OTODRIVER – Di balik masifnya kehadiran sejumlah jenama kendaraan listrik dalam tiga tahun terakhir, terdapat peran PT Handal Indonesia Motor (Handal) yang menjadi salah satu pemain penting dalam industri perakitan kendaraan di Indonesia.
Ya, di fasilitas perakitan Handal yang berada di kawasan Pondok Ungu, Bekasi, dan Purwakarta, Jawa Barat, telah dirakit puluhan ribu unit mobil energi terbarukan asal Tiongkok.
Berbagai model dari sejumlah nama besar seperti Chery, Geely, XPeng, Jaecoo, Aletra, JETOUR, BAIC, Polytron, hingga Farizon yang pekan lalu melakukan peluncuran perdana, dirakit di fasilitas milik Handal.
Sejatinya, perusahaan perakitan yang satu ini bukanlah nama baru di industri otomotif Indonesia. Seperti dikutip dari laman resminya, pada 1975-1976 pembangunan fasilitas perakitan bermula dengan nama PT Zastam Motor Indonesia.
Pada periode 1976-1980, fasilitas tersebut menjadi tempat perakitan kendaraan Nissan, sebelum pada 1993 perusahaan berganti nama menjadi PT Tricitra Karya. Salah satu produk yang pernah dirakit dan sempat memiliki populasi cukup masif adalah Ford Laser yang banyak digunakan sebagai taksi.
Kemudian, pada 1995 hingga 2020, fasilitas tersebut menjadi tempat perakitan Hyundai H1 untuk pasar nasional sekaligus kebutuhan ekspor ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.
Baru pada 2020, entitas yang sama berubah nama menjadi PT Handal Indonesia Motor.
Hingga saat ini, setidaknya sudah ada 10 jenama kendaraan asal Tiongkok yang produknya dirakit di fasilitas Handal, baik di Pondok Ungu, Bekasi, maupun Purwakarta.
CEO Handal, Denny Siregar, yang ditemui langsung di sela-sela peluncuran perdana cargo van Farizon V8E pada 13 Agustus 2026, menyebutkan akan ada setidaknya tiga nama lagi yang akan merakit produknya di fasilitas produksi Handal di Purwakarta, Jawa Barat.


Pembangunan Fasilitas Perakitan Kedua di Purwakarta
Saat ditanya mengenai kapasitas terpasang dari seluruh fasilitas perakitan Handal, Denny menjelaskan bahwa hingga semester pertama 2026, sudah dirakit lebih dari 30 ribu unit kendaraan.
Jumlah tersebut dihasilkan dengan rata-rata operasional satu shift. Menurut Denny, secara teknis kapasitas produksi tersebut masih dapat ditingkatkan hingga maksimal 88 ribu unit per tahun.
Oleh karena itu, untuk mengantisipasi peningkatan volume produksi, pihak Handal tengah menyelesaikan pembangunan fasilitas perakitan kedua yang masih berada dalam satu kompleks dengan fasilitas pertama di Purwakarta, Jawa Barat.
Dijelaskan Denny, fasilitas perakitan tahap kedua tersebut diperuntukkan untuk mengantisipasi peningkatan volume produksi dari sejumlah merek yang sudah dirakit sebelumnya, sekaligus menjadi lokasi baru bagi perakitan beberapa model dari merek lainnya.
Pria yang pernah menggawangi sebuah dealer Peugeot pada era 2000-an itu menjelaskan bahwa fasilitas serta penguasaan standar perakitan di Handal sebenarnya juga memungkinkan perusahaan untuk merakit kendaraan niaga berukuran besar.
Sebagai langkah awal, aktivitas perakitan kendaraan niaga di Handal dimulai melalui produk Farizon V8E.
Ditambahkannya, perakitan kendaraan premium juga memungkinkan dilakukan di fasilitas Handal. Salah satu contohnya adalah produk XPeng yang telah dipasarkan di Indonesia. (EW)













