OTODRIVER – Meski mengandalkan baterai bertegangan tinggi untuk menggerakkan motor listrik, mobil listrik (EV) ternyata masih membutuhkan baterai 12 volt.
Pada mobil bermesin pembakaran internal (ICE), aki 12V umumnya bertugas untuk starting, lighting, and ignition (SLI), termasuk memasok daya ke berbagai perangkat kelistrikan. Sementara pada mobil listrik, baterai 12V tidak perlu memutar motor starter karena mobil tidak menggunakan mesin pembakaran internal.
Aki “konvensional” yang biasa dipakai pada mobil ICE sebenarnya juga bisa dipasang di EV. Namun, ada alasan lain mengapa produsen baterai membuat aki 12V khusus untuk EV.
Direktur Utama PT Wacana Prima Sentosa, Hadi Masiv, mengatakan bahwa mobil listrik tetap membutuhkan aki 12V. Untuk hasil terbaik, aki yang digunakan sebaiknya didesain khusus untuk EV.
“Baterai khusus EV, biasanya juga disebut sebagai Auxiliary Battery, jadi fungsi di mobil listrik, lebih cenderung untuk stabilisasi arus dan perlengkapan listrik saja,” ujar Hadi saat dihubungi Otodriver, Rabu (28/10/2026).
Menurut Hadi, mobil listrik memiliki karakter penggunaan yang berbeda dibandingkan mobil ICE sehingga membutuhkan aki 12V yang lebih spesifik.
“Dengan aki yang spesifik disiapkan untuk EV, maka fungsinya akan lebih optimal,” sambungnya.

Tugasnya Bukan Menyalakan Mesin
Lampu, kunci pintu, power steering listrik, infotainment, hingga sistem keselamatan pada EV pada dasarnya diwarisi dari mobil ICE dan umumnya bekerja pada tegangan 12 volt. Sementara itu, baterai utama EV bertegangan 300 hingga lebih dari 800 volt. Dalam laporan Jalopnik, tegangan itu diturunkan lewat DC-DC converter ke kisaran 12 hingga 14 volt untuk mengisi aki dan menjalankan aksesori.
Peran DC-DC converter di EV mirip alternator pada mobil ICE. Perangkat ini menurunkan tegangan dan mengisi aki 12V secara perlahan dari baterai utama.
Ketika EV dimatikan, baterai utamanya diputus dari sistem kelistrikan lewat kontaktor, yaitu saklar yang dikendalikan secara elektronik. Karena itu, EV membutuhkan sumber daya tambahan untuk menggerakkan kontaktor yang menyambungkan baterai utama saat mobil dihidupkan.
Lalu, mengapa tidak memakai konverter yang selalu aktif saja? Jalopnik menjelaskan bahwa konverter yang terus menyala akan membuat baterai utama terkuras perlahan secara terus-menerus.
Karena itu aki 12V punya peran krusial. Menurut Battery Tender, aki 12V yang bermasalah dapat membuat EV tidak bisa digunakan meskipun baterai utamanya terisi penuh.
Pada akhirnya, baterai 12V tetap menjadi komponen penting di era elektrifikasi. Sebab, secanggih apa pun baterai utama dan motor listriknya, mobil tetap membutuhkan pasokan listrik bertegangan rendah yang andal untuk mengaktifkan dan menjaga sistem pendukungnya bekerja dengan baik. (SS)











