OTODRIVER - Tren pemakaian bahan bakar yang berpotensi menekan emsisi gas rumah kaca sudah tak bisa dibendung lagi. Bagi pabrikan otomotif yang berada di segmen produsen kendaraan maupun yang berada di segmen industri pendukung saat ini bergegas mencari beragam temuan termutakhirnya.
Salah satunya yang saat ini juga sedang aktual adalah intensifikasi pemanfaatan bahan nabati.
Sebagaimana yang dilakukan oleh BMW Group bersama Eni yang kampiun bahan bakar asal Italia. Beberapa waktu lalu (13/6/2026) mengumumkan kesepakatan memanfaatkan bahan bakar bernama HVOlution (Hydrotreated Vegetable Oil) untuk sejumlah armada operasional kelompok usaha BMW sendiri.
HVOlution merupakan bahan bakar diesel nabati yang diproduksi dari 100 persen bahan baku terbarukan oleh Enilive. Enilive sendiri anak perusahaan Eni yang didedikasikan untuk riset produk dan layanan untuk mobilitas yang berkelanjutan.
Sebagaimana dalam keterangan resminya, program ini untuk mendukung transisi energi dengan ketersediaan kendaraan berteknologi tinggi dari BMW.
Pihak BMW Group menganggap HVO murni 100 persen sebagai solusi ampuh untuk mendorong secara efektif pada dekarbonisasi transportasi jalan raya. Kendaraan operasional yang bermerek BMW yang dioperasikan kelompok usaha Eni itu berada di Italia, Jerman, dan Austria.
Tiga negara itu sudah terdapat jaringan 1.700 unit pengisian bahan bakar milik Enilive menyediakan produk HVOlution.

Program ini dilaksanakan menyusul kesepatan di antara kedua raksasa otomotif itu sepakat berkolaborasi dalam menciptakan mobilitas yang lebih berkelanjutan: dukungan BMW Group terhadap penggunaan bahan bakar bio diesel HVO Enilive adalah salah satu pilar kolaborasi yang sedang berlangsung.
Sesuai dengan standar bahan bakar Eropa EN 15940, BMW Group telah menyetujui penggunaan bahan bakar diesel HVO untuk model Diesel yang terdaftar mulai akhir tahun 2014 dan dilengkapi dengan mesin diesel Generasi B.
Populasi kendaraan bermotor di Eropa saat ini tak kurang dari 250 juta unit kendaraan, porsi yang memakai bahan bakar fosil masih tergolong besar, sekitar 30 persen atau setara 25 juta unit. (EW)











