OTODRIVER – Segmen Low Sport Utility Vehicle (LSUV) di Indonesia masih menjadi salah satu pilihan menarik bagi konsumen. Meski kini semakin banyak model yang mengusung label SUV maupun crossover, produk dengan karakter SUV yang kuat masih memiliki pasar tersendiri.
Salah satu pemain senior di kelas ini adalah Daihatsu Terios. Model tersebut bahkan bisa disebut sebagai salah satu pionir LSUV di Indonesia.
Daihatsu Terios generasi pertama hadir di Tanah Air pada 2006. Hingga kini, Terios masih memiliki hubungan erat dengan Toyota Rush, meski keduanya telah mendapatkan pengembangan dan karakter masing-masing.
Daihatsu sendiri mencatat performa penjualan yang positif. Dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu, penjualan ritel Daihatsu secara nasional mencapai 12.725 unit, naik sekitar 27 persen dibandingkan periode Juni 2025 yang mencatat 10.001 unit.
Dari total penjualan tersebut, Terios masih memberikan kontribusi signifikan dengan porsi sekitar 10 persen. Model ini berada di jajaran tiga besar kontributor penjualan Daihatsu bersama Gran Max Series yang menyumbang 53 persen serta Sigra dan Ayla dengan kontribusi sekitar 30 persen.
Menariknya, Terios juga mendapat perhatian konsumen pada ajang GIIAS 2026. Dalam pameran tersebut, Daihatsu menampilkan Terios Special Edition yang berbasis Terios 1.5 X A/T.
Edisi terbatas tersebut hanya tersedia sebanyak 20 unit dan seluruh kuotanya ludes dibeli konsumen selama penyelenggaraan GIIAS 2026.

Didominasi Loyalis Daihatsu
Saat dihubungi pada Senin (10/8/2026), Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, mengatakan bahwa ceruk pasar Terios masih cukup signifikan.
Lebih spesifik, Tri menyebut konsumen Terios selama ini banyak berasal dari kalangan keluarga yang memiliki ketertarikan terhadap kendaraan dengan karakter adventure.
"Penggunanya memang banyak yang sudah berkeluarga dan memiliki ketertarikan terhadap adventure style," ujar Tri.
Menurutnya, karakter konsumen Terios juga cukup menarik karena terdapat kecenderungan pembeli yang sebelumnya telah memiliki kendaraan Daihatsu untuk kembali memilih produk dengan merek yang sama.
Dengan kata lain, loyalitas terhadap merek Daihatsu menjadi salah satu faktor yang masih menopang penjualan Terios.
Kondisi tersebut juga terlihat dari karakter konsumen Daihatsu secara keseluruhan. Berdasarkan data perusahaan, sekitar 55 persen penjualan Daihatsu berasal dari konsumen di luar Pulau Jawa.
Hal tersebut sekaligus menunjukkan masih terbukanya ceruk pasar kendaraan seperti Terios di berbagai daerah di Indonesia, terutama wilayah yang membutuhkan kendaraan dengan karakter SUV untuk menunjang aktivitas keluarga maupun mobilitas sehari-hari.

Mengandalkan Mesin 1.5 Liter
Saat ini Daihatsu Terios yang beredar di Indonesia merupakan generasi ketiga. SUV tujuh penumpang ini mengandalkan mesin bensin 1.500 cc berkode 2NR-VE dengan teknologi Dual VVT-i.
Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 102,5 daya kuda pada 6.000 rpm, sedangkan torsi puncaknya mencapai 136 Nm pada 4.200 rpm.
Untuk menyalurkan tenaga ke roda, tersedia dua pilihan transmisi, yakni manual lima percepatan dan otomatis empat percepatan.
Dari sisi dimensi, Daihatsu Terios memiliki panjang 4.435 mm, lebar 1.695 mm, dan tinggi 1.705 mm.
Dengan konfigurasi tersebut, Terios masih mempertahankan formula sebagai SUV keluarga yang menawarkan kapasitas penumpang, ground clearance yang relatif tinggi, serta karakter berkendara yang sesuai untuk penggunaan harian maupun perjalanan ke luar kota.(EW)











