OTODRIVER – Sebelum dikenal lewat Tiggo, Omoda, hingga Jaecoo, Chery punya sebuah sedan yang menjadi awal perjalanan mereka di industri otomotif, namanya Fengyun. Mobil pertama Chery ini berbasis SEAT Toledo yang menggunakan platform Volkswagen Group, tetapi mesinnya justru buatan Ford.
Mengutip artikel sejarah CarNewsChina Chery Fengyun pertama kali keluar dari lini produksi pada 18 Desember 1999. Mobil ini juga dikenal sebagai Chery A11, Fulwin, atau Windcloud.
Unit pertama itu menjadi tonggak penting bagi Chery, yang saat itu masih merintis jalan untuk menjadi produsen mobil di China.

Basis VW
Untuk mengembangkan mobil pertamanya, Chery memanfaatkan basis SEAT Toledo generasi pertama yang diproduksi pada 1991 hingga 1999. SEAT sendiri merupakan merek asal Spanyol yang berada di bawah Volkswagen Group. Sebagai info tambahan, arsitektur A2 ini yang juga dipakai Volkswagen Jetta generasi kedua.
Menurut CarNewsChina, insinyur bernama Yin Tongyao berperan penting dalam proses ini. Ia sebelumnya bekerja di lingkungan FAW-Volkswagen, sehingga sudah mengenal teknologi dan jaringan pemasok komponen yang digunakan Volkswagen di China.
Kesamaan itu membuat Fengyun memiliki hubungan teknis yang erat dengan kedua mobil Eropa tersebut terlebih dengan Toledo. Chery juga memanfaatkan gambar teknik Toledo dan jaringan pemasok komponen yang berkaitan dengan FAW-Volkswagen.
Namun, ada satu catatan penting. CarNewsChina menyebut pengadaan teknologi Toledo kala itu berlangsung secara diam-diam, tanpa persetujuan langsung dari manajemen Volkswagen Group. Persoalan ini menjadi bagian dari sejarah awal Chery ketika berusaha membangun bisnis mobilnya sendiri.
Secara visual Fengyun dengan Toledo paling mirip terutama terlihat pada bagian grille, bumper, dan emblem.
Jadi, Fengyun bukan sekadar sedan yang terinspirasi desain Eropa. Mobil ini punya hubungan langsung dengan teknologi dan basis kendaraan yang sebelumnya dipakai SEAT.

Mesin Ford
Kalau basisnya berasal dari Volkswagen Group, urusan mesin justru berbeda. Fengyun generasi awal menggunakan mesin Ford CVH berkapasitas 1,6 liter.
Menurut CarNewsChina, Chery memperoleh lini produksi mesin ini dari Inggris, lalu memindahkannya ke Wuhu, Provinsi Anhui, China. Produksi mesin di fasilitas Chery dimulai pada 27 April 1999.
Mengenai spesifikasi mesin Fengyun masih menggunakan karburator dan mampu mengail daya sekitar 85 hp pada versi awal. Sedangkan untuk transmisinya hanya tersedia manual lima percepatan.
Dengan konfigurasi ini, Fengyun menjadi sedan kompak dengan teknologi yang cukup familiar, tetapi harganya lebih terjangkau daripada Volkswagen Jetta produksi lokal di China. Saat itu harga awal Fengyun sebesar 88.000 yuan, sekitar dua pertiga harga Jetta buatan China pada masa itu.
Seiring perkembangannya, Chery menggunakan mesin 1,6 liter berkode SQR480 yang tak lain merupakan pengembangan dari Ford CVH. Mesin inilah yang dibuat oleh Chery dengan lisensi Ford.

Jalan Awal yang Tidak Mudah
Meski Fengyun mulai diproduksi pada 1999, Chery belum langsung bebas memasarkan mobilnya secara nasional.
Saat itu, perusahaan harus berjibaku menghadapi keterbatasan izin sebagai produsen mobil penumpang. Awalnya Fengyun hanya bisa dipasarkan secara terbatas di Provinsi Anhui. Baru pada 2001, Chery memperoleh jalan untuk menjual mobilnya secara nasional. Dan di tahun yang sama, Chery pecah telor dan berhasil mengekspor perdana Fulwin ke Suriah.
Dari titik sebuah sedan berbasis SEAT Toledo yang memakai platform Volkswagen dan mesin Ford, Chery perlahan membangun pengalaman untuk mengembangkan produknya sendiri.
Fengyun menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah pabrikan otomotif tidak selalu dimulai dengan teknologi yang sepenuhnya baru. Ada proses belajar, mengadaptasi, dan mengembangkan teknologi yang sudah tersedia sebelum akhirnya mampu membangun identitas sendiri. (SS)










