OTODRIVER - Langkah Sony yang sempat mengejutkan publik saat menjajal industri otomotif di ajang CES 2020 kini berujung antiklimaks.
Setelah memperkenalkan sedan listrik dan disusul SUV setahun kemudian, rencana membawa kedua model tersebut ke tahap produksi resmi dipastikan batal.
Seperti dilansir Motor1.com (30/3), padahal, Sony sempat menggandeng Honda pada 2022 dengan membentuk perusahaan patungan Sony Honda Mobility (SHM).
Kolaborasi ini bertujuan merealisasikan konsep mobil listrik mereka ke pasar. Namun, kini dipastikan baik sedan maupun SUV tersebut tidak akan pernah dijual.

Pengembangan kedua model dihentikan secara mendadak, meski keputusan ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.
Sebelumnya, Honda telah lebih dulu membatalkan dua model EV mereka, termasuk satu model yang direncanakan menghidupkan kembali nama Acura RSX.
Dalam pernyataan resmi bersama, Honda dan Sony menyebut bahwa perubahan besar dalam strategi elektrifikasi Honda turut berdampak pada model-model bermerek Afeela yang dikembangkan oleh SHM.
Tak hanya itu, kedua perusahaan juga akan meninjau ulang arah bisnis Sony Honda Mobility. Meski terdengar suram, kolaborasi antara Sony dan Honda tidak bubar.
Keduanya berencana segera mengumumkan posisi jangka menengah hingga panjang, termasuk kontribusi mereka terhadap masa depan mobilitas.
Sebelumnya, SHM menargetkan pengiriman unit pertama Afeela 1 kepada konsumen pada akhir tahun ini. Varian tertinggi Signature dibanderol sekitar USD 102.900, sementara varian lebih terjangkau Origin seharga USD 89.900 dijadwalkan meluncur pada 2027. Namun, seluruh rencana tersebut kini dipastikan tidak akan terealisasi.
Padahal, tahap pra-produksi sudah dimulai di pabrik East Liberty milik Honda di Ohio. Pembatalan proyek di fase ini tentu menjadi sinyal kurang baik bagi masa depan perusahaan patungan yang bahkan belum genap berusia empat tahun tersebut. (AW)










