EV & DM - Teknologi yang Saling Melengkapi dalam Ekosistem NEV BYD di Indonesia

Teknologi BYD DM Electric First Indonesia mengintegrasikan motor listrik sebagai penggerak utama untuk pengalaman berkendara EV yang responsif dan efisien di berbagai kondisi perjalanan.
Sabtu, 25 Juli 2026 11:00 WIB
Berita - EV & DM - Teknologi yang Saling Melengkapi dalam Ekosistem NEV BYD di Indonesia

BYD M6 DM terbaru (Foto : BYD)

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Elektrifikasi kini bukan lagi sekadar tren, melainkan arah baru industri otomotif global. 

Seiring meningkatnya adopsi kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV), kebutuhan masyarakat terhadap solusi mobilitas yang efisien, nyaman, dan fleksibel juga semakin berkembang. 

Menjawab kebutuhan tersebut, BYD menghadirkan teknologi Dual Mode (DM), sebuah inovasi elektrifikasi yang dibangun di atas filosofi Electric First. Berbeda dengan sistem hybrid konvensional yang masih mengandalkan mesin sebagai sumber tenaga utama, teknologi DM menjadikan motor listrik sebagai penggerak utama untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih dekat dengan kendaraan listrik murni. 

Melalui pendekatan Electric First, kendaraan akan memprioritaskan penggunaan tenaga listrik dalam berbagai kondisi perjalanan. Mesin bensin hanya akan bekerja ketika diperlukan untuk menghasilkan energi listrik atau membantu performa pada kondisi tertentu. 

Hasilnya, pengguna tetap dapat menikmati karakter berkendara khas EV yang responsif, senyap, dan efisien tanpa mengorbankan fleksibilitas penggunaan. 

Karakter penggunaan teknologi DM juga dirancang untuk dapat beradaptasi dengan berbagai pola perjalanan masyarakat Indonesia. Dalam penggunaan di area perkotaan (inner-city), sistem akan lebih memprioritaskan penggunaan tenaga listrik untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih senyap, halus, dan efisien dalam kondisi lalu lintas harian. Sementara itu, untuk perjalanan luar kota (out of town), sistem bekerja melalui kombinasi tenaga listrik dan mesin guna menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan keleluasaan perjalanan jarak jauh.

Di sisi lain, pada penggunaan di wilayah dengan akses infrastruktur pengisian daya yang lebih terbatas atau karakter perjalanan yang lebih menantang (rural area), sistem tetap mampu menghadirkan fleksibilitas penggunaan melalui dukungan mesin untuk menjaga kenyamanan dan keberlanjutan perjalanan. Pendekatan ini memungkinkan teknologi DM menghadirkan pengalaman elektrifikasi yang lebih adaptif terhadap berbagai kebutuhan perjalanan di Indonesia.

Pendekatan ini menjadi fondasi dari tiga nilai utama yang dihadirkan teknologi BYD DM, yaitu pengalaman berkendara yang lebih gesit, andal, dan super irit.

Karakter gesit hadir melalui penggunaan motor listrik sebagai sumber tenaga utama yang mampu menghasilkan akselerasi instan dan respons yang lebih cepat. Pengalaman berkendara juga terasa lebih halus dan senyap layaknya kendaraan listrik murni karena perpindahan tenaga berlangsung secara cerdas dan minim getaran.

Dari sisi keandalan, teknologi DM mengintegrasikan tiga mode berkendara yang bekerja secara otomatis sesuai kebutuhan pengguna. Pada EV Mode, kendaraan bergerak sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. 

Ketika daya baterai berkurang, sistem akan beralih ke Series Mode, di mana mesin bekerja sebagai generator untuk menghasilkan energi listrik. Sementara pada kebutuhan tenaga yang lebih tinggi, seperti perjalanan antarkota atau menyalip kendaraan, sistem akan mengaktifkan Parallel Mode yang mengombinasikan tenaga motor listrik dan mesin secara bersamaan.

Seluruh proses perpindahan mode berlangsung secara otomatis dan hampir tidak terasa oleh pengemudi, sehingga mampu menghadirkan pengalaman berkendara yang konsisten dan nyaman dalam berbagai kondisi perjalanan.

Selain itu, Blade Battery berkapasitas 18,3 kWh memungkinkan kendaraan menempuh hingga 100 kilometer dalam mode listrik murni. Dipadukan dengan sistem DM generasi terbaru, kendaraan mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter dengan total jarak tempuh lebih dari 1.800 kilometer.

Dalam pengujian internal sejauh 150 kilometer, biaya energi yang dibutuhkan bahkan tercatat setara sekitar Rp300 per kilometer. Angka tersebut menunjukkan bagaimana teknologi DM mampu menghadirkan efisiensi operasional yang signifikan sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis.

Dan ada beberapa tipe Dual Mode alias DM  yang dikembangkan oleh  BYD di global. 

Foto - EV & DM - Teknologi yang Saling Melengkapi dalam Ekosistem NEV BYD di Indonesia
BYD (Foto : BYD)
  • DM-i: Fokus Efisiensi dan Mobilitas Harian

Varian paling populer dari keluarga Dual Mode adalah DM-i atau Dual Mode-intelligent. Teknologi ini dikembangkan untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar setinggi mungkin tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara. 

Pada sistem DM-i, motor listrik menjadi pusat penggerak utama. Mesin bensin bekerja dalam putaran paling efisien dan lebih sering bertugas sebagai generator pengisi baterai.

Teknologi ini cocok untuk konsumen perkotaan yang menginginkan sensasi berkendara EV setiap hari, tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas untuk perjalanan luar kota tanpa repot charging. Saat ini, varian DM ini lah yang masuk ke pasar Indonesia. 

  • DM-p: Hybrid Kencang dengan DNA Performa

Jika DM-i fokus pada efisiensi, maka DM-p hadir untuk mereka yang mencari performa tinggi. Huruf “p” sendiri merujuk pada “powerful”. 

Sistem ini umumnya mengombinasikan beberapa motor listrik dengan penggerak all-wheel drive, sehingga menghasilkan akselerasi instan dan distribusi tenaga yang lebih agresif.

Pada beberapa model BYD, konfigurasi DM-p mampu menghasilkan tenaga gabungan lebih dari 600 hp dengan akselerasi 0-100 km/jam di kisaran empat detik. 

Dengan kata lain, DM-p menjadi bukti bahwa mobil hybrid tak lagi identik dengan kendaraan hemat semata, tetapi juga bisa menghadirkan performa setara mobil sport modern.

  • DM-O: All Rounder untuk Medan Berat

Selain efisiensi dan performa, BYD juga mengembangkan DM-O yang dirancang sebagai sistem hybrid serba bisa alias all rounder. Teknologi ini berorientasi pada kemampuan off-road dan daya jelajah. 

DM-O tetap menggunakan basis electric-first, tetapi dikombinasikan dengan struktur penggerak yang lebih siap menghadapi berbagai medan, termasuk jalur berat dan kondisi jalan ekstrem.

Singkatnya, DM-O menjadi jawaban BYD bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan elektrifikasi dengan kemampuan lintas medan tanpa kehilangan efisiensi maupun kenyamanan harian.

Solusi Transisi yang Relevan

Di banyak negara berkembang termasuk Indonesia, teknologi seperti BYD DM dinilai menjadi solusi transisi yang realistis menuju era kendaraan listrik penuh. (AW)

#byd #byd-dm

Aditya Widiutomo

Jurnalis

Memulai karier sebagai drifter, lantas menekuni jurnalistik otomotif dan review mobil sejak 2017. Walau sering mereview...

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.