OTODRIVER - BMW mulai memasuki era Neue Klasse dengan membawa bahasa desain dan teknologi terbaru ke sejumlah model andalannya, termasuk Seri 3 dan X3. Namun, salah satu model yang paling banyak menuai perdebatan adalah BMW X5 generasi terbaru.
SUV ini mendapat beragam respons dari publik, baik positif maupun negatif. Bahkan, desain barunya sempat membuat banyak orang mempertanyakan arah pengembangan BMW ke depan.

Secara tampilan, BMW X5 terbaru memang bukan SUV dengan desain paling menawan. Bodi mobil terlihat lebih membulat dibandingkan generasi sebelumnya. Dari beberapa sudut, kesan premiumnya juga terasa kurang kuat.
Bagian belakang yang kini memiliki garis atap lebih landai turut memberikan karakter berbeda. Perubahan ini dimungkinkan karena BMW tidak lagi menggunakan pintu bagasi dengan model dua bagian seperti sebelumnya. Namun, bentuk buritannya justru mengingatkan pada Acura MDX.
Bagian depan juga memiliki detail yang cukup unik. Lampu utama kini mengusung motif menyerupai huruf X. Sayangnya, desain tersebut tidak diterapkan pada model Neue Klasse lainnya, termasuk BMW iX3.
Beralih ke sisi samping, BMW mengganti gagang pintu konvensional dengan komponen kecil menyerupai sayap. Konsep ini serupa dengan yang digunakan Ford Mustang Mach-E dan Volvo EX60 terbaru.
Interior dengan Layar Besar

Masuk ke kabin, BMW X5 terbaru mengusung tata letak interior yang serupa dengan iX3, Seri 3 terbaru, dan Seri 7 facelift.
Salah satu elemen paling mencolok adalah setir dengan satu palang yang kini menjadi ciri khas desain interior BMW. Selain itu, tersedia layar sentuh berukuran 17,9 inci berbentuk trapesium serta Panoramic iDrive yang membentang di bagian bawah kaca depan.
BMW juga menyediakan setir M Sport dengan desain yang lebih konvensional sebagai alternatif.
Dari ketiga elemen tersebut, Panoramic iDrive menjadi fitur yang paling menarik. Layar ini terintegrasi dengan baik ke dasbor tanpa menghalangi pandangan pengemudi ke depan. Pengaturannya juga cukup fleksibel sehingga informasi yang ditampilkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Mesin Enam Silinder, Pengendalian Jadi Andalan
BMW X5 2027 dibekali mesin 6-silinder segaris berkapasitas 3.000 cc dengan turbocharger. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 394 hp dan torsi 528 Nm.
Untuk pasar Amerika Serikat, varian X5 40 menjadi satu-satunya pilihan yang tersedia saat ini. BMW juga mengonfirmasi bahwa varian bermesin V8 akan menyusul.
Tenaga mesin disalurkan ke keempat roda melalui transmisi otomatis Steptronic 8-percepatan. Dengan konfigurasi tersebut, BMW X5 terbaru mampu berakselerasi dari 0-96 km/jam dalam 5,1 detik, dengan kecepatan maksimum 209 km/jam.
Namun, daya tarik utama BMW X5 terbaru ternyata bukan sekadar angka performa di atas kertas, melainkan karakter berkendaranya.
Meski bobotnya bertambah sekitar 68 kg dibandingkan model sebelumnya, SUV ini tetap terasa stabil dan mantap ketika melibas tikungan. Gejala limbung bodi juga minim terasa, sehingga pengemudi bisa lebih percaya diri saat bermanuver.
Mesin enam silinder B58 yang digunakan juga tetap responsif. Kendati demikian, tambahan tenaga tentu akan membuatnya semakin menarik, terlebih BMW iX5 versi listrik diklaim memiliki tenaga hingga 570 hp.
Secara keseluruhan, BMW X5 terbaru memang memiliki sejumlah keputusan desain yang kontroversial. Namun, di balik tampilan yang belum tentu disukai semua orang, SUV ini tetap menawarkan karakter pengendalian yang solid dan performa yang menjanjikan. (AW)











