OTODRIVER – Mazda bisa disebut sebagai pabrikan yang paling sukses dalam memproduksi mobil bermesin rotary. Melalui mesin yang dipatenkan oleh Felix Wankel ini, pabrikan Hiroshima cukup dihormati, khususnya dalam bidang motorsport.
Mesin rotary punya karakter unik, putaran mesin tinggi, kompak dan punya sensasi berkendara yang sulit digantikan mesin konvensional. Namun di balik kelebihannya, mesin Wankel juga memiliki satu masalah klasik yang terkait dengan efisiensi dan emisi.
Di tengah kebangkitan mobil dengan elektrifikasi, Mazda justru jadi pabrikan yang idealis dan belum menyerah dengan mesin legendaris tersebut.
Mengutip Carscoops, pengajuan paten terbaru Mazda di Amerika Serikat mengungkap pengembangan sistem Exhaust Gas Recirculation (EGR) baru yang dirancang khusus untuk mesin rotary.
Solusi ini menarik karena Mazda mencoba mengatasi salah satu kelemahan mesin rotary tanpa harus meninggalkan karakter dasarnya. Dalam paten tersebut, Mazda menjelaskan sistem yang membagi aliran gas buang melalui port samping dan port periferal.

Gas buang dari port samping diarahkan menuju turbocharger, sementara aliran dari port periferal dimanfaatkan untuk sistem EGR. Gas tersebut kemudian melewati pendingin EGR sehingga temperatur udara bisa diturunkan sebelum kembali masuk ke mesin.
Menariknya, saat mesin bekerja dalam beban berat dan EGR tidak diperlukan untuk menekan emisi, udara dingin tersebut dapat dialihkan langsung menuju catalytic converter sekunder. Artinya, sistem ini tidak hanya berusaha menekan emisi, tetapi juga menjaga temperatur kerja tetap ideal.
Hal ini penting karena mesin rotary punya tantangan tersendiri dalam urusan pembakaran. Bentuk ruang bakarnya membuat efisiensi pembakaran tidak semudah mesin piston konvensional. Ditambah lagi, konsumsi bahan bakar dan emisi menjadi alasan utama mesin Wankel semakin sulit bertahan di era regulasi emisi yang makin ketat.

Paten ini memang belum bisa menjadi bukti bahwa Mazda segera meluncurkan mobil sport rotary baru. Namun, setidaknya menunjukkan satu hal: Mazda masih serius mencari cara agar mesin rotary tetap bisa hidup di era elektrifikasi.
Setelah Iconic SP dan Vision X-Coupe menggoda penggemar, bukan tidak mungkin teknologi EGR baru ini menjadi salah satu bagian dari upaya Mazda membawa mesin rotary kembali ke mobil produksi.
Kalau memang ada cara untuk mengatasi kelemahan kronis mesin rotary lama, rasanya sayang kalau mesin legendaris ini kembali hanya menjadi penghias panggung mobil konsep.(SS)












