OTODRIVER – Jika ada tanda ID setelah nama Vokswagen, itu merupakan identitas bahwa model tersebut merupakan sebuah listrik maupun hibrida.
Hingga saat ini ada lima lokasi perakitan untuk beragam model Vokswagen ID, ada di Tennessee (Amerika Serikat), Zwickau dan Emden (Jerman), serta Anting dan Foshan (Tiongkok). Masing-masing punya tugas untuk menghadirkan kendaraan sesuai dengan kebutuhan regionalnya.
Untuk unit produski Tiongkok baru hadir Volkswagen ID. Era 9X, ini merupakan crossover berspesifikasi EREV alias Extended Range Electric Vehicle.
Mobil berspesifikasi EREV digerakkan oleh motor listrik konvensional, mesin fosil yang juga terpasang hanya bertugas sebagai generator listrik tanpa punya peran untuk menyalurkan tenaga ke roda.
Era 9X bukan crossover yang dimensinya compact, karena panjangnya 5.207 mm, lebar 1.997 mm, dan tinggi 1.810 mm. Sementara ukuran wheelbase-nya 3.070 mm, bobotnya 2.600 kilogram. Sekilas dimensinya tak jauh beda dibandingkan BMW X7.
Mobil yang diharapkan diperkenalkan perdana saat Beijing Auto Show 2026 di bulan Mei ini punya tiga varian utama berdasarkan pembangkit daya. Pertama, varian bermesin 1.500 cc turbo yang punya besaran potensi tenaga 141 hp. Ini sepaket dengan motor listrik di roda belakang yang berpotensi hasilkan tenaga puncak 295 hp.
Diklaim bisa melaju dengan kecapatan puncak 200 km/jam, menggunakan baterai 51.1 kWh jenis LFP hasil kolaborasi CATL dan SAIC juga bisa mendorong Era 9X ini menempuh jarak 267 kilometer dengan memakai tenaga listrik sepenuhnya.
Sementara kalau daya dari baterai habis mesin fosil akan bekerja menyalurkan energi buat menghidupkan motor listrik dengan konsumsi bahan bakar 5,95 liter untuk jarak tempuh 100 kilometer,
Varian kedua masih memakai motor listrik yang sama tapi spesifikasi baterainya 65.2 kWh, secara teori bisa mencapai jarak tempuh yang lebih jauh yaitu 340 km. Mesin konvensional masih sama dengan konsumsi bahan bakar tidak berbeda.
Untuk varian ketiga yang lebih paling premium memakai baterai 65.2 kWh dengan tambahan motor listrik di roda belakang yang bisa hasilkan tenaga sampai 215 daya kuda. Gabungan tenaga dari mesin fosil dan motor listrik bis amencapai 510 daya kuda.
Jarak tempuh varian ketiga ini bisa di angka 321 kilometer, konsumsi bahan bakar mesin fosilnya 6,27 liter untuk jarak 100 kilometer. (EW)











