motor Company Australia, mengakui Hyundai memang terlambat masuk ke segmen pikap ukuran menengah. Karena itu, mereka ingin menawarkan sesuatu yang berbeda ketika akhirnya masuk ke pasar.
Salah satu caranya adalah melalui sistem penggerak elektrifikasi. Hyundai disebut sedang mempertimbangkan hybrid atau EREV (Extended-Range Electric Vehicle) untuk pikap tersebut.
Pilihan ini cukup masuk akal. Pikap modern tidak lagi hanya dituntut kuat untuk membawa beban atau melibas medan berat, tetapi juga harus semakin efisien dan memiliki emisi lebih rendah.
Hyundai sendiri sedang mengembangkan teknologi EREV untuk sejumlah model. Dalam presentasi Investor Day, perusahaan menyebut adanya rencana EREV untuk Santa Fe, model Genesis, serta SUV segmen C untuk pasar China.
Artinya, teknologi tersebut sebenarnya sudah mulai disiapkan Hyundai. Tinggal melihat apakah nantinya ikut dipasang pada pikap baru mereka.

Lawan Hilux dan Ranger
Kalau benar hadir menggunakan hybrid atau EREV, pikap Hyundai ini bisa menjadi pemain yang cukup menarik.
Pasalnya, segmen pikap menengah masih sangat kuat di banyak negara, termasuk kawasan Asia, Australia, dan sejumlah pasar berkembang. Hyundai tentu tidak ingin sekadar membuat pikap untuk melengkapi lini produknya.
Mereka harus punya sesuatu yang bisa membuat konsumen melirik.
Teknologi elektrifikasi bisa menjadi salah satu senjatanya.
Soal nama, desain, kapasitas mesin, kemampuan angkut hingga harga masih belum diketahui. Namun satu hal sudah semakin jelas, Hyundai benar-benar sedang menyiapkan pikap ladder frame untuk melawan Hilux, Ranger, Triton dan D-Max.
Kalau tidak ada perubahan besar dalam rencana, kita kemungkinan akan mulai melihat wujudnya dalam beberapa tahun ke depan. (SS)











